Usai Gibran Tengok Orangutan, Aktivis Minta Langkah Konkret Lindungi Habitat Satwa dari Karhutla

Bangun Santoso

Senin, 14 September 2026 | 16:22 WIB
Usai Gibran Tengok Orangutan, Aktivis Minta Langkah Konkret Lindungi Habitat Satwa dari Karhutla
Orangutan jantan dewasa bernama Sempurna dievakuasi dari Dusun Sempurna, Desa Kuala Satong, Kecamatan Matan Hilir Utara, Kabupaten Ketapang itu mati pada Minggu (30/8/2026).
baca 10 detik
  • Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meninjau pusat rehabilitasi orangutan BOSF di Kalimantan Tengah pada Senin (14/9/2026).
  • CEO BOSF Jamartin Sihite mengapresiasi kunjungan tersebut untuk melihat dampak kebakaran hutan terhadap satwa liar.
  • BOSF mendorong pemerintah memperkuat pencegahan kebakaran hutan serta melindungi kawasan habitat satwa dari alih fungsi.

Suara.com - CEO Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF), Jamartin Sihite, mengapresiasi perhatian Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka terhadap kondisi satwa liar saat melakukan kunjungan ke pusat rehabilitasi orangutan di Kalimantan Tengah.

Dalam kunjungan tersebut, Gibran melihat secara langsung kondisi orangutan di tengah dampak asap kebakaran hutan dan lahan.

Jamartin mengatakan, BOSF membawa Wapres melihat orangutan yang tengah menjalani perawatan, termasuk satwa yang membutuhkan nebulizer akibat gangguan pernapasan.

“Dari apa yang beliau lihat dan dari pengalaman kami, beliau memberikan perhatian yang cukup besar terhadap satwa liar, tidak hanya orangutan,” kata Jamartin dalam keterangannya, Senin (14/9/2026).

Menurutnya, kunjungan langsung penting karena pemerintah dapat melihat sendiri bagaimana karhutla memberikan dampak tidak hanya kepada manusia, tetapi juga kehidupan satwa di dalam hutan.

BOSF, kata Jamartin, menjelaskan kepada Wapres bahwa orangutan dapat menjadi simbol dari persoalan yang lebih luas.

“Kalau orangutan terdampak, bayangkan satwa liar lain di hutan yang juga terdampak. Ini harus menjadi perhatian Presiden dan Wakil Presiden,” katanya.

Meski memberikan penilaian positif terhadap perhatian tersebut, Jamartin mengatakan tindak lanjut konkret masih perlu dilihat.

“Apakah ada langkah konkret, ya kita lihat sama-sama. Tapi saya pikir, dengan pemerintah memberi perhatian terhadap satwa, kami berharap ke depan langkah-langkah konkret yang bisa kita lakukan bersama semakin jelas,” ujarnya.

baca juga

Salah satu hal yang didorong BOSF adalah perlindungan terhadap kawasan hutan yang masih menjadi habitat orangutan dan satwa liar lain.

Jamartin meminta kawasan tersebut tidak mudah dikonversi menjadi pertambangan, perkebunan, atau penggunaan lain.

Ia juga menyoroti kawasan yang secara fisik masih berhutan, tetapi dalam peta tata ruang dapat dialihfungsikan.

Menurutnya, kawasan semacam itu perlu diperiksa secara lebih rinci apabila masih menjadi habitat satwa.

“Kalau itu masih menjadi tempat tinggal orangutan, janganlah dikonversi. Walaupun secara umum bisa dikonversi. Ini harus dicek secara mikro dalam peta,” katanya.

Di luar perlindungan habitat, Jamartin juga mendorong penguatan sistem pencegahan karhutla.

Ia menilai pemerintah dan berbagai pihak selama ini masih kerap bergerak setelah kebakaran terjadi, padahal upaya pencegahan jauh lebih murah dan efektif.

Karena itu, early warning system, kesiapan anggaran kebencanaan, serta langkah pencegahan berdasarkan indikator cuaca perlu diperkuat.

Jamartin menilai perhatian pemerintah terhadap lingkungan saat ini sudah menunjukkan perkembangan.

“Yang ada sekarang, menurut kami, sudah lebih baik dari sebelumnya, tetapi harus ditingkatkan,” ujarnya.

Ia berharap momentum perhatian pemerintah terhadap satwa tidak berhenti pada saat karhutla, tetapi berlanjut dalam kebijakan perlindungan habitat dan pencegahan kebakaran yang lebih konsisten.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kabut Asap Karhutla Lintas Negara, Seberapa Siap ASEAN Mengatasinya?

Kabut Asap Karhutla Lintas Negara, Seberapa Siap ASEAN Mengatasinya?

News | Senin, 14 September 2026 | 13:30 WIB

Pantau Satwa Terdampak Karhutla, Aksi Gibran Bisa Dorong Lahirnya SOP Khusus Saat Force Majeure

Pantau Satwa Terdampak Karhutla, Aksi Gibran Bisa Dorong Lahirnya SOP Khusus Saat Force Majeure

News | Senin, 14 September 2026 | 13:25 WIB

Karhutla Jadi Sorotan Dunia, Mengapa Respons Pemerintah Masih Santai?

Karhutla Jadi Sorotan Dunia, Mengapa Respons Pemerintah Masih Santai?

Your Say | Senin, 14 September 2026 | 16:10 WIB

Karhutla 2026 Lepaskan Jutaan Ton Karbon, Apa Dampaknya bagi Target Iklim Indonesia?

Karhutla 2026 Lepaskan Jutaan Ton Karbon, Apa Dampaknya bagi Target Iklim Indonesia?

News | Senin, 14 September 2026 | 11:29 WIB

Pemerintah Segel 50 Perusahaan, 27 Ribu Hektare Konsesi Terbakar

Pemerintah Segel 50 Perusahaan, 27 Ribu Hektare Konsesi Terbakar

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 08:24 WIB

Api Tak Menunggu Kontrak Sewa: Urgensi Pesawat Amfibi bagi Negeri Kepulauan

Api Tak Menunggu Kontrak Sewa: Urgensi Pesawat Amfibi bagi Negeri Kepulauan

Your Say | Senin, 14 September 2026 | 09:05 WIB

Terdampak Karhutla, Wisata Gunung Bromo Ditutup Total

Terdampak Karhutla, Wisata Gunung Bromo Ditutup Total

Foto | Senin, 14 September 2026 | 09:00 WIB

Terkini

Polemik Penggeledahan Rumah Tahfiz di Sukoharjo Kian Memanas, DPR Desak Pembentukan TGPF Independen

Polemik Penggeledahan Rumah Tahfiz di Sukoharjo Kian Memanas, DPR Desak Pembentukan TGPF Independen

News | Senin, 02 November 2026 | 01:02 WIB

KAI Mulai Buka Tiket Kereta untuk Perjalanan Desember 2026

KAI Mulai Buka Tiket Kereta untuk Perjalanan Desember 2026

Foto | Senin, 02 November 2026 | 00:11 WIB

SMK Nusantara Kembali Juara AXIS Nation Cup 2026

SMK Nusantara Kembali Juara AXIS Nation Cup 2026

Foto | Senin, 02 November 2026 | 00:09 WIB

Perang Dunia III di Depan Mata? Vladimir Putin: Rusia Siap Perang dengan Eropa

Perang Dunia III di Depan Mata? Vladimir Putin: Rusia Siap Perang dengan Eropa

News | Minggu, 01 November 2026 | 23:45 WIB

2 Juta Hektare Gambut Sumsel Punya Potensi Ekonomi, Bambu Betung dan Jelutung Diuji

2 Juta Hektare Gambut Sumsel Punya Potensi Ekonomi, Bambu Betung dan Jelutung Diuji

Sumsel | Minggu, 01 November 2026 | 23:42 WIB

Alex Marquez Persembahkan Podium untuk BK8 Gresini Racing di MotoGP Malaysia 2026

Alex Marquez Persembahkan Podium untuk BK8 Gresini Racing di MotoGP Malaysia 2026

Sport | Minggu, 01 November 2026 | 23:37 WIB

Nelayan Air Nyatoh Kehilangan Penghasilan, Tangkapan Ikan Teri Turun akibat Laut Keruh

Nelayan Air Nyatoh Kehilangan Penghasilan, Tangkapan Ikan Teri Turun akibat Laut Keruh

Sumsel | Minggu, 01 November 2026 | 23:29 WIB

Kecelakaan Maut Bus Penumpang Tabrak Truk Berat: 10 Orang Tewas dan 24 Luka

Kecelakaan Maut Bus Penumpang Tabrak Truk Berat: 10 Orang Tewas dan 24 Luka

News | Minggu, 01 November 2026 | 23:00 WIB

Pura-pura Ban Motor Bocor, Pria di Bandar Lampung Diduga Bunuh Sepupunya

Pura-pura Ban Motor Bocor, Pria di Bandar Lampung Diduga Bunuh Sepupunya

Lampung | Minggu, 01 November 2026 | 22:48 WIB

Viral Pasien Lansia Terlantar di Teras Puskesmas Bantarujeg, Ini Kronologinya

Viral Pasien Lansia Terlantar di Teras Puskesmas Bantarujeg, Ini Kronologinya

Jabar | Minggu, 01 November 2026 | 22:44 WIB

×