Perdagangan Jalur Tikus Iran - Dubai Selamatkan Toko Kelontong yang Makin Terhimpit Perang

Pebriansyah Ariefana

Senin, 14 September 2026 | 13:49 WIB
Perdagangan Jalur Tikus Iran - Dubai Selamatkan Toko Kelontong yang Makin Terhimpit Perang
Pasokan barang dan transaksi pedagang Iran di Dubai tetap mengalir meski ada sanksi perang. (Traveladvisor)
baca 10 detik
  • Pembekuan hubungan resmi UEA gagal menghentikan total perdagangan informal pedagang Iran di Dubai.

  • Komoditas Iran tetap masuk ke Dubai memanfaatkan rute transit pelabuhan Oman dan kargo udara.

  • Hubungan ekonomi puluhan tahun membuat pemutusan transaksi bisnis swasta sulit dilakukan secara mendadak.

Suara.com - Jaringan perdagangan jalur tikus antara Iran dan Dubai terus beroperasi penuh kendati pemerintah Uni Emirat Arab resmi membekukan transaksi ekonomi. Aktivitas bisnis tradisional ini mengandalkan rute alternatif serta ikatan sejarah puluhan tahun yang mengakar kuat di kawasan Teluk.

Pasokan komoditas rempah, kacang-kacangan, hingga hasil bumi khas Persia masih membanjiri pasar-pasar tua di wilayah Dubai. Ketersediaan barang-barang tersebut menjadi bukti nyata betapa sulitnya memutus rantai pasok yang melintasi Selat Hormuz.

Kelangkaan beberapa komoditas sempat terjadi bersamaan dengan melonjaknya harga bahan pangan di tingkat pedagang eceran. Namun, pemenuhan kebutuhan dasar konsumen di pasar tradisional Bur Dubai secara keseluruhan tetap terjaga stabil.

Ketakutan melanda pusat wisata dunia saat rudal dan drone menyasar Dubai. Warga serta turis asing terpaksa berlindung di dalam hotel demi keamanan.
Ketakutan melanda pusat wisata dunia saat rudal dan drone menyasar Dubai. Warga serta turis asing terpaksa berlindung di dalam hotel demi keamanan.

Pemilik toko kelontong di kawasan tua Dubai, Morteza Asaadi, menegaskan bahwa barang dagangan dari negeri asalnya selalu menemukan jalan untuk masuk.

"Barang-barang itu datang begitu saja. Bagaimana caranya? Saya tidak tahu, tapi barang itu tetap sampai," kata Morteza Asaadi, dikutip dari France24, Senin (14/9/2026).

Beberapa distributor grosir di kawasan Teluk memanfaatkan pelabuhan di Oman sebagai titik transit pengiriman barang. Strategi ini efektif menerobos larangan ekspor langsung yang diterapkan otoritas Emirat terhadap wilayah Iran.

Jalur udara juga dimanfaatkan kembali untuk mendistribusikan komoditas bernilai tinggi seperti rempah saffron langsung dari kota Mashhad. Pembukaan kembali penerbangan kargo mempercepat masuknya pasokan ke toko-toko spesialis di Dubai.

Keberadaan ratusan ribu warga ekspatriat Iran di Uni Emirat Arab menjadi pilar utama ketahanan ekonomi wilayah tersebut. Komunitas ini telah membangun fondasi bisnis yang kokoh dan tahan terhadap berbagai krisis geopolitik regional.

Pengalaman menghadapi ketegangan politik masa lalu membentuk adaptabilitas pedagang dalam menjaga arus barang dan modal. Ketika tekanan internasional meningkat, mereka berhasil meyakinkan otoritas lokal mengenai pentingnya aktivitas dagang bagi perekonomian domestik.

baca juga

Peneliti Bourse & Bazaar Foundation yang berbasis di London, Mehran Haghirian, memberikan pandangannya terkait dinamika perdagangan kawasan tersebut.

"Setelah AS memperketat sanksinya terhadap republik Islam itu pada 2012, mereka yang berada di Dubai berhasil meyakinkan mitranya di Abu Dhabi bahwa perdagangan, terlepas dari sanksi tersebut, perlu dilanjutkan karena berkontribusi pada ekonomi UEA," ujar Mehran Haghirian.

Data Organisasi Perdagangan Dunia menempatkan Uni Emirat Arab sebagai pintu masuk utama barang impor ke Iran dengan porsi melampaui 30 persen. Negara Teluk ini sekaligus menduduki posisi tiga besar tujuan ekspor produk-produk asal Iran.

Peran strategis pusat keuangan Dubai kerap memicu tuduhan keterlibatan dalam jaringan pemutaran uang untuk menghindari sanksi Barat. Departemen Keuangan Amerika Serikat bahkan menjatuhkan sanksi baru yang menyasar pimpinan cabang lembaga perbankan Iran di Dubai.

Operasional kantor perbankan Iran di kawasan bisnis Emirat tetap berjalan normal melayani para nasabah hingga saat ini.

Seorang karyawan di salah satu dari dua cabang bank di Dubai menyampaikan situasi kerja di tengah sanksi internasional.

"Kami telah berada di bawah sanksi selama bertahun-tahun," kata karyawan tersebut.

Kebijakan pembekuan hubungan resmi dari pihak Abu Dhabi dinilai sebagai taktik politik untuk mendorong negosiasi baru. Langkah diplomatik ini juga mencerminkan penyelarasan kebijakan keamanan nasional Emirat dengan agenda sekutu utamanya.

Penghentian transaksi sektor swasta dan jalur perdagangan informal di lapangan diprediksi sulit terwujud dalam waktu singkat. Pemutusan hubungan secara mendadak justru berisiko menimbulkan kerugian ekonomi yang signifikan bagi Dubai.

Mehran Haghirian menyoroti dampak jangka panjang apabila pemutusan arus ekonomi benar-benar terjadi.

"Sangat sulit untuk memutusnya secara mendadak tanpa menimbulkan dampak, meninggalkan celah besar. Celah besar itu tidak dapat digantikan dengan mudah," tutur Mehran Haghirian.

Pandangan berbeda disampaikan oleh kalangan pengusaha lokal yang menilai porsi kontribusi ekonomi Iran telah menyusut. Faktor stabilitas keamanan kawasan kini menjadi prioritas tertinggi di atas kepentingan profitabilitas bisnis harian.

Pebisnis Emirat dan mantan pejabat senior Dubai, Nasser al-Shaikh, menegaskan pergeseran fokus prioritas negaranya di masa perang.

Eskalasi konflik di kawasan Teluk meningkat setelah Uni Emirat Arab menghentikan pertukaran finansial dan perdagangan secara resmi dengan Iran. Penghentian ini dipicu oleh aksi balasan Tehran atas serangan Amerika Serikat yang menyasar wilayah sekutu serta pengetatan kontrol di Selat Hormuz.

Meskipun otoritas resmi mengumumkan penghentian hubungan ekonomi, keterikatan historis dan geografis yang terjalin selama puluhan tahun membuat aktivitas perdagangan antar-masyarakat di kedua sisi Teluk tetap berjalan melalui rute-rute non-formal.

Morteza Asaadi optimistis bahwa ikatan perdagangan ini akan terus bertahan melintasi berbagai krisis politik.

"Kamu lihat air di sana? Air bisa menghancurkan gunung," kata Morteza Asaadi seraya menunjuk ke arah perairan Teluk.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Donald Trump Prioritaskan Isu Nuklir Iran dibanding Jalur Selat Hormuz

Donald Trump Prioritaskan Isu Nuklir Iran dibanding Jalur Selat Hormuz

News | Senin, 14 September 2026 | 12:44 WIB

Houthi Kusai Garis Pantai Laut Merah, Bab el-Mandeb Bisa Senasib Selat Hormuz

Houthi Kusai Garis Pantai Laut Merah, Bab el-Mandeb Bisa Senasib Selat Hormuz

News | Senin, 14 September 2026 | 10:42 WIB

Iran Siapkan 7 Syarat Ketat ke AS Sebelum Membuka Kembali Jalur Pelayaran Selat Hormuz

Iran Siapkan 7 Syarat Ketat ke AS Sebelum Membuka Kembali Jalur Pelayaran Selat Hormuz

News | Minggu, 13 September 2026 | 12:07 WIB

Terkini

Sempat Lumpuh Diterjang Banjir, Jalur PiningLokop Gayo Lues Aceh Akhirnya Bisa Dilalui

Sempat Lumpuh Diterjang Banjir, Jalur PiningLokop Gayo Lues Aceh Akhirnya Bisa Dilalui

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 16:45 WIB

Review Buku Hidden Figures: Saat Kecerdasan Tidak Mengenal Ras dan Gender

Review Buku Hidden Figures: Saat Kecerdasan Tidak Mengenal Ras dan Gender

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 16:45 WIB

Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai, Dedi Congor Dicegah ke Luar Negeri!

Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai, Dedi Congor Dicegah ke Luar Negeri!

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 16:43 WIB

Menteri Wihaji: Mau Memperbaiki Negara? Perbaiki Dulu Keluarganya

Menteri Wihaji: Mau Memperbaiki Negara? Perbaiki Dulu Keluarganya

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 16:39 WIB

Pemerintah Mau Bangun Kawasan Industri di Pulau Kecil Maluku

Pemerintah Mau Bangun Kawasan Industri di Pulau Kecil Maluku

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 16:36 WIB

Tambang Emas Nabire: Izin Dicabut, Konsesi Diserahkan ke Antam, Nasib Warga Bagaimana?

Tambang Emas Nabire: Izin Dicabut, Konsesi Diserahkan ke Antam, Nasib Warga Bagaimana?

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 16:32 WIB

Park Ju Hyun Resmi Gabung Film Prekuel Inside Men, Gantikan Yeonwoo

Park Ju Hyun Resmi Gabung Film Prekuel Inside Men, Gantikan Yeonwoo

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 16:30 WIB

Perkuat Ekosistem Pendidikan Digital, Metranet dan Jayantara Jalin Kerja Sama Strategis

Perkuat Ekosistem Pendidikan Digital, Metranet dan Jayantara Jalin Kerja Sama Strategis

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 16:27 WIB

Refleksi Mariposa 2: Belajar Mengerti Komitmen & Kedewasaan dalam Asmara

Refleksi Mariposa 2: Belajar Mengerti Komitmen & Kedewasaan dalam Asmara

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 16:20 WIB

IMF: Kekayaan Vietnam Lampaui Indonesia Tahun Ini Berkat Pembangunan Infrastruktur

IMF: Kekayaan Vietnam Lampaui Indonesia Tahun Ini Berkat Pembangunan Infrastruktur

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 16:17 WIB

×