Suara.com - Rem motor adalah bagian dari sektor safety yang berfungsi untuk memperlambat dan menghentikan putaran roda. Dengan pengereman ini, laju kendaraan dapat dikontrol selalu. Dua modelnya yang dikenal pada sepeda motor adalah rem tromol dan disc atau rem cakram.
Kedua model rem ini sangat bergantung pada kondisi kampas rem agar bisa memperoleh hasil pengereman yang baik. Cara kerja model disc atau cakram adalah memanfaatkan daya jepit kampas rem. Sedangkan rem model tromol memiliki mekanisme yang memanfaatkan tekanan kampas rem pada dinding drum brake.
Karena itu, pengendara perlu mengetahui apakah kampas masih dalam kondisi baik atau sudah harus diganti.
Mengutip laman Wahana Motor, dealer dan layanan servis authorized Honda, berikut adalah beberapa tanda bila kondisi kampas rem sudah kurang baik.
![Ilustrasi sistem pengereman sepeda motor. [Shutterstock]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2019/11/07/55808-pengereman-sepeda-motor.jpg)
Silakan disimak tanda-tanda kampas rem sebagai berikut:
1. Muncul suara berdecit saat mengerem
- Suara decit yang muncul mungkin terjadi akibat gesekan kampas yang mulai menipis dengan cakram.
- Suara juga bisa muncul akibat permukaan kampas rem kotor atau basah, atau kampas rem mulai mengeras.
2. Jarak tarik tuas rem lebih dalam
- Hal ini terjadi pada tuas jenis rem tromol, mampu mengindikasikan mulai menipisnya kampas rem.
- Kampas yang menipis memperbesar jarak antara dinding muka kampas dengan dinding cakram atau drum, sehingga membuat jarak tarik tuas rem semakin jauh.
3. Melewati batas indikator keausan
- Kampas rem yang sudah aus juga dapat dilihat dari indikator keausannya.
- Indikator biasanya berupa lubang yang membentuk garis pada dinding kampas. Jika lubang garis sudah menipis atau tak terlihat, tandanya kampas harus diganti.
- Karena kondisi itu, respon kerja rem jadi lambat.
4. Minyak rem berkurang
- Pada sistem disk brake atau pengereman cakram, penggunaan kampas rem yang aus dapat mengurangi volume minyak rem.
- Jika minyak rem berada di bawah batas minimum, sistem pengereman menjadi tidak maksimal dan berpotensi terjadinya rem blong.