Suara.com - President Director PT Astra Honda Motor (AHM), Keiichi Yasuda, menyebutkan bahwa ia belum memutuskan apakah All New Honda Scoopy akan menjadi produk sepeda motor yang akan turut diekspor ke negara tetangga.
Menurutnya, saat ini pihaknya masih mempelajari pasar dan permintaan terhadap All New Honda Scoopy.
"Untuk saat ini, kami sedang melakukan studi dan belum menetapkan ke mana akan diekspor. Kami juga mempelajari demand yang ada di negara lain untuk model ini. Dan tidak hanya kami lakukan atas model Scoopy saja tapi juga model lainnya," kata Keiichi Yasuda, saat peluncuran All New Honda Scoopy, baru-baru ini.
Sebagai catatan, PT AHM berhasil mengekspor 301.935 unit sepeda motor secara utuh atau Completely Built Up (CBU) sepanjang 2019, atau meningkat 66,1 persen dari 2018.
![All New Honda Scoopy dengan warna Fashion Blue dan Fashion Cream [PT Astra Honda Motor].](https://media.suara.com/pictures/653x366/2020/11/10/74767-all-new-honda-scoopy-2.jpg)
Total 301.935 unit ini memberikan kontribusi 37 persen dari total ekspor motor CBU para anggota Asosiasi Industri Sepedamotor Indonesia (AISI), yang jumlahnya mencapai 810.433 unit sepanjang 2019.
Dilihat dari model yang diekspor, skuter matik menjadi model yang paling banyak dikapalkan. Sepanjang 2019, total CBU skutik Honda mencapai 282.008 unit, adapun model terlaris yaitu Honda BeAT dan Vario Series.
Selain melakukan ekspor secara CBU, produsen motor berlogo sayap mengepak ini juga melakukan pengiriman sepeda motor secara terurai sebanyak 322.340 set pada 2019.