Industri Jasa Keuangan Ikut Keroyok Masalah Anak Tumbuh Kerdil di NTB

Suara NTB | Suara.com

Jum'at, 28 Juli 2023 | 19:37 WIB
Industri Jasa Keuangan Ikut Keroyok Masalah Anak Tumbuh Kerdil di NTB
Wakil Gubernur NTB, Hj Sitti Rohmi Djalilah (kanan dua), menerima bantuan untuk penanganan stunting. (Sumber foto: Diskominfotik NTB)

NTB.Suara.com - Pemerintah Provinsi NTB mentargetkan angka stunting mencapai 14 persen pada 2023. Berbagai pihak ikut mendukung upaya tersebut, salah satunya industri jasa keuangan ikut keroyok masalah anak tumbuh kerdil akibat kekurangan asupan gizi tersebut.

Sebagai bentuk dukungannya dalam menekan angka stunting, industri jasa keuangan menyerahkan bantuan berupa 11 unit alat antropometri senilai Rp147.925.965 dan telur sebanyak 183.960 butir.

Bantuan tersebut diserahkan oleh sejumlah perwakilan industri jasa keuangan kepada Wakil Gubernur NTB, Hj Sitti Rohmi Djalilah, di kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) NTB, pada Jumat (27/3/2023). 

"Terima kasih atas bantuan antropometri dan makanan tambahan pangan padat gizi untuk pencegahan stunting berupa telur. Penanganan stunting menjadi PR kita bersama," ucap Ummi Rohmi sapaan akrab Wakil Gubernur NTB.

Selain dukungan dari berbagai lembaga, Pemerintah Provinsi NTB juga sudah meluncurkan Gerakan Bakti Stunting dengan melibatkan posyandu yang ada di seluruh kabupaten/kota.

Bakti Stunting dilaksanakan melalui pemenuhan protein hewani bagi bayi dan balita terutama telur, yang paling mudah dijangkau masyarakat. Kegiatan serupa akan dilaksanakan juga di seluruh kabupaten/kota se-NTB.

Posyandu juga direvitalisasi menjadi posyandu keluarga. Upaya tersebut sebagai salah satu program unggulan yang terus dipercepat oleh Pemerintah Provinsi NTB.

Dengan cara merevitalisasi posyandu dan sinergi semua pihak, termasu di dalamnya sektor industri jasa keuangan diharapkan angka stunting di NTB, terus bergerak turun.

Data e-PPGBM tercatat trend angka stunting di NTB terus mengalami penurunan, yakni pada 2019 sebesar 25,5 persen turun menjadi 23,03 persen pada 2020. Angka tersebut kembali turun menjadi 19,23 persen pada 2021 dan turun lagi menjadi 16,84 persen pada 2022. (*)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ketua REI NTB Merasa Dirugikan oleh Kepala BPKAD Lombok Barat

Ketua REI NTB Merasa Dirugikan oleh Kepala BPKAD Lombok Barat

| Kamis, 27 Juli 2023 | 06:51 WIB

Pedagang Lalapan Asal Sumatera Selatan Curi Uang Rp360 Juta, Polda NTB Berhasil Meringkus di Rumah Kos

Pedagang Lalapan Asal Sumatera Selatan Curi Uang Rp360 Juta, Polda NTB Berhasil Meringkus di Rumah Kos

| Senin, 24 Juli 2023 | 18:30 WIB

Sirkuit Mandalika Lombok Jadi Arena Kampanye Kendaraan Listrik

Sirkuit Mandalika Lombok Jadi Arena Kampanye Kendaraan Listrik

| Senin, 24 Juli 2023 | 08:01 WIB

Terkini

Mahasiswa Geruduk Kejari dan PN Bogor, Pertanyakan Penanganan Perkara Julia binti Djohar Tobing

Mahasiswa Geruduk Kejari dan PN Bogor, Pertanyakan Penanganan Perkara Julia binti Djohar Tobing

Jabar | Rabu, 06 Mei 2026 | 22:39 WIB

Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru

Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 22:30 WIB

Siapa Pendiri PO ALS? Kisah Bus Legendaris Sumatera di Balik Tragedi Muratara

Siapa Pendiri PO ALS? Kisah Bus Legendaris Sumatera di Balik Tragedi Muratara

Sumsel | Rabu, 06 Mei 2026 | 22:28 WIB

Pengangguran Masih Tinggi di Kabupaten Serang

Pengangguran Masih Tinggi di Kabupaten Serang

Banten | Rabu, 06 Mei 2026 | 22:24 WIB

Tips Memilih Susu Berkualitas, Nutrisionis: Perhatikan Sumber dan Kandungannya

Tips Memilih Susu Berkualitas, Nutrisionis: Perhatikan Sumber dan Kandungannya

Health | Rabu, 06 Mei 2026 | 22:21 WIB

Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate

Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 22:10 WIB

WU The Series Akhirnya Tayang, Intip Sinopsis dan Deretan Bintangnya

WU The Series Akhirnya Tayang, Intip Sinopsis dan Deretan Bintangnya

Entertainment | Rabu, 06 Mei 2026 | 22:00 WIB

Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?

Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 21:56 WIB

Mengolah Sampah Organik Jadi Bernilai Ekonomi, Ini Langkah Sederhananya

Mengolah Sampah Organik Jadi Bernilai Ekonomi, Ini Langkah Sederhananya

Lifestyle | Rabu, 06 Mei 2026 | 21:43 WIB

Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus

Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 21:43 WIB