Sopir Ambulans Antar Ribuan Pasien, Layani Permintaan Terakhir Jumpa Paus

BBC | Suara.com

Senin, 12 Oktober 2020 | 23:56 WIB
Sopir Ambulans Antar Ribuan Pasien, Layani Permintaan Terakhir Jumpa Paus
[BBC].

Suara.com - Sopir ambulans bernama Kees Veldboer bukan sembarang sopir. Ia dianggap berjasa membantu ribuan orang yang sakit keras mewujudkan keinginan terakhir sebelum meninggal dunia.

Selama lebih dari 10 tahun, warga Belanda berusia 60 tahun ini membantu pasien yang sakit keras mewujudkan "keinginan terakhir" sebelum meninggal dunia, seperti menikmati pantai, pergi ke museum, stadion olahraga, pergi ke gereja, hingga menikmati ladang bunga yang tengah mekar.

Berpacu dengan waktu ke Vatikan

Veldboer mengatakan salah satu pengalaman yang paling berkesan adalah berpacu dengan waktu membawa pasien yang ingin berkunjung ke Roma sebelum menghembuskan napas terakhir.

Ini terjadi pada 2013. Seorang perempuan berusia 60-an tahun, yang hanya bisa tergolek lemah di tempat tidur, mengatakan kepada Veldboer bahwa ia ingin bertemu Paus.

Veldboer mencari informasi dan disimpulkan bahwa keinginan ini bisa diwujudkan.

Paus biasa menemui langsung warga Katolik yang berkunjung ke Vatikan.

Ia lantas mencocokkan jadwal dengan harapan ia dan pasien perempuan yang ia bawa bisa melihat Paus secara langsung.

Tentu bukan pekerjaan mudah, jarak Rotterdam-Vatikan sekitar 1.600 km.

Singkat kata, ia berhasil membawa pasien ini ke Vatikan.

"Saya tempatkan perempuan tersebut di tempat tidur dorong dan memilih tempat di bariasan terdepan [menghadap Basilika Santo Petrus]," kenang Veldboer.

Di antara kerumunan massa ada beberapa orang yang menggunakan kursi roda. Pasien yang dibawa Veldboer adalah satu-satunya yang berada di atas tempat tidur dorong.

Seperti diperkirakan Veldboer, pasien perempuan yang ia bawa menarik perhatian Paus.

Paus menghampiri, berbincang dan memegang pasien perempuan dari Belanda ini.

"Paus memberkatinya ... juga berdoa semoga ia damai di alam baka," kata Veldboer.

Pasien perempuan ini sangat senang bisa bertemu Paus. Tak berselang lama, ia dan Veldboer kembali ke Belanda.

Beberapa hari kemudian, perempuan itu meninggal dunia.

Merindukan laut

Veldboer sudah banyak membantu memenuhi permintaan terakhir para pasien, banyak di antaranya yang tidak biasa. Ia pernah membawa pasien ke kandang kuda karena pasien ini ingin mengucapkan selamat tinggal.

Ia juga sering membantu pasien yang ingin berpamitan dengan hewan piaraan mereka.

Yang lebih sering adalah keinginan pasien untuk melihat rumah dan kampung, juga menonton laga olahraga, ke museum, kebun binatang atau akuarium untuk terakhir kalinya.

Ada juga ingin bisa melakukan hobi, seperti memancing misalnya.

Atau berlayar di laut meski hanya untuk sesaat.

Pengalaman bekerja sebagai paramedik dan sopir ambulans membuat kegiatan menemani orang yang berada di titik akhir perjalanan hidup --yang rata-rata berusia 70-an, 80-an, dan 90-an tahun-- bukan sesuatu yang menakutkan.

Menyayat hati

Baginya menemani anak muda menemui kematian sering kali sulit dan membuatnya sangat sedih.

Pada 2009 Veldboer mendapat panggilan telepon dari seorang anak muda yang ingin membawa pulang kekasihnya.

"Sang kekasih ini sakit-sakitan karena kanker. Pacarnya ingin membawa pulang agar ia bisa melihat apartemen baru yang ia beli," kata Veldboer.

Setelah mendapat izin dari dokter, Veldboer membantu membantu pasien ini melihat apartemen baru tersebut.

"Pasien ini dan pacarnya menghabiskan beberapa jam di apartemen baru tersebut. Kemudian saya bawa lagi pasien ini kembali ke rumah sakit. Beberapa jam kemudia ia meninggal dunia," kata Veldboer.

Berhadapan dengan kematian

Veldboer mengatakan kematian adalah sesuatu yang pasti dan tak bisa dicegah.

"Begitu Anda menerima pemahaman ini, perspektif Anda akan berubah," katanya.

"Kita tak bisa mencegah atau menghentikan kematian ... kematian harus kita hadapi."

Veldboer mengatakan ia tidak punya pikiran bahwa suatu saat nanti akan membantu orang-orang memenuhi keinginan terakhir.

Semuanya berawal pada satu kejadian di tempat kerja pada November 2006.

"Saat itu saya kerja di rumah sakit dan ditugaskan membawa seorang pasien sakit keras ke satu rumah sakit lain. Dia ditempatkan di tempat tidur dorong. Diperkirakan ia hanya bertahan hidup maksimal tiga bulan," kata Veldboer mengenang.

Di perjalanan ia berbincang-bincang dengan pasien tersebut. Veldboer bertanya apakah ada tempat yang sangat ia rindukan dan dijawab bahwa pasien ini ingin bisa melihat kapal dan laut.

Dari sini, Veldboer menelepon pengelola pelabuhan Rotterdam dan bertanya apakah boleh membawa pasien ke pelabuhan.

Pihak pelabuhan membolehkan. Akhirnya, dengan bantuan dua rekan dan pada hari libur kerja, Veldboer membawa pasien ini ke tepi laut untuk bisa melihat dan menikmati ombak.

Pasien yang tengah menjemput kematian ini mengalami perubahan emosi yang luar biasa.

"Tiba-tiba saja wajahnya bersinar dan tersenyum. Ia menjadi penuh dengan energi."

Veldboer tak hanya menemaninya di tepi pelabuhan. Ia bahkan membawa pasien ini masuk ke kapal tongkang dan berlayar di laut.

"Pasien itu sungguh sangat senang. Ia mengatakan, "Anda orang asing bagi saya, tapi Anda mau melakukannya untuk saya.'"

Pasien yang ia bawa adalah pasien penyakit kanker. Kondisinya begitu parah, bahkan ia tak bisa berjalan.

Saat kembali ke rumah sakit, pasien ini menjadi jauh lebih periang. Ia meninggal dunia pada April 2007, hidup lebih tiga bulan, melebihi sisa waktu yang divonis dokter.

Dari pengalaman ini, Veldboer dan istrinya mendirikan yayasan pada April 2017, dengan tujuan utama membantu para pasien yang sakit keras mewujudkan keinginan terakhir sebelum meninggal dunia.

Bantuan cuma-cuma

Dalam dua tahun pertama, ia masih bisa menjadi relawan yayasan memenuhi keinginan para pasien dan pada saat yang sama tetap bekerja sebagai paramedik.

Namun, makin lama jumlah pasien yang ingin dibantu mewujudkan keinginan terakhir semakin banyak.

Akhirnya ia mundur dari rumah sakit dan bekerja penuh di yayasan.

"Yayasan kami sudah membantu hampir 15.000 orang pergi ke tempat-tempat yang mereka sukai [sebelum mereka meninggal dunia]. Saya sendiri membantu memenuhi keinginan ribuan orang," kata Veldboer.

Ia mengatakan orang-orang yang dibantu ini sangat senang. "Inilah yang membuat saya selalu termotivasi," katanya.

Veldboer sekarang punya tujuh ambulans dan membantu mendirikan yayasan serupa di 14 negara. Yayasan ini tidak mengejar keuntungan dan pasien tidak dipungut biaya.

Yayasannya tidak mendapat bantuan dari pemerintah dan menggantungkan biaya operasi dari donasi.

Percakapan yang sulit

Pasien bisa membawa dua orang saat memenuhi keinginan terakhir. Namun sering kali, tidak ada percakapan sama sekali.

"Banyak orang tak mau berbicara tentang kematian. Para perempuan biasanya berbicara tentang ini dengan suami mereka, namun laki-laki enggan membicarannya dengan istri," kata Veldboer.

Ia biasanya mendorong pasangan untuk membicarakan kematian ini secara terbuka.

"Saya kadang duduk bersama mereka dan begitu ada pembicaraan, saya pergi. Begitu saya kembali, biasanya mereka menangis."

"Ada orang yang menerima kematian dengan hati terbuka, ada pula yang tak mau menyerah. Bahkan di waktu-waktu terakhir, mereka masih yakin bisa melawan kematian," kata Veldboer.

Ia mengatakan sebagian besar orang yang ia dampingi merasa bahagia dengan hidup yang dijalani. Hanya beberapa saja yang mengatakan kecewa.

Lantas, bagaimana dengan dirinya sendiri? Apa yang ingin ia lihat atau lakukan sebelum menghembuskan napas yang terakhir?

"Sulit mengatakannya sekarang ... mungkin bagi saya, saya ingin ditemai anak-anak saya di saat-saat terakhir nanti."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Aksi di Kedubes AS Jakarta, Pemuda Dukung Paus Leo XIV Tolak Perang Trump-Iran

Aksi di Kedubes AS Jakarta, Pemuda Dukung Paus Leo XIV Tolak Perang Trump-Iran

Foto | Kamis, 23 April 2026 | 21:35 WIB

Bela Paus Leo XIV, Menlu Prancis Anggap Pernyataan Donald Trump Tidak Bisa Diterima

Bela Paus Leo XIV, Menlu Prancis Anggap Pernyataan Donald Trump Tidak Bisa Diterima

News | Senin, 20 April 2026 | 10:12 WIB

Perang Bukan Solusi: Menilik Pesan Nostra Aetate di Tengah Perseteruan AS-Iran

Perang Bukan Solusi: Menilik Pesan Nostra Aetate di Tengah Perseteruan AS-Iran

Your Say | Jum'at, 17 April 2026 | 13:47 WIB

Beda Pendidikan Donald Trump vs Paus Leo XIV yang Bersitegang

Beda Pendidikan Donald Trump vs Paus Leo XIV yang Bersitegang

Lifestyle | Jum'at, 17 April 2026 | 13:36 WIB

Paus Leo ke Masjid Agung Aljazair: Assalamualaikum

Paus Leo ke Masjid Agung Aljazair: Assalamualaikum

News | Jum'at, 17 April 2026 | 08:22 WIB

Unggah Foto AI Dipeluk Yesus, Donald Trump Ingin Dianggap sebagai Mesias

Unggah Foto AI Dipeluk Yesus, Donald Trump Ingin Dianggap sebagai Mesias

News | Kamis, 16 April 2026 | 19:15 WIB

Picu Kontroversi, Alasan di Balik Unggahan Foto Donald Trump Bergaya Mirip Yesus

Picu Kontroversi, Alasan di Balik Unggahan Foto Donald Trump Bergaya Mirip Yesus

Video | Kamis, 16 April 2026 | 16:47 WIB

Mengapa Donald Trump Unggah Foto Dirinya Mirip Yesus?

Mengapa Donald Trump Unggah Foto Dirinya Mirip Yesus?

News | Kamis, 16 April 2026 | 10:08 WIB

8 Fakta Serangan Donald Trump ke Paus Leo XIV yang Tak Henti-Henti

8 Fakta Serangan Donald Trump ke Paus Leo XIV yang Tak Henti-Henti

News | Kamis, 16 April 2026 | 09:29 WIB

Bela Donald Trump, Ketua DPR AS Sebut Paus Leo XIV Harusnya Siap Dikomentari

Bela Donald Trump, Ketua DPR AS Sebut Paus Leo XIV Harusnya Siap Dikomentari

News | Kamis, 16 April 2026 | 08:16 WIB

Terkini

Rupiah Ambruk, Industri Otomotif Tak Akan Gegabah Naikkan Harga Mobil

Rupiah Ambruk, Industri Otomotif Tak Akan Gegabah Naikkan Harga Mobil

Otomotif | Rabu, 27 Mei 2026 | 16:10 WIB

Setara 80 Sapi Limosin untuk Kurban, Intip Spesifikasi Tunggangan Mewah Prabowo di Paris

Setara 80 Sapi Limosin untuk Kurban, Intip Spesifikasi Tunggangan Mewah Prabowo di Paris

Otomotif | Rabu, 27 Mei 2026 | 15:23 WIB

5 Fakta Krusial Perawatan Baterai Motor Listrik yang Jarang Diketahui Pemilik Baru

5 Fakta Krusial Perawatan Baterai Motor Listrik yang Jarang Diketahui Pemilik Baru

Otomotif | Rabu, 27 Mei 2026 | 13:10 WIB

Kabin Berlapis Kulit dan Panoramic Sunroof, SUV Mewah Ini Kini Cuma Dibanderol Setara LCGC

Kabin Berlapis Kulit dan Panoramic Sunroof, SUV Mewah Ini Kini Cuma Dibanderol Setara LCGC

Otomotif | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:56 WIB

5 Pilihan Motor Jarak Jauh Paling Irit dan Tangguh, Ada Cruiser Ala Harley

5 Pilihan Motor Jarak Jauh Paling Irit dan Tangguh, Ada Cruiser Ala Harley

Otomotif | Rabu, 27 Mei 2026 | 10:44 WIB

Terpopuler: VinFast Digugat Pemerintah, Harga BBM Pertamina Jelang Idul Adha

Terpopuler: VinFast Digugat Pemerintah, Harga BBM Pertamina Jelang Idul Adha

Otomotif | Rabu, 27 Mei 2026 | 06:05 WIB

Menkeu Purbaya Tunda Insentif Kendaraan Listrik, Calon Pembeli Dipaksa Sabar Sebulan

Menkeu Purbaya Tunda Insentif Kendaraan Listrik, Calon Pembeli Dipaksa Sabar Sebulan

Otomotif | Selasa, 26 Mei 2026 | 20:05 WIB

GAIKINDO Tantang Merek Baru Berinvestasi Bukan Sekadar Cari Cuan di Indonesia

GAIKINDO Tantang Merek Baru Berinvestasi Bukan Sekadar Cari Cuan di Indonesia

Otomotif | Selasa, 26 Mei 2026 | 19:05 WIB

Dominasi AION UT Bayangi Kompetitor Segmen Hatchback Listrik Tanah Air

Dominasi AION UT Bayangi Kompetitor Segmen Hatchback Listrik Tanah Air

Otomotif | Selasa, 26 Mei 2026 | 18:15 WIB

Serbuan Merek Baru di GIIAS 2026 Jadi Ujian Berat Pemain Lama Otomotif

Serbuan Merek Baru di GIIAS 2026 Jadi Ujian Berat Pemain Lama Otomotif

Otomotif | Selasa, 26 Mei 2026 | 17:41 WIB