Dampak Coronavirus, Hyundai Stop Produksi di Negara Sendiri

RR Ukirsari Manggalani | Suara.com

Jum'at, 28 Februari 2020 | 16:00 WIB
Dampak Coronavirus, Hyundai Stop Produksi di Negara Sendiri
Hyundai Ioniq EV dalam Bangkok Motor Show 2019 yang telah merambah Indonesia untuk layanan taksi. Sebagai ilustrasi [Shutterstock].

Suara.com - COVID-19 atau Coronavirus masih menjadi nightmare atau mimpi buruk bagi perusahaan otomotif global. Terputusnya rantai pemasok komponen telah memaksa mereka menghentikan produksi tanpa adanya kejelasan kapan akan buka lagi.

Dikutip dari kantor berita Antara, seorang pegawai Hyundai Motor dinyatakan positif terinfeksi COVID-19, sehingga perusahaan terpaksa menghentikan produksi di salah satu pabriknya di Ulsan, Korea Selatan.

Yang membuat kondisi makin sedih, setelah kabar pegawai Hyundai terpapar virus, saham mereka turun lebih dari lima persen, sementara pasar otomotif Korea Selatan sendiri turun 2,6 persen, demikian dikutip kantor berita Antara dari NDTV, Jumat (28/2/2020).

Presiden Joko Widodo berikan tanda tangan untuk MoU Hyundai [Instagram: @jokowi].
Presiden Joko Widodo berikan tanda tangan untuk MoU Hyundai [Instagram: @jokowi].

Penutupan pabrik buat sementara itu sendiri adalah sebuah kemunduran Hyundai Motor Company, yang secara bertahap baru memulai kembali produksi di pabrik-pabrik lokal yang dilanda kekurangan suku cadang dari China akibat serangan Coronavirus.

Dan di luar China, Korea Selatan menjadi negara dengan kasus terbanyak soal menjangkitnya wabah ini. Dan kondisi tadi berpengaruh terhadap kelangsungan perusahaan-perusahaan ternamanya, seperti Samsung serta Hyundai.

"Perusahaan juga telah menempatkan kolega yang melakukan kontak dekat dengan karyawan terinfeksi dalam karantina dan mengambil langkah-langkah untuk memeriksa kesehatan mereka apakah kemungkinan terkena infeksi," demikian jelas Hyundai Motor pengumuman resminya.

Ulsan berjarak kurang dari satu jam dari Daegu, pusat wabah COVID-19 di Korea Selatan, dam Hyundai sendiri mengoperasikan lima pabrik mobil di Ulsan, dengan kapasitas produksi tahunan mencapai 1,4 juta kendaraan, atau hampir 30 persen dari produksi global Hyundai. Sementara jumlah pekerjanya di sana mencapai 34 ribu pegawai.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

China Mengungsi ke Inggris Akibat Corona, Richard: Bukan Keuntungan

China Mengungsi ke Inggris Akibat Corona, Richard: Bukan Keuntungan

Sport | Jum'at, 28 Februari 2020 | 11:50 WIB

Positif COVID-19, Wakil Presiden Masoumeh Ebtekar Peduli KBL

Positif COVID-19, Wakil Presiden Masoumeh Ebtekar Peduli KBL

Otomotif | Jum'at, 28 Februari 2020 | 10:31 WIB

Antisipasi Serangan Coronavirus, Begini Langkah Toyota Indonesia

Antisipasi Serangan Coronavirus, Begini Langkah Toyota Indonesia

Otomotif | Kamis, 20 Februari 2020 | 10:00 WIB

Terkini

Kontroversi Gerbong KRL, Mengupas Sisi Macho Menteri PPPA Arifah Fauzi Lewat Koleksi Garasinya

Kontroversi Gerbong KRL, Mengupas Sisi Macho Menteri PPPA Arifah Fauzi Lewat Koleksi Garasinya

Otomotif | Rabu, 29 April 2026 | 13:27 WIB

Pangkas Harga Produk Menjadi Senjata Kia Hadapi Dominasi BYD

Pangkas Harga Produk Menjadi Senjata Kia Hadapi Dominasi BYD

Otomotif | Rabu, 29 April 2026 | 13:15 WIB

Menperin: Subsidi Motor Listrik Sedang Dikaji

Menperin: Subsidi Motor Listrik Sedang Dikaji

Otomotif | Rabu, 29 April 2026 | 12:24 WIB

Fitur Canggih Mitsubishi Xforce yang Membuat Pengemudi Tidak Perlu Sering Keluar Mobil

Fitur Canggih Mitsubishi Xforce yang Membuat Pengemudi Tidak Perlu Sering Keluar Mobil

Otomotif | Rabu, 29 April 2026 | 11:47 WIB

Belajar dari Tragedi Stasiun Bekasi, Mobil Listrik Tak Bisa Didorong saat Mogok?

Belajar dari Tragedi Stasiun Bekasi, Mobil Listrik Tak Bisa Didorong saat Mogok?

Otomotif | Rabu, 29 April 2026 | 11:25 WIB

Babak Baru Kia Agar Lebih Kompetitif di Industri Otomotif Tanah Air

Babak Baru Kia Agar Lebih Kompetitif di Industri Otomotif Tanah Air

Otomotif | Rabu, 29 April 2026 | 11:21 WIB

Media China Ungkap Indonesia Siap Jadi Produsen Baterai Mobil Hybrid, Dua Raksasa Global Jadi Kunci

Media China Ungkap Indonesia Siap Jadi Produsen Baterai Mobil Hybrid, Dua Raksasa Global Jadi Kunci

Otomotif | Rabu, 29 April 2026 | 10:30 WIB

Terpopuler: Penyebab Mobil Mogok di Rel Kereta Api, Taksi Green SM Punya Siapa?

Terpopuler: Penyebab Mobil Mogok di Rel Kereta Api, Taksi Green SM Punya Siapa?

Otomotif | Rabu, 29 April 2026 | 06:50 WIB

Potret Kembaran Yamaha Grand Filano, Bodi Belakangnya Bengkak Bak Tersengat Tawon

Potret Kembaran Yamaha Grand Filano, Bodi Belakangnya Bengkak Bak Tersengat Tawon

Otomotif | Selasa, 28 April 2026 | 20:05 WIB

Seberapa Aman Beralih dari Dexlite ke Biosolar untuk Pengguna Mobil Diesel?

Seberapa Aman Beralih dari Dexlite ke Biosolar untuk Pengguna Mobil Diesel?

Otomotif | Selasa, 28 April 2026 | 19:10 WIB