Daya Beli Lesu Hantam Industri Elektronik, Jurus 'Inovasi Hemat Energi' Jadi Andalan

Ha Sang-chulPresiden LG Electronics Indonesia.

Daya Beli Lesu Hantam Industri Elektronik, Jurus 'Inovasi Hemat Energi' Jadi Andalan
Presiden LG Electronics Indonesia, Ha Sang-chul. (Suara.com /dok. pribadi)
baca 10 detik
  • Masyarakat Indonesia sangat cepat mengadopsi teknologi digital dan rumah pintar.
  • Pertumbuhan industri elektronik terhambat oleh lemahnya daya beli konsumen.
  • Inovasi yang berkelanjutan dan berkualitas menjadi kunci memenangkan pasar saat ini.

Suara.com - Adopsi teknologi digital di Indonesia terbilang pesat, yang turut mendorong produsen alat elektronik untuk terus melakukan gebrakan baru dalam berinovasi.

Dalam data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), penetrasi internet secara nasional mencapai 80,66 persen. 

Secara bersamaan, generasi milenial dan Gen Z, sebagai generasi yang techsavvy, terus mengubah arti dari gaya hidup digital.

Integrasi teknologi yang semakin dalam di keseharian ini terbukti mengubah cara orang Indonesia dalam beraktivitas, bekerja, dan berbelanja.

Mengingat peran teknologi sudah tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari, survei terbaru
menunjukkan masyarakat Indonesia bersikap terbuka dengan inovasi baru.

Lebih dari 60 persen menggunakan kecerdasan buatan generatif untuk menjaga wellness dan membuat menu makanan yang terpersonalisasi.

Ini menjadi tanda bahwa inovasi sangat diterima masyarakat untuk mencapai kehidupan yang lebih baik.

Penggunaan teknologi digital secara masif juga tercermin dari tren rumah pintar yang sedang
berkembang.

Kekinian, mengutip data dari Digital 2025: Indonesia, 11 juta rumah di Indonesia dilengkapi perangkat pintar, naik 14,7% dari tahun lalu.

Pasar rumah pintar pun dapat berkembang dari USD1,31 miliar pada 2023, menjadi
USD6,89 miliar pada 2030.

Sejalan dengan tren ini, ekosistem Internet of Things (IoT) diperkirakan akan mencapai USD40 miliar pada 2025.

Potensi pertumbuhan ini membuka peluang baru akan gaya hidup dan infrastruktur yang semakin terhubung dan cerdas.

Inovasi di tengah lemahnya daya beli

Namun, walau terjadi percepatan adopsi teknologi digital, industri elektronik dalam negeri justru
menghadapi tantangan besar.

Hingga Agustus 2025, permintaan industri hanya pulih sekitar 70%–80%, dari volume tahun sebelumnya yang terjadi di hampir semua lini produk.

Penurunan ini sangat dipengaruhi oleh melemahnya daya beli, di mana setengah dari penduduk Indonesia mengkhawatirkan ekonomi yang tidak stabil dan kenaikan biaya hidup yang signifikan.
Akibatnya, banyak yang menekan pengeluaran.

Kondisi makroekonomi ini, memberi sinyal masa depan industri elektronik Indonesia tidak
hanya akan ditentukan oleh inovasi.

Selain inovasi, juga turut ditentukan sejauh mana para pelaku industri mampu
beradaptasi terhadap prioritas konsumen dan kondisi ekonomi yang terus berubah.

Salah satu perubahan perilaku konsumen yang paling signifikan saat ini adalah pengaruh dari
aspek-aspek lingkungan yang semakin kuat terhadap keputusan pembelian.

Ini menunjukkan bahwa keberlanjutan tidak lagi menjadi preferensi bagi segelintir orang, namun telah menjadi ekspektasi konsumen luas.

Tren ini menjadi tantangan dan peluang bagi pelaku industri yang dituntut untuk menciptakan
inovasi yang tidak hanya menumbuhkan bisnis, tetapi juga berdampak positif.

LG Electronics Indonesia misalnya, selama 35 tahun terakhir, fokus pada tiga pilar utama: (1) Inovasi berdampak positif; (2) kualitas tanpa kompromi; (3) serta kepercayaan yang dibangun melalui
kepemimpinan yang beretika dan memperhatikan keberlanjutan bisnis.

Inovasi harus relevan dan bertanggung jawab. Dalam perusahaan kami, setiap teknologi dirancang agar bisa memecahkan masalah di dalam keseharian, meningkatkan kualitas hidup, serta mendukung gaya hidup berkelanjutan.

Filosofi ini menjadi pedoman kami dalam mengembangkan produk dan menjalankan investasi di Indonesia.

Berangkat dari filosofi tersebut, kami fokus menciptakan solusi yang cerdas, tahan lama, dan
hemat energi di seluruh jajaran produk.

Misalnya, mesin cuci kami mengoptimalkan proses pencucian dengan penggunaan air dan listrik yang minimal.

Lalu, lemari es kami menjaga makanan segar lebih lama tanpa membuat tagihan listrik membengkak.

Ini semua menjadi cara kami memberdayakan pengguna dan membantu mereka menghemat sumber daya.

Kami juga memanfaatkan pemahaman mendalam terhadap karakteristik dari pasar-pasar di Asia, termasuk Indonesia, untuk mengembangkan produk yang benar-benar sesuai gaya hidup lokal.

Lemari es multi door, misalnya, kami dirancang khusus dengan kapasitas penyimpanan makanan segar yang lebih besar, desain compact namun tetap fungsional untuk dapur Indonesia, serta fitur-fitur yang mencerminkan kebiasaan masyarakat dalam menyimpan dan menyajikan makanan.

Contoh lainnya, LG AI TV merupakan wujud inovasi yang dapat memperkaya kehidupan sehari-hari. Berkat LG AI Magic Remote berbasis Large Language Model (LLM), TV ini bisa memahami
perintah suara yang kompleks dari berbagai bahasa, termasuk Bahasa Indonesia.

Fungsi tersebut benar-benar melampaui ekspektasi konsumen akan instruksi yang biasa diberikan ke perangkat pintar untuk menciptakan pengalaman yang lebih intuitif dan terpersonalisasi.

Agar dapat mendorong kemajuan secara maksimal, inovasi perlu dilengkapi kualitas yang tak
tertandingi, mulai dari tahap produksi hingga layanan purnajual.

Komitmen kami akan kualitas tidak hanya berlaku di kegiatan produksi, tetapi juga saat proses
instalasi, servis produk, dan pelayanan pelanggan.

Karena itulah, kami berinvestasi secara besar-besaran dalam mengembangkan keahlian teknisi lokal melalui LG HVAC Academy, yang menjadi fondasi kami dalam melakukan transfer ilmu dan mendukung kesiapan Industri 4.0.

Program khusus ini membekali teknisi dan mitra kami di Indonesia dengan pengetahuan untuk
memasang, memelihara, dan mengoptimalkan sistem HVAC yang kompleks guna memastikan
setiap layanan kami mencerminkan keandalan dan keunggulan dari LG.

Dengan menanamkan keahlian global ke dalam operasi lokal, LG membantu mengembangkan talenta, memperkuat ekosistem pemasok, dan memperkuat posisi Indonesia dalam rantai nilai internasional, sekaligus ikut mendukung visi “Making Indonesia 4.0”.

Tak ketinggalan, kami memahami bahwa kepercayaan diperoleh melalui kinerja yang konsisten, etika bisnis, dan perhatian yang tulus terhadap masyarakat.

Sebuah peluang

Transformasi digital di Indonesia menciptakan peluang luar biasa yang dapat dimaksimalkan dengan inovasi bermakna, kualitas tanpa kompromi, dan kepemimpinan berintegritas.

Dengan tumbuhnya tingkat kepedulian konsumen terhadap keberlanjutan, hanya perusahaan yang bisa memadukan teknologi dengan nilai-nilai yang penting bagi pelanggan, dan menggabungkan pertumbuhan bisnis dengan tanggung jawab sosial, yang akan berada di depan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Drama Sepak Bola Korsel: dari Kritik Pemain hingga Pelatih yang Kabur!

Drama Sepak Bola Korsel: dari Kritik Pemain hingga Pelatih yang Kabur!

Your Say | Sabtu, 04 Juli 2026 | 20:00 WIB

Sharp Target Penjualan Naik 20% Lewat Promo Spektakuler di Jakarta Fair 2026

Sharp Target Penjualan Naik 20% Lewat Promo Spektakuler di Jakarta Fair 2026

Tekno | Sabtu, 04 Juli 2026 | 11:37 WIB

Disambut Penonton BIFAN 2026, Film 402 Rumah Sakit Angker Korea Gelar Premiere

Disambut Penonton BIFAN 2026, Film 402 Rumah Sakit Angker Korea Gelar Premiere

Entertainment | Sabtu, 04 Juli 2026 | 08:46 WIB

Piala Dunia 2026 dan Nestapa Korea Selatan yang Kembali Harus Menanggung Beban Prestasi Semu

Piala Dunia 2026 dan Nestapa Korea Selatan yang Kembali Harus Menanggung Beban Prestasi Semu

Your Say | Kamis, 02 Juli 2026 | 10:16 WIB

Hong Myung-bo Ditolak Restoran hingga Kena Ancaman Pembunuhan usai Korsel Tersingkir di Piala Dunia

Hong Myung-bo Ditolak Restoran hingga Kena Ancaman Pembunuhan usai Korsel Tersingkir di Piala Dunia

Bola | Rabu, 01 Juli 2026 | 11:47 WIB

Tangis Son Heung-min Pecah Usai Korea Selatan Gagal Total di Piala Dunia 2026

Tangis Son Heung-min Pecah Usai Korea Selatan Gagal Total di Piala Dunia 2026

Bola | Selasa, 30 Juni 2026 | 01:49 WIB

LG UltraGear 45GX950A-B, Monitor OLED 45 Inci Cocok untuk Gamer Profesional

LG UltraGear 45GX950A-B, Monitor OLED 45 Inci Cocok untuk Gamer Profesional

Your Say | Selasa, 30 Juni 2026 | 07:25 WIB

Review Husbands in Action: Detektif dan Dokter Hewan Lawan Sindikat Jahat!

Review Husbands in Action: Detektif dan Dokter Hewan Lawan Sindikat Jahat!

Your Say | Senin, 29 Juni 2026 | 17:35 WIB

Presiden Korea Selatan Ikut Kritik Hong Myung-bo, Pelatih Taeguk Warriors Resmi Mengundurkan Diri

Presiden Korea Selatan Ikut Kritik Hong Myung-bo, Pelatih Taeguk Warriors Resmi Mengundurkan Diri

Bola | Senin, 29 Juni 2026 | 10:08 WIB

OJK Ungkap Ancaman Baru Perbankan: Daya Beli Turun, PHK Naik, Risiko Kredit Membesar

OJK Ungkap Ancaman Baru Perbankan: Daya Beli Turun, PHK Naik, Risiko Kredit Membesar

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 08:56 WIB

Terkini

Perlindungan Anak Dimulai dari Telinga yang Mau Mendengar dan Mata yang Mau Peduli

Perlindungan Anak Dimulai dari Telinga yang Mau Mendengar dan Mata yang Mau Peduli

Opini | Kamis, 25 Juni 2026 | 15:28 WIB

Byar Pet Gegara Batubara, Momentum Pengembangan Energi Gelombang

Byar Pet Gegara Batubara, Momentum Pengembangan Energi Gelombang

Opini | Rabu, 24 Juni 2026 | 13:08 WIB

Jangan Gegabah Memasukkan Jurnalisme ke UU Hak Cipta

Jangan Gegabah Memasukkan Jurnalisme ke UU Hak Cipta

Opini | Senin, 22 Juni 2026 | 12:55 WIB

Portugal, Monolog Panjang yang Tak Menggugah

Portugal, Monolog Panjang yang Tak Menggugah

Opini | Kamis, 18 Juni 2026 | 11:44 WIB

Bapas: Dikenal Jarang, Dibuang Sayang

Bapas: Dikenal Jarang, Dibuang Sayang

Opini | Rabu, 17 Juni 2026 | 12:33 WIB

Moratorium SPPG Harus Jadi Momentum Audit Nasional, Bukan Sekadar Stop Dapur Baru

Moratorium SPPG Harus Jadi Momentum Audit Nasional, Bukan Sekadar Stop Dapur Baru

Opini | Selasa, 16 Juni 2026 | 12:00 WIB

'Perang Senyap' Terhadap Rupiah, Operasi Destabilisasi Ekonomi di Balik Narasi '1998 Redux'

'Perang Senyap' Terhadap Rupiah, Operasi Destabilisasi Ekonomi di Balik Narasi '1998 Redux'

Opini | Rabu, 10 Juni 2026 | 13:56 WIB

Kampus Mengukur Masa Depan dengan Penggaris Lama

Kampus Mengukur Masa Depan dengan Penggaris Lama

Opini | Rabu, 03 Juni 2026 | 10:36 WIB

Do You Speak French? Mengenang Sumitro Djojohadikusumo

Do You Speak French? Mengenang Sumitro Djojohadikusumo

Opini | Selasa, 02 Juni 2026 | 17:22 WIB

Sapi Kurban Presiden Prabowo: Berisik di Elite Tapi Justru Untungkan Alit

Sapi Kurban Presiden Prabowo: Berisik di Elite Tapi Justru Untungkan Alit

Opini | Jum'at, 29 Mei 2026 | 11:12 WIB

×