Dukung Kendaraan Bermotor Listrik, Bos PLN Siap Kebut Infrastrukturnya

RR Ukirsari Manggalani | Mohammad Fadil Djailani
Dukung Kendaraan Bermotor Listrik, Bos PLN Siap Kebut Infrastrukturnya
Sejumlah mobil listrik menunggu pengisian ulang baterai listrik di Stasiun Pengisian Cepat Baterai Kendaraan Listrik milik ABB di Balai Besar Teknologi Konversi Energi (B2TKE) BPPT. Sebagai ilustrasi pengisian baterai mobil listrik [ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/aww].

Infrastruktur untuk KBL disiapkan di lokasi umum maupun perumahan. Sehingga kebutuhan energi listrik makin mantap terpenuhi.

Suara.com - Direktur Utama PT PLN (Persero) Zulkifli Zaini berencana untuk terus mempercepat kesiapan sejumlah infrastruktur kelistrikan bagi Kendaraan Bermotor Listrik atau KBL.

Disebutkannya bahwa pentingnya Bahan Bakar Minyak atau BBM sampai kini sangat tinggi, hingga mengakibatkan defisit transaksi berjalan atau Current Account Deficit (CAD) Indonesia terus minus.

"PLN melakukan beberapa bentuk persiapan untuk kendaraan listrik, pengalihan transportasi darat berbasis energi impor atau BBM menjadi energi domestik atau listrik akan mengakselerasi pertumbuhan ekonomi," demikian papar Zulkifli Zaini dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VII DPR RI, di Gedung DPR Jakarta, Selasa (28/1/2020).

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kanan) didampingi pembalap Sean Gelael (kiri) berada dalam mobil listrik ketika mengikuti konvoi melintas di Jalan M.H. Thamrin, Jakarta, Jumat (20/9). [Suara.com/Arya Manggala]
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kanan) didampingi pembalap Sean Gelael (kiri) berada dalam mobil listrik ketika mengikuti konvoi melintas di Jalan M.H. Thamrin, Jakarta, Jumat (20/9). [Suara.com/Arya Manggala]

Zulkifli Zaini mengakui bahwa ada beberapa konsekuensi penggunaan BBM bagi perekonomian nasional, yaitu besarnya impor BBM akan ikut menyebabkan terpuruknya CAD Indonesia. Karena dari data yang ia miliki, impor BBM adalah penyumbang terbesar kedua defisit.

"Pada 2017 impor BBM sudah melebihi Rp 330 triliun atau sekitar 2 persen dari pertumbuhan ekonomi nasional. Jika tak ada program konservasi yang signifikan angka ini akan melonjak melebihi Rp 550 triliun pada 2025," demikian paparnya.

Maka dari itu perlu adanya penurunan impor BBM dengan cara melakukan konservasi transportasi darat berbahan bakar minyak menjadi kendaraan listrik atau KBL.

"Yang pasti energi domestik kelak sebagian besar kendaraan listrik kami proyeksikan akan menggunakan home charging. Sehingga dicharge di rumah dan kemungkinan besar sekitar 85 persen dari tipe charger akan menggunakan slow charging," detailnya menyoal persiapan PLN dalam menyediakan suplai tenaga bagi kendaraan non-emisi atau KBL.

Zulkifli Zaini pun menambahkan bahwa saat ini PLN telah membuat dokumen roadmap pengembangan infrastruktur kendaraan listrik 2020-2024 yang disahkan 2019. Isinya memuat tentang estimasi jumlah Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di tempat umum, dan selain itu PLN telah membangun showcase atau SPKLU uji coba di 4 kota, Jakarta, Tangerang, Bandung dan Denpasar.

Sebagai catatan, dalam menuju era masa depan dengan tunggangan KBL, kesiapan PLN ini termasuk dalam kegiatan membangun ekosistem KBL di Indonesia. Beberapa manufaktur otomotif telah meluncurkan produk hybrid dengan motor bertenaga bensin dan listrik, serta jenis tenaga listrik murni atau Electric Vehicle (EV).

Dan tidak sebatas untuk penggunaan pribadi, layanan jasa transportasi taksi pun telah siap dengan beberapa unit mobil EV. Tersedianya SPKLU di lokasi umum dan uji coba tentu semakin menumbuhkan wacana tentang energi terbarukan.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS