Dukung Kendaraan Bermotor Listrik, Bos PLN Siap Kebut Infrastrukturnya

Selasa, 28 Januari 2020 | 18:00 WIB
Dukung Kendaraan Bermotor Listrik, Bos PLN Siap Kebut Infrastrukturnya
Sejumlah mobil listrik menunggu pengisian ulang baterai listrik di Stasiun Pengisian Cepat Baterai Kendaraan Listrik milik ABB di Balai Besar Teknologi Konversi Energi (B2TKE) BPPT. Sebagai ilustrasi pengisian baterai mobil listrik [ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/aww].

Suara.com - Direktur Utama PT PLN (Persero) Zulkifli Zaini berencana untuk terus mempercepat kesiapan sejumlah infrastruktur kelistrikan bagi Kendaraan Bermotor Listrik atau KBL.

Disebutkannya bahwa pentingnya Bahan Bakar Minyak atau BBM sampai kini sangat tinggi, hingga mengakibatkan defisit transaksi berjalan atau Current Account Deficit (CAD) Indonesia terus minus.

"PLN melakukan beberapa bentuk persiapan untuk kendaraan listrik, pengalihan transportasi darat berbasis energi impor atau BBM menjadi energi domestik atau listrik akan mengakselerasi pertumbuhan ekonomi," demikian papar Zulkifli Zaini dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VII DPR RI, di Gedung DPR Jakarta, Selasa (28/1/2020).

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kanan) didampingi pembalap Sean Gelael (kiri) berada dalam mobil listrik ketika mengikuti konvoi melintas di Jalan M.H. Thamrin, Jakarta, Jumat (20/9). [Suara.com/Arya Manggala]
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kanan) didampingi pembalap Sean Gelael (kiri) berada dalam mobil listrik ketika mengikuti konvoi melintas di Jalan M.H. Thamrin, Jakarta, Jumat (20/9). [Suara.com/Arya Manggala]

Zulkifli Zaini mengakui bahwa ada beberapa konsekuensi penggunaan BBM bagi perekonomian nasional, yaitu besarnya impor BBM akan ikut menyebabkan terpuruknya CAD Indonesia. Karena dari data yang ia miliki, impor BBM adalah penyumbang terbesar kedua defisit.

"Pada 2017 impor BBM sudah melebihi Rp 330 triliun atau sekitar 2 persen dari pertumbuhan ekonomi nasional. Jika tak ada program konservasi yang signifikan angka ini akan melonjak melebihi Rp 550 triliun pada 2025," demikian paparnya.

Maka dari itu perlu adanya penurunan impor BBM dengan cara melakukan konservasi transportasi darat berbahan bakar minyak menjadi kendaraan listrik atau KBL.

"Yang pasti energi domestik kelak sebagian besar kendaraan listrik kami proyeksikan akan menggunakan home charging. Sehingga dicharge di rumah dan kemungkinan besar sekitar 85 persen dari tipe charger akan menggunakan slow charging," detailnya menyoal persiapan PLN dalam menyediakan suplai tenaga bagi kendaraan non-emisi atau KBL.

Zulkifli Zaini pun menambahkan bahwa saat ini PLN telah membuat dokumen roadmap pengembangan infrastruktur kendaraan listrik 2020-2024 yang disahkan 2019. Isinya memuat tentang estimasi jumlah Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di tempat umum, dan selain itu PLN telah membangun showcase atau SPKLU uji coba di 4 kota, Jakarta, Tangerang, Bandung dan Denpasar.

Sebagai catatan, dalam menuju era masa depan dengan tunggangan KBL, kesiapan PLN ini termasuk dalam kegiatan membangun ekosistem KBL di Indonesia. Beberapa manufaktur otomotif telah meluncurkan produk hybrid dengan motor bertenaga bensin dan listrik, serta jenis tenaga listrik murni atau Electric Vehicle (EV).

Baca Juga: Ini Dia, Sayembara Uji Nyali Lepaskan Ban Sepeda Motor

Dan tidak sebatas untuk penggunaan pribadi, layanan jasa transportasi taksi pun telah siap dengan beberapa unit mobil EV. Tersedianya SPKLU di lokasi umum dan uji coba tentu semakin menumbuhkan wacana tentang energi terbarukan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 9 SMP dengan Kunci Jawaban dan Penjelasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Fiksi dan Eksposisi dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI