Kritisi Permukiman di Kawasan Rawan dan Ego Sektoral, DPR: Negara Harus Hadir Sebelum Bencana

Dwi Bowo Raharjo, Lilis Varwati

Kamis, 10 September 2026 | 17:02 WIB
Kritisi Permukiman di Kawasan Rawan dan Ego Sektoral, DPR: Negara Harus Hadir Sebelum Bencana
Ilustrasi bencana banjir. (Pexels)
baca 10 detik
  • Edi Purwanto mendesak pemerintah bertindak tegas terhadap pelanggaran tata ruang di kawasan rawan bencana.
  • BMKG, BNPB, dan TNI diminta untuk memperkuat koordinasi serta meninggalkan ego sektoral dalam sistem mitigasi bencana yang proaktif.
  • Kebijakan mitigasi harus diperkuat melalui tujuh aspek krusial, termasuk pelibatan masyarakat sebagai subjek serta alokasi anggaran yang optimal.

Suara.com - Anggota Komisi V DPR RI, Edi Purwanto, menyoroti lemahnya konsistensi tata ruang yang kerap membiarkan kawasan rawan bencana di Indonesia justru disesaki oleh permukiman penduduk.

Politikus dari Fraksi PDI Perjuangan ini mendesak pemerintah agar bertindak tegas dan tidak lagi berkompromi terkait tata ruang, terutama menghadapi ancaman seperti erupsi gunung api.

“Wilayah-wilayah yang sangat rawan bencana, wilayah-wilayah yang sangat membahayakan, ini harus betul-betul dijaga yang sampai mohon maaf lah dijadikan pemukiman,” ujar Edi di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (10/9/2026).

Sebagai gambaran betapa masifnya pergeseran fungsi ruang yang berisiko, Edi juga menyinggung kondisi daerah aliran air saat ini.

“Contoh sebaran sungai yang di seluruh Indonesia itu rata-rata sudah penuh,” kata dia.

Oleh karena itu, Edi meminta pemerintah tidak lagi sekadar berfokus pada respons darurat saat bencana sudah terjadi. Regulasi yang ada, yakni Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 dan PP Nomor 21 Tahun 2008, harus direalisasikan melalui sistem mitigasi yang proaktif, bukan reaktif.

Ia mengingatkan bahwa pemantauan, peringatan dini, hingga proses evakuasi harus berjalan lancar tanpa menunggu jatuhnya korban.

"Jangan sampai ada mata rantai yang terputus, dari identifikasinya seperti apa, komunikasinya seperti apa, sampai pada keselamatan rakyat. Itu yang paling penting,” kata dia.

Selain masalah tata ruang, Edi juga menggarisbawahi pentingnya kekompakan antarlembaga. Ia menilai, kelemahan dalam koordinasi seringkali justru memperbesar risiko di lapangan.

baca juga

Lembaga-lembaga seperti BMKG, BNPB, Basarnas, TNI, hingga Polri diminta untuk bekerja di dalam satu sistem yang jelas dan menanggalkan segala bentuk ego sektoral.

Ilustrasi Bencana Alam (pexels.comFranklin Peña Gutierrez)
Ilustrasi Bencana Alam (pexels.comFranklin Peña Gutierrez)

Lebih lanjut, Edi menyebutkan ada tujuh aspek krusial yang harus diperkuat oleh pemangku kebijakan. Aspek tersebut meliputi pemantauan dan informasi gunung api, jalur evakuasi dan tempat pengungsian, simulasi berkala, pemetaan kelompok rentan, konsistensi tata ruang, koordinasi antarlembaga, serta pelibatan masyarakat.

Terkait keterlibatan warga, ia menegaskan bahwa masyarakat beserta relawan dan generasi muda harus diposisikan sebagai subjek mitigasi dan kesiapsiagaan, bukan sekadar objek penerima bantuan darurat.

“Bencana ini adalah kerja kita bersama,” ujarnya.

Edi juga mengingatkan pentingnya dukungan anggaran dan keputusan politik yang dialokasikan untuk fase prakabencana. Segala skenario penyelamatan mulai dari evakuasi, logistik, hingga hunian sementara harus sudah terpetakan seiring dengan pendataan jumlah warga di kawasan terdampak.

“Di situlah yang kita harapkan kalimat negara hadir di tengah-tengah masyarakat,” tutup Edi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bantah Teori Konspirasi Asing di Balik Erupsi Gunung, Pakar UGM: Proses Alami

Bantah Teori Konspirasi Asing di Balik Erupsi Gunung, Pakar UGM: Proses Alami

News | Selasa, 08 September 2026 | 15:19 WIB

Gunung Ile Lewotolok Erupsi 1.873 Kali dalam 5 Hari, Letusan Masih Terjadi hingga Minggu Malam

Gunung Ile Lewotolok Erupsi 1.873 Kali dalam 5 Hari, Letusan Masih Terjadi hingga Minggu Malam

News | Minggu, 06 September 2026 | 21:13 WIB

Akses Pulau Palue Lumpuh Akibat Gempa, PDIP Desak Pemerintah Kirim Bantuan Lewat Udara dan Laut

Akses Pulau Palue Lumpuh Akibat Gempa, PDIP Desak Pemerintah Kirim Bantuan Lewat Udara dan Laut

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 19:45 WIB

Edi Purwanto Minta Logistik Gempa NTT Merata, Prioritaskan Bayi, Ibu Hamil dan Lansia

Edi Purwanto Minta Logistik Gempa NTT Merata, Prioritaskan Bayi, Ibu Hamil dan Lansia

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 13:40 WIB

Investasi Furnitur Berkualitas untuk Rumah

Investasi Furnitur Berkualitas untuk Rumah

Lifestyle | Senin, 22 Juni 2026 | 12:00 WIB

Terkini

Sebelum Dipecat Prabowo, Purbaya Ungkap Dirjen Pajak dan Bea Cukai Jadi Tempat Berlindung Koruptor

Sebelum Dipecat Prabowo, Purbaya Ungkap Dirjen Pajak dan Bea Cukai Jadi Tempat Berlindung Koruptor

News | Selasa, 15 September 2026 | 10:48 WIB

PN Pontianak Tolak Praperadilan Pamar Lubis, Penyidikan Dugaan Penyerobotan Lahan Berlanjut

PN Pontianak Tolak Praperadilan Pamar Lubis, Penyidikan Dugaan Penyerobotan Lahan Berlanjut

Kalbar | Selasa, 15 September 2026 | 10:47 WIB

Acer Swift Air 14 AI Punya 4 Pilihan Warna, Bobot Ringan-Daya Tahan Baterai hingga 19 Jam

Acer Swift Air 14 AI Punya 4 Pilihan Warna, Bobot Ringan-Daya Tahan Baterai hingga 19 Jam

Sumut | Selasa, 15 September 2026 | 10:42 WIB

Berapa Gaji Purbaya Selama Jadi Menkeu? Anak Sebut Jadi Menteri Duitnya Kecil

Berapa Gaji Purbaya Selama Jadi Menkeu? Anak Sebut Jadi Menteri Duitnya Kecil

News | Selasa, 15 September 2026 | 10:39 WIB

Temuan Jenazah di Pulau Enggano, Polisi Masih Cocokkan DNA dengan Penumpang Kapal Arupadhatu

Temuan Jenazah di Pulau Enggano, Polisi Masih Cocokkan DNA dengan Penumpang Kapal Arupadhatu

News | Selasa, 15 September 2026 | 10:38 WIB

5 Cuitan Anak Purbaya usai Ayahnya Dicopot Sebagai Menkeu: Sindir Gaji Kecil hingga Mafia

5 Cuitan Anak Purbaya usai Ayahnya Dicopot Sebagai Menkeu: Sindir Gaji Kecil hingga Mafia

Tekno | Selasa, 15 September 2026 | 10:38 WIB

Donald Trump Menuntut Ganti Rugi Perang Rebutan Selat Hormuz, Sama Siapa?

Donald Trump Menuntut Ganti Rugi Perang Rebutan Selat Hormuz, Sama Siapa?

News | Selasa, 15 September 2026 | 10:34 WIB

Saat Kabel Mulai Ditinggalkan, Teknologi Wireless Hubungkan Laptop, AR hingga Drone

Saat Kabel Mulai Ditinggalkan, Teknologi Wireless Hubungkan Laptop, AR hingga Drone

Tekno | Selasa, 15 September 2026 | 10:32 WIB

Ulasan Novel Mirai Karya Mamoru Hosoda: Belajar Memahami Arti Keluarga

Ulasan Novel Mirai Karya Mamoru Hosoda: Belajar Memahami Arti Keluarga

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 10:30 WIB

Indeks CFX10 Melonjak 23,95%, Bursa Kripto CFX Tunjukkan Tren Positif

Indeks CFX10 Melonjak 23,95%, Bursa Kripto CFX Tunjukkan Tren Positif

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 10:21 WIB

×