facebook

Harga Mobkas Anjlok, Momentum Upgrade Mobil?

RR Ukirsari Manggalani | Manuel Jeghesta Nainggolan
Harga Mobkas Anjlok, Momentum Upgrade Mobil?
Ilustrasi pasar mobil second hand [Shutterstock].

Dengan budget sama mendapatkan produk naik kelas? Peluang ini bisa didapat saat pandemi Covid-19. Bisa dapat mobkas atau mobil bekas berharga cantik.

Suara.com - Pandemi Virus Corona jenis baru atau Covid-19 turut mempengaruhi penjualan mobil bekas atau mobkas di Indonesia. Namun, situasi seperti ini juga bisa menjadi momentum konsumen untuk melakukan upgrade atau pembaruan atas mobil yang dimiliki mereka

President Director Mobil88, Halomoan Fischer mengatakan bahwa konsumen menengah atas memiliki motivasi bahwa kini adalah saatnya membeli mobil karena murah. Contohnya, mungkin tadinya seorang konsumen sudah mengincar Toyota Fortuner, nah sekarang jadi momentum mendapatkan unit incaran dengan harga yang lebih murah.

Sebuah mobil Toyota Fortuner di pameran otomotif tahun 2014 lalu. [Shutterstock]
Sebuah mobil Toyota Fortuner di pameran otomotif tahun 2014 lalu. Sebagai ilustrasi [Shutterstock]

"Kami melihatnya bahwa ini adalah peluang, beli mobil harganya miring. Kalau tadi misalkan budgetnya Fortuner 2016, di tawar-tawar tidak tahunya mungkin bisa dapat yang tahun 2018," kata Halomoan Fischer, saat video conference dengan awak media, di Jakarta, baru-baru ini.

Lebih lanjut, ia menambahkan, di pasar mobil bekas atau mokas, motivasi konsumen di tengah pandemi memang berbeda-beda. Ada yang melihat situasi ini momentum untuk mengganti mobil yang lebih muda. Namun ada juga yang justru sengaja menjual untuk turun segmen. Karena memang situasi saat ini membuat orang membutuhkan biaya lebih.

Baca Juga: Adolf Hitler: Misteri Seputar Kematiannya

"Banyak juga yang downgrade, karena untuk mencari cash. Jadi istilahnya tadi pakai Innova ditukar dengan Calya jadi dapat kembalian. Itu untuk konsumen menengah ke bawah," ungkap Halomoan Fischer.

Sebelumnya ia mengakui, pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia turut mempengaruhi harga mobil bekas. Menurutnya, saat ini yang terjadi di pasar mobil bekas adalah supply di atas demand. Sehingga hal ini turut mempengaruhi harga dari mobil bekas itu sendiri.

"Kalau supply sudah di atas demand itu harga pasti turun. Jadi kalau ditanya harga hari ini pasti turun (harga mobil bekas)," tutup Halomoan Fischer.

Catatan dari Redaksi: Mari bijaksana menerapkan aturan jaga jarak dengan orang lain atau physical distancing, sekitar 2 m persegi, dan tetap tinggal di rumah kecuali untuk keperluan mendesak seperti berbelanja atau berobat. Selalu gunakan masker setiap keluar rumah dan jaga kebersihan diri terutama cuci tangan rutin. Dengan pengertian saling bantu dan saling dukung, kita bisa mengatasi pandemi Coronavirus Disease atau Covid-19. Suara.com bergabung dalam aksi #MediaLawanCOVID-19 Informasi seputar Covid-19 bisa diperoleh di Hotline Kemenkes 021-5210411 atau kontak ke nomor 081-2121-23119

Baca Juga: Vaksin Corona: 6 Sudah Diujikan ke Manusia, Tantangannya Produksi Massal

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar