Dana Kelola Reksa Dana Makin Tumbuh, OJK Bidik Gen Z Investasi dari Rp10 Ribu

Dythia Novianty, Rina Anggraeni

Selasa, 21 April 2026 | 07:50 WIB
Dana Kelola Reksa Dana Makin Tumbuh, OJK Bidik Gen Z Investasi dari Rp10 Ribu
Ilustrasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). [ojk.go.id]
baca 10 detik
  • OJK mencatat nilai kelolaan Reksa Dana di Indonesia mencapai Rp1.084 triliun hingga Maret 2024 dengan tren pertumbuhan positif.
  • Generasi muda di bawah usia 30 tahun menjadi penggerak utama dengan kontribusi mencapai 54 persen dari total investor.
  • OJK meluncurkan Program PINTAR untuk meningkatkan edukasi investasi terjangkau bagi masyarakat guna mendukung pertumbuhan ekonomi nasional secara berkelanjutan.

Suara.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mendorong masyarakat, khususnya generasi muda, untuk semakin aktif berinvestasi di instrumen Reksa Dana.

Hingga Maret 2024, nilai dana kelolaan atau Asset Under Management (AUM) Reksa Dana di Indonesia telah mencapai angka fantastis sebesar Rp1.084 triliun.

Dalam hal ini, Kepala Departemen Pengawasan Pengelolaan Investasi dan Pasar Modal Regional (DPVR) OJK, M. Maulana, mengungkapkan bahwa angka tersebut mencerminkan pertumbuhan sebesar 3,97 persen dibandingkan posisi Desember tahun lalu. Meski demikian, potensi pasar modal Indonesia dinilai masih sangat besar untuk terus dieksplorasi.

"Kalau kita lihat data, total dana kelolaan Reksa Dana per Maret sudah mencapai Rp1.084 triliun. Kelihatannya besar, tetapi jika dibandingkan dengan PDB (Produk Domestik Bruto), angkanya baru sekitar 4 persen," ujar M. Maulana di Gedung BEI, Senin (20/4/2026).

Sebagai perbandingan, Maulana menyebutkan bahwa rasio dana kelolaan terhadap PDB di negara tetangga sudah jauh lebih tinggi, seperti Thailand yang mencapai 30 persen dan Malaysia sebesar 36 persen.

"Artinya, peluang kita untuk tumbuh masih sangat besar," tambahnya.

Generasi muda tak lagi memaknai karier dari jabatan, tetapi dari keseimbangan hidup dan makna kerja.
Ilustrasi Gen Z. (Pexel)

Data OJK menunjukkan tren positif dari sisi jumlah investor. Hingga saat ini, jumlah investor Reksa Dana telah menyentuh angka 23,5 juta orang, naik signifikan sekitar 8,14 persen dari posisi Desember sebelumnya yang berjumlah 19,2 juta orang.

Menariknya, Maulana memaparkan bahwa kelompok usia muda menjadi motor utama pertumbuhan ini. Sebanyak 54 persen investor Reksa Dana saat ini berusia di bawah 30 tahun. Hal ini membuktikan bahwa kesadaran finansial di kalangan Gen Z dan Milenial mulai meningkat pesat.

"Dengan jumlah penduduk produktif mencapai 196 juta orang, ruang pertumbuhan kita masih luas. Namun, tantangannya adalah literasi pasar modal kita masih 17 persen, sementara inklusinya baru 1,3 persen. Inilah yang perlu kita dorong bersama," bebernya.

baca juga

Guna menjembatani celah antara literasi dan inklusi, OJK bekerja sama dengan Asosiasi Pengelola Reksa Dana Indonesia (APRDI) menghadirkan Program PINTAR. Program ini dirancang untuk mengedukasi masyarakat agar berinvestasi secara rutin dan berkelanjutan.

Salah satu daya tarik utama program ini adalah aksesibilitasnya yang sangat terjangkau. Masyarakat dapat mulai berinvestasi dengan nominal minimal Rp10.000 secara rutin.

"Program PINTAR bertujuan membentuk investor yang sehat. Terbuka untuk umum tanpa batasan usia, dan ada program khusus untuk generasi muda. Kami ingin menanamkan bahwa investasi tidak harus mahal," jelasnya.

Lebih lanjut, Maulana menjelaskan bahwa pertumbuhan dana kelolaan Reksa Dana berdampak langsung pada perekonomian nasional.

Dana tersebut diinvestasikan kembali ke berbagai instrumen seperti saham, obligasi, hingga sukuk, baik di sektor korporasi maupun pemerintah.

Hal ini memberikan manfaat nyata bagi sektor swasta untuk ekspansi usaha dan pembukaan lapangan kerja, serta membantu pemerintah dalam pembiayaan pembangunan infrastruktur publik. Adapun, para calon investor agar terhindar dari investasi bodong. Ia menekankan prinsip 2L (Legal dan Logis).

"Pastikan berinvestasi pada lembaga yang memiliki izin resmi dari OJK (Legal), dan pastikan imbal hasil atau keuntungan yang dijanjikan masuk akal (Logis). Jangan mudah tergiur janji keuntungan besar dalam waktu singkat," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

OJK Sebut Banyak Orang Mulai Malas Bayar Cicilan Pindar

OJK Sebut Banyak Orang Mulai Malas Bayar Cicilan Pindar

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 18:06 WIB

OJK Masih Telusuri Pelanggaran Kasus Debt Collector Mandiri Tunas Finance

OJK Masih Telusuri Pelanggaran Kasus Debt Collector Mandiri Tunas Finance

Bisnis | Minggu, 12 April 2026 | 16:40 WIB

Awas, Kendaraan 'STNK Only' Bisa Jadi Awal Petaka! Ini Penjelasan OJK

Awas, Kendaraan 'STNK Only' Bisa Jadi Awal Petaka! Ini Penjelasan OJK

Bisnis | Minggu, 12 April 2026 | 15:53 WIB

Aturan Baru OJK Minta Bank Biayai MBG hingga KDMP, Purbaya Klaim APBN Masih Cukup

Aturan Baru OJK Minta Bank Biayai MBG hingga KDMP, Purbaya Klaim APBN Masih Cukup

Bisnis | Minggu, 12 April 2026 | 03:31 WIB

Cegah Efek Domino 'Bank Run', OJK Rilis Panduan Resmi Medsos bagi Perbankan

Cegah Efek Domino 'Bank Run', OJK Rilis Panduan Resmi Medsos bagi Perbankan

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 07:42 WIB

OJK Yakin Pasar Modal RI Kembali Dibanjiri Investor Setelah Status FTSE

OJK Yakin Pasar Modal RI Kembali Dibanjiri Investor Setelah Status FTSE

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 18:51 WIB

Terkini

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 23:24 WIB

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:22 WIB

×