Gen Z, Homeless Media, dan Kesadaran akan Kebenaran Informasi

Rendy Adrikni Sadikin | Suara.com

Senin, 19 Januari 2026 | 12:23 WIB
Gen Z, Homeless Media, dan Kesadaran akan Kebenaran Informasi
Olivia Lewi Pramesti, Dosen FISIP Universitas Atma Jaya Yogyakarta.(Suara.com)
  • Studi Gen Z menunjukkan preferensi tinggi terhadap konten visual menarik dari homeless media di media sosial daripada berita formal.
  • Homeless media tumbuh pesat sebagai sumber informasi lokal, seringkali mengutamakan kecepatan informasi yang berisiko menimbulkan misinformasi.
  • Fenomena clickbait dan news abuse di homeless media mencerminkan pendekatan mirip jurnalisme tabloid yang minim verifikasi konten.

News Abuse, Sebuah Konsekuensi

Salah satu fenomena menarik yang terjadi di Korea Selatan adalah news abuse. Kwak, Hong, C Lee (dalam Pramesti, 2023) menjelaskan bahwa news abuse adalah penyalahgunaan berita dengan menyalin berita yang viral tanpa izin, dan disebarluaskan dengan harapan klik pengguna.

Berdasarkan riset penulis, news abuse ini juga terjadi di Indonesia, dan dilakukan oleh pengelola akun homeless media. Kendati saat mengupload berita dituliskan sumber beritanya, namun sering kali produsen berita kurang memperhatikan betul kebenaran informasi ini. Akhirnya kecepatan unggahan dan penyebaran informasi menjadi hal yang diprioritaskan.

News abuse ini sangat rentan sekali pada misinformasi, konten palsu, bahkan ujaran kebencian. Riyanto (2024) mengemukakan meski homeless media mampu mendukung partisipasi publik, dan memberikan informasi real time, namun homeless media dapat memperkuat stereotipe berbahaya dan menyebarkan informasi salah.

Kutipan ini terkonfirmasi ketika penulis mengamati beberapa akun homeless media di Instagram, pengelola sering mengonfirmasi bahwa konten adalah hoaks, dan banyak komentar- komentar netizen yang kadang mengonfirmasi informasi yang salah.

Tentu saja news abuse ini bisa membuat panik masyarakat. Dari konten yang dikonsumsi justru membuat pengguna overthinking, dan bisa terarah pada opini yang yang sesat. Hal ini berbanding terbalik dari esensi kegiatan jurnalistik, di mana jurnalistik bertujuan memberikan informasi yang benar dan menyejahterakan masyarakat.

Tanpa disadari, sebenarnya homeless media ini turut melakukan kegiatan jurnalistik ini, hanya saja belum didasari pengetahuan dan etika soal jurnalistik atau media. Pramesti (2022) mengemukakan bahwa content creator media sosial lebih mengutamakan kemampuan mereka di bidang digital, dan sering abai pada etika konten.

Kesadaran akan Kebenaran Informasi

Di sisi lain, hadirnya homeless media turut menjadi keresahan pelaku media arus utama. Berita yang diproduksi dengan proses ketat dan benar, justru tidak banyak dikonsumsi Gen Z. Bahkan, berita yang diunggah di akun homeless media yang dicomot dari berita arus utama, lebih mendapatkan banyak engagement dari pembaca.

Hal ini menjadi refleksi khususnya bagi pelaku homeless media untuk melakukan strategi konten yang tentunya bisa membuat masyarakat cerdas dan sejahtera. Kesadaran pada kebenaran menjadi fondasi bagi seluruh produsen informasi. Kebenaran informasi ini ditemukan pada jurnalisme tradisional di mana proses pemuatan informasi didasarkan prinsip verifikasi dan akurasi yang ketat.

Kedua prinsip ini menjadi prinsip penting untuk menghasilkan berita benar dan juga mencerdaskan pengguna media sosial. Kesadaran ini pastinya akan dipertimbangkan menjadi faktor utama penyebaran informasi dibandingkan kecepatan. Hal yang menarik dari Kovach dan Rosenstiel (2014) soal esensi jurnalisme intelektual yang menurut penulis sangat bisa diaplikasikan oleh pelaku homeless media.

Pertama, jangan membuat informasi palsu sebelum tahu kebenarannya. Kedua, jangan menipu khalayak bila belum melakukan konfirmasi apapun. Konfirmasi bisa dilakukan dengan melihat langsung kejadiannya. Ketiga, informasi harus transparan, disertai sumber yang kredibel atas informasi. Keempat, liputan langsung adalah liputan yang terbaik. Dan kelima, kerendahan hati untuk mendengarkan cerita orang lain untuk menghindari kesalahan. Komentar dari pengguna atas sebuah konten, semestinya perlu ditanggapi dengan bijak dan dikonfirmasi kebenarannya.

Esensi jurnalisme intelektual ini penting untuk meningkatkan literasi digital pada konten-konten yang dikonsumsi Gen Z. Pelaku homeless media memiliki peluang untuk menjadi garda depan informasi, hanya perlu dibarengi dengan fondasi kuat yakni menyebarkan berita benar dan utuh. Untuk penguatan fondasi tersebut, kolaborasi dengan pelaku media arus utama sangat dibutuhkan.

Olivia Lewi Pramesti, M. A
Dosen FISIP Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dari Cemas Jadi Percaya Diri, Perjalanan Ibu di Era Gen Z Berubah

Dari Cemas Jadi Percaya Diri, Perjalanan Ibu di Era Gen Z Berubah

Lifestyle | Jum'at, 24 April 2026 | 09:06 WIB

Generasi Z dan Ilusi Kesuksesan Modern: Jabatan Masih Relevan Nggak Sih?

Generasi Z dan Ilusi Kesuksesan Modern: Jabatan Masih Relevan Nggak Sih?

Your Say | Jum'at, 24 April 2026 | 08:05 WIB

Gen Z Ternyata Penyelamat Literasi? Membongkar Paradoks di Balik Tren Membaca Saat Ini

Gen Z Ternyata Penyelamat Literasi? Membongkar Paradoks di Balik Tren Membaca Saat Ini

Your Say | Kamis, 23 April 2026 | 16:37 WIB

Lawan Algoritma e-Commerce Lewat Kurasi Keras: Rahasia Pak Sammy Jaga Nyawa Woodstock di Pasar Santa

Lawan Algoritma e-Commerce Lewat Kurasi Keras: Rahasia Pak Sammy Jaga Nyawa Woodstock di Pasar Santa

News | Kamis, 23 April 2026 | 10:49 WIB

BRI Life Incar Pasar Gen Z Lewat Asuransi MODI

BRI Life Incar Pasar Gen Z Lewat Asuransi MODI

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 08:13 WIB

Eco-Anxiety di Kalangan Gen Z Meningkat, Ancaman atau Justru Pemicu Aksi Lingkungan?

Eco-Anxiety di Kalangan Gen Z Meningkat, Ancaman atau Justru Pemicu Aksi Lingkungan?

Lifestyle | Selasa, 21 April 2026 | 14:15 WIB

Kartini Reborn: Perempuan Gen Z dan Hak untuk Menentukan Hidup

Kartini Reborn: Perempuan Gen Z dan Hak untuk Menentukan Hidup

Your Say | Selasa, 21 April 2026 | 14:35 WIB

Jadi Perempuan di Era Gen Z: Melanjutkan Mimpi Kartini dengan Cara Kita

Jadi Perempuan di Era Gen Z: Melanjutkan Mimpi Kartini dengan Cara Kita

Your Say | Selasa, 21 April 2026 | 13:00 WIB

Dari Surat Kartini ke Story Instagram: Cara Gen Z Menyuarakan Emansipasi

Dari Surat Kartini ke Story Instagram: Cara Gen Z Menyuarakan Emansipasi

Your Say | Selasa, 21 April 2026 | 11:20 WIB

Dana Kelola Reksa Dana Makin Tumbuh, OJK Bidik Gen Z Investasi dari Rp10 Ribu

Dana Kelola Reksa Dana Makin Tumbuh, OJK Bidik Gen Z Investasi dari Rp10 Ribu

Bisnis | Selasa, 21 April 2026 | 07:50 WIB

Terkini

Pustakawan, 'Makcomblang' Literasi, dan Ancaman Halusinasi AI

Pustakawan, 'Makcomblang' Literasi, dan Ancaman Halusinasi AI

Opini | Sabtu, 18 April 2026 | 08:05 WIB

Menepis Hoaks Izin Lintas Udara: Strategi Cerdik Prabowo Mengunci AS, Rusia, dan China

Menepis Hoaks Izin Lintas Udara: Strategi Cerdik Prabowo Mengunci AS, Rusia, dan China

Opini | Rabu, 15 April 2026 | 12:29 WIB

Cikeas, Anies, dan Seni Menyembunyikan Politik di Balik Kata 'Tidak Diundang'

Cikeas, Anies, dan Seni Menyembunyikan Politik di Balik Kata 'Tidak Diundang'

Opini | Jum'at, 27 Maret 2026 | 16:32 WIB

Wasiat Jurgen Habermas untuk Bos dan Manajer Perusahaan agar Kantor Tak Jadi Penjara

Wasiat Jurgen Habermas untuk Bos dan Manajer Perusahaan agar Kantor Tak Jadi Penjara

Opini | Senin, 16 Maret 2026 | 12:47 WIB

Momentum Ramadan: Mengubah Tragedi 'Perang Sarung' Menjadi Ruang Kreasi Melalui Masjid Ramah Anak

Momentum Ramadan: Mengubah Tragedi 'Perang Sarung' Menjadi Ruang Kreasi Melalui Masjid Ramah Anak

Opini | Senin, 02 Maret 2026 | 14:26 WIB

Di Balik Valentine: Memaknai Ulang Cinta, Mencegah Femisida dalam Pacaran

Di Balik Valentine: Memaknai Ulang Cinta, Mencegah Femisida dalam Pacaran

Opini | Jum'at, 13 Februari 2026 | 13:31 WIB

Kasus YBS dan Keberpihakan Anggaran Perlindungan Anak

Kasus YBS dan Keberpihakan Anggaran Perlindungan Anak

Opini | Selasa, 10 Februari 2026 | 15:33 WIB

Jangan Tunggu Negara! Lindungi Dirimu Sendiri dari Serangan Kanker

Jangan Tunggu Negara! Lindungi Dirimu Sendiri dari Serangan Kanker

Opini | Rabu, 04 Februari 2026 | 19:05 WIB

Homeless Media dan Negosiasi Kredibilitas dalam Masyarakat Jaringan

Homeless Media dan Negosiasi Kredibilitas dalam Masyarakat Jaringan

Opini | Jum'at, 30 Januari 2026 | 16:35 WIB

Membedah Potensi Gangguan Asing terhadap Kondusivitas Negara

Membedah Potensi Gangguan Asing terhadap Kondusivitas Negara

Opini | Kamis, 22 Januari 2026 | 19:05 WIB