- Yahya Zaini, menolak isu penghapusan BPJS Kesehatan karena telah diatur di dalam UU.
- BPJS Kesehatan menghadapi defisit bulanan sebesar dua triliun rupiah akibat besarnya klaim pengobatan penyakit berat yang diterima.
- Pemerintah berkomitmen memberikan bantuan dana sebesar dua puluh triliun rupiah untuk mengatasi masalah defisit tersebut.
Lebih lanjut, ia juga mengingatkan agar Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) tidak diberi beban tugas di luar kapasitas utamanya agar fokus bisnis dan pelayanannya tidak terganggu.
"Saya minta KDMP tidak perlu dibebani tugas-tugas lain selain menjual kebutuhan pokok, nanti tugas utamanya tidak berhasil kalau terlalu banyak beban yang diberikan," pungkasnya.
Ramai di Mendsos
Diketahui, ramai di media sosial Threads narasi yang menyebut BPJS Kesehatan akan dihapus lalu dialihkan ke klinik Kesehatan Koperasi Merah Putih.
"Gila ada kabar BPJS mau dihapus, terus dialihin ke Klinik Kesehatan Koperasi Merah Putih! BPJS itu program terbaik yg pernah Indonesia punya, setara asuransi fasilitas lengkap. Solusi buat rakyat yg sakit dan bikin orang jadi ga takut berobat. Gila-gila koperasi sumpah!," tulis akun @arfz****** dilihat Suara.com, Senin (26/10/2026).
Unggahan itu telah mendapat 2,2 ribu komentar hingga 3,2 ribu share.