Soal Polemik Salat Idul Fitri di Lapangan, Nadirsyah Hosen Sebut Yang Berbeda Harus Bertenggang Rasa

Suara NTB Suara.Com
Selasa, 18 April 2023 | 18:41 WIB
Soal Polemik Salat Idul Fitri di Lapangan, Nadirsyah Hosen Sebut Yang Berbeda Harus Bertenggang Rasa
Ilustrasi umat muslim melaksanakan sholat. (Sumber foto: freepik)

NTB.Suara.com-  Terkait Polemik Salat Idul Fitri di lapangan mengundang respons dari berbagai kalangan. Seperti halnya dengan Profesor Nadirsyah Hosen, Rais Syuriah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Australia-New Zealand.

Profesor Nadirsyah Hosen ikut angkat bicara mengenai keputusan pemerintah daerah yang tidak memperbolehkan Muhammadiyah menggunakan fasilitas umum.

Seperti diketahui, polemik itu muncul lantaran Wali Kota Pekalongan HA Ahfan Arslan Djunaid melarang Muhammadiyah menggunakan lapangan Mataram. Kemudian, Wali kota Sukabumi H Achmad Fahmi juga melarang Muhammadiyah menggunakan Lapangan Merdeka.

Adapun alasan dua kepala daerah itu sama, bahwa lapangan akan digunakan untuk Salat Idul Fitri hasil dari sidang isbat atau keputusan dari pemerintah terkait jatuhnya 1 syawal 1444 H.

Menurut Profesor Nadirsyah Hosen, toleransi dalam beragama itu mudah. Saat pemerintah mengizinkan lebarannya berbeda, maka dimulai juga dengan sikap tenggang rasa itu termasuk dalam Salat Ied.

"Dlm fiqh, lebaran itu ikut keputusan pemerintah. Secara aturan bermasyarakat, Pemerintah gak boleh melarang yg lebarannya berbeda. Tapi yg berbeda jg harus bertenggang rasa. Pakai fasilitas sendiri aja. Jgn pakai fasilitas publik atau milik pemerintah. Gampang kan toleransi itu," kata  Gus Nadirsah Hosen dikuti dari akun Twitter @na_dirs.

Gus Nadirsyah Hosen juga kembali menegaskan soal tenggang rasa yang dimaksudkannya tersebut.

"Bukan cuma soal lapangan Salat Ied, tapi juga takbiran dan makan opor ayam, bertenggang rasa karena masih ada yang Lebarannya baru besok. Ini kalau lebarannya beda lho. Tunggu keputusan sidang Isbat," ucapnya.

Sebagai informasi, Muhammadiyah menggelar Salat Idul Fitri pada 21 April 2023. Sementara, Nahdlatul Ulama akan menetapkan 1 Syawal 1444 H pada 22 April 2023. (Riadin Asy/*)

Baca Juga: Jangan Asal Dibuang, Ini 3 Kegunaan dari Dust Jacket Book

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI