alexametrics

Celoteh Elon Musk: Tesla Bisa Bangkrut dalam Hitungan Bulan!

RR Ukirsari Manggalani | Manuel Jeghesta Nainggolan
Celoteh Elon Musk: Tesla Bisa Bangkrut dalam Hitungan Bulan!
Sebuah mobil Tesla Model X dipamerkan di Polandia. Sebagai ilustrasi produk Tesla [Shutterstock]

CEO Tesla, Elon Musk berkisah, betapa dekat perusahaannya dengan kebangkrutan.

Suara.com - Tesla bisa dikatakan sukses menjadi brand mobil paling populer untuk saat ini. Apalagi dengan teknologi selaras masa depan, yaitu mengusung konsep kendaraan tanpa emisi gas buang karbon dioksida. Posisinya sudah sekian langkah di depan perusahaan-perusahaan mobil konvensional. Meski demikian, ada juga kisah "seram" yang dimiliki. Yaitu berada di ambang kebangkrutan. Bahkan mungkin tiada yang menyangka, bila Tesla pernah hampir bangkrut  dalam waktu kurang dari satu bulan.

Elon Musk, Chief Executive Officer (CEO) Tesla dalam celotehnya di Twitter menceritakan bahwa situasi perusahaan hampir kolaps terjadi saat perusahaan itu berusaha memproduksi dan memasarkan Tesla Model 3.

"Saat paling dekat yang kami rasakan adalah sekitar sebulan menuju kebangkrutan," jawabnya saat ditanya melalui Twitter seberapa dekat Tesla dengan sebuah kebangkrutan, sebagaimana dikutip dari CNN Bussiness.

Elon Musk menjelaskan, saat itu Tesla berada dalam krisis keuangan yang serius karena kerugian meningkat dan berjuang mencapai berbagai target produksi untuk Tesla Model 3.

Baca Juga: Pemilu Amerika Serikat: Joe Biden Sebut Mobil Listrik dan Tekan Emisi

Bos SpaceX, Elon Musk, berbicara tentang peluncuran kapsul Crew Dragon di Florida AS pada 2 Maret 2019 kemarin. Tampak gambar kapsul antariksa tersebut pada bagian belakangnya. [AFP/Jim Watson]
Bos SpaceX dan Tesla Incorporation, Elon Musk, berbicara tentang peluncuran kapsul Crew Dragon di Florida AS pada 2 Maret 2019 kemarin. Tampak gambar kapsul antariksa tersebut pada bagian belakangnya. [AFP/Jim Watson]

"Kondisi Tesla Model 3 mengalami tekanan dan sakit luar biasa untuk waktu yang lama. Mulai pertengahan 2017 hingga pertengahan 2019. Produksi dan logistik sangat buruk saat itu," tambah ayah lima anak itu.

Untuknya, mengarah ke kondisi kekinian, Tesla melaporkan rekor keuntungan yang terus melonjak, serta margin keuntungan industri dan kondisi keuangan yang baik. Dan saham sendiri mengalami tren yang sangat baik. Saham dengan kode TSLA melonjak lebih dari 400 persen tahun ini.

Perusahaan otomotif asal Amerika Serikat itu telah membuka pabrik baru di Shanghai, untuk memproduksi 150.000 sedan Tesla Model 3 per tahun dan meningkatkan total produksi menjadi 250.000 kendaraan setahun termasuk Tesla Model Y.

Komentar