Gen Z Impact Fest 2026 Bahas Gaya Hidup Berkelanjutan, dari Hilirisasi hingga Pengelolaan Sampah

Agatha Vidya Nariswari, Dita Alvinasari

Sabtu, 12 September 2026 | 15:11 WIB
Gen Z Impact Fest 2026 Bahas Gaya Hidup Berkelanjutan, dari Hilirisasi hingga Pengelolaan Sampah
Yulia Rosdiana, Co-Founder Agradaya Asri Saraswati Iskandar, Edi Padmo dari Resan Gunung Kidul, dan Program Manager Yayasan Get Plastic Indonesia Fransisca Supriyani Wulandari (Suara.com/Dita)
baca 10 detik
  • Gen Z Impact Fest 2026 mengangkat isu gaya hidup berkelanjutan.
  • Tiga pembicara membahas lingkungan dari sisi hasil alam, kearifan lokal, dan sampah.
  • Gen Z diajak memulai perubahan dari kebiasaan sederhana.

Suara.com - Gen Z Impact Fest 2026 yang digelar di Gadjah Mada University Club (UC) Hotel UGM, Yogyakarta, pada Sabtu (12/9/2026), turut mengangkat isu lingkungan melalui sesi bertajuk "Small Actions, Big Impact: Membangun Sustainable Lifestyle untuk Net Zero Future".

Sesi tersebut membahas gaya hidup berkelanjutan serta berbagai langkah sederhana yang dapat dilakukan generasi muda untuk ikut menjaga lingkungan. Tiga pembicara hadir dalam sesi ini, yakni Co-Founder Agradaya Asri Saraswati Iskandar, Edi Padmo dari Resan Gunung Kidul, dan Program Manager Yayasan Get Plastic Indonesia Fransisca Supriyani Wulandari.

Dipandu Yulia Rosdiana, sesi ini dihadiri ratusan peserta yang terdiri dari generasi Z dan pengusaha muda. Para pembicara membahas isu lingkungan dari berbagai sudut, mulai dari pengolahan hasil alam dan kearifan lokal hingga persoalan sampah plastik yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Yulia Rosdiana, Co-Founder Agradaya Asri Saraswati Iskandar, Edi Padmo dari Resan Gunung Kidul, dan Program Manager Yayasan Get Plastic Indonesia Fransisca Supriyani Wulandari (Suara.com/Dita)
Yulia Rosdiana, Co-Founder Agradaya Asri Saraswati Iskandar, Edi Padmo dari Resan Gunung Kidul, dan Program Manager Yayasan Get Plastic Indonesia Fransisca Supriyani Wulandari (Suara.com/Dita)

Indonesia Kaya Sumber Daya, tapi Banyak Hasil Alam Masih Dijual Mentah

Pembicara pertama dalam sesi ini adalah Asri Saraswati Iskandar, Co-Founder Agradaya. Ia menyoroti persoalan pengolahan hasil alam Indonesia yang menurutnya masih banyak berhenti pada tahap bahan baku.

Asri bercerita, kesadaran tersebut muncul ketika dirinya pernah tinggal di desa dan melihat langsung bagaimana hasil panen masyarakat berpindah dari petani ke pengepul tanpa banyak mengalami proses pengolahan.

Sebelumnya, Asri sempat bekerja di industri kelapa sawit dan karet ketika berada di luar negeri. Setelah kembali ke Indonesia, ia justru menemukan persoalan yang berbeda.

"Saya kaget. Hah? Indonesia begini ya?" ujar Asri saat menceritakan pengalamannya.

Ia kemudian mencoba mencari tahu ke mana hasil panen masyarakat setelah keluar dari desa. Menurutnya, sebagian besar hasil tersebut hanya berpindah tangan tanpa mengalami proses pengolahan lebih lanjut.

baca juga

Pengalaman tersebut kemudian membuat Asri menyadari bahwa Indonesia masih banyak berperan sebagai pemasok bahan baku, sementara proses pengolahan dan nilai tambahnya justru terjadi di tempat lain.

"Saya menyadari bahwa kita cuma menjadi sumber bahan baku," ujar Asri.

Dari sana, ia bersama partnernya membangun Agradaya dengan fokus pada pengolahan hasil pertanian dan hasil hutan bukan kayu.

Menurut Asri, proses pengolahan di desa dapat menciptakan nilai tambah sekaligus membuka ruang bagi anak muda dengan keahlian di bidang teknologi pangan dan pertanian untuk bekerja langsung bersama masyarakat.

"Kenapa harus diolah? Karena kita mau nilai tambahnya tinggi," jelasnya.

Menurut Asri, keberadaan tenaga dengan keahlian tertentu juga dibutuhkan untuk membantu petani memenuhi standar pengolahan yang diperlukan pasar, termasuk pasar ekspor.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gen Z Impact Fest 2026 Hadir di Yogyakarta, Ajak Generasi Muda Jadi Penggerak Masa Depan

Gen Z Impact Fest 2026 Hadir di Yogyakarta, Ajak Generasi Muda Jadi Penggerak Masa Depan

News | Sabtu, 12 September 2026 | 10:44 WIB

Gen Z Impact Fest 2026 Jadi Momentum 35 Tahun Perjalanan SKM Bulaksumur

Gen Z Impact Fest 2026 Jadi Momentum 35 Tahun Perjalanan SKM Bulaksumur

News | Sabtu, 12 September 2026 | 10:46 WIB

Buka Gen Z Impact Fest 2026, Menteri Brian Yuliarto Dorong Generasi Muda Jadi Thinking Generation

Buka Gen Z Impact Fest 2026, Menteri Brian Yuliarto Dorong Generasi Muda Jadi Thinking Generation

News | Sabtu, 12 September 2026 | 10:05 WIB

Gen Z Impact Fest 2026 Dorong Generasi Muda Siap Menghadapi Tantangan Masa Depan

Gen Z Impact Fest 2026 Dorong Generasi Muda Siap Menghadapi Tantangan Masa Depan

News | Rabu, 09 September 2026 | 12:10 WIB

Terkini

Gugatan MBG Watch Dikabulkan Sebagian! MK Batasi Kewenangan Pemerintah Ubah APBN

Gugatan MBG Watch Dikabulkan Sebagian! MK Batasi Kewenangan Pemerintah Ubah APBN

News | Rabu, 16 September 2026 | 21:49 WIB

Temuan Jenazah di Pulau Enggano Belum Terkonfirmasi, DVI Masih Uji DNA Korban KM Arupadhatu 1

Temuan Jenazah di Pulau Enggano Belum Terkonfirmasi, DVI Masih Uji DNA Korban KM Arupadhatu 1

Banten | Rabu, 16 September 2026 | 21:46 WIB

Sebelum Terjaring OTT, Pihak Kementerian ATR/BPN Diduga Terima Rp300 Juta dari Summarecon Agung

Sebelum Terjaring OTT, Pihak Kementerian ATR/BPN Diduga Terima Rp300 Juta dari Summarecon Agung

Bogor | Rabu, 16 September 2026 | 21:36 WIB

9 Cara Bersihkan Panci Gosong Pakai Bahan Rumahan, Nggak Perlu Disikat Kasar!

9 Cara Bersihkan Panci Gosong Pakai Bahan Rumahan, Nggak Perlu Disikat Kasar!

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 21:35 WIB

Respons Krisis Bencana: Pemerintah Percepat Pemulihan 20 Mal Pelayanan Publik Terdampak Parah

Respons Krisis Bencana: Pemerintah Percepat Pemulihan 20 Mal Pelayanan Publik Terdampak Parah

News | Rabu, 16 September 2026 | 21:25 WIB

Jangan Asal Ikut Tren! Ahli Bongkar Cara Cerdas Baca Label Produk Wellness

Jangan Asal Ikut Tren! Ahli Bongkar Cara Cerdas Baca Label Produk Wellness

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 21:10 WIB

Ciri-ciri Larutan Asam dan Basa Beserta Contohnya dalam Kehidupan Sehari-hari

Ciri-ciri Larutan Asam dan Basa Beserta Contohnya dalam Kehidupan Sehari-hari

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 21:00 WIB

Karhutla Sumsel Capai 6.552 Hektar, Kenapa Masih Ada 84 Hektar Belum Padam?

Karhutla Sumsel Capai 6.552 Hektar, Kenapa Masih Ada 84 Hektar Belum Padam?

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 20:59 WIB

Kasih Finger Heart Sembari Senyum Lebar, Bahlil Bungkam soal Fahd A Rafiq dan Nusron Wahid

Kasih Finger Heart Sembari Senyum Lebar, Bahlil Bungkam soal Fahd A Rafiq dan Nusron Wahid

News | Rabu, 16 September 2026 | 20:48 WIB

Bedah MV Penggantine Happy Asmara: Angkat Pesona Kediri Lewat Bus Bagong hingga Jalan Dhoho

Bedah MV Penggantine Happy Asmara: Angkat Pesona Kediri Lewat Bus Bagong hingga Jalan Dhoho

Your Say | Rabu, 16 September 2026 | 20:42 WIB

×