alexametrics

Cuaca Ekstrem Amerika Serikat, Isi Ulang Baterai Mobil Listrik Rp5 Juta

RR Ukirsari Manggalani | Manuel Jeghesta Nainggolan
Cuaca Ekstrem Amerika Serikat, Isi Ulang Baterai Mobil Listrik Rp5 Juta
DC wallbox, salah satu dari tiga perangkat pengisi daya baterai mobil listrik Volkswagen. Sebagai ilusrasi pengisian ulang baterai mobil listrik di rumah atau kediaman pribadi [Volkswagen via ANTARA].

Kondisi cuaca ekstrem, tagihan listrik rumah tangga dan mobil listrik ini bikin melongo.

Suara.com - Mobil listrik diyakini sebagai kendaraan masa depan yang lebih efisien dan ramah lingkungan. Namun hal ini tentu bukan tanpa masalah.

Salah satunya seperti yang terjadi di Texas, Amerika Serikat (AS). Cuaca buruk yang melanda negara bagian ini rupanya membuat biaya pengisian baterai jadi lebih mahal.

Seperti dilansir dari Carscoops, akibat badai musim dingin yang melanda wilayah itu, permintaan listrik jadi melonjak. Dan memberikan berdampak pada mobil listrik.

Dilaporkan bahwa pemilik rumah mendapat tagihan listrik hingga 10.000 dolar AS atau sekitar Rp141 juta. Hal itu disebabkan pemilik mendapat tagihan biaya berdasarkan permintaan pasar.

Baca Juga: Mitsubishi Outlander PHEV 2021 Gendong Mesin dan Motor Listrik Baru

Sejumlah jurnalis mengendarai mobil listrik Nissan Leaf saat media test drive di Bridgestone Test Course, Karawang, Jawa Barat, Senin (9/9). [Suara.com/Arya Manggala]
Mobil listrik Nissan Leaf saat media test drive di Bridgestone Test Course, Karawang, Jawa Barat. Sebagai ilustrasi mobil listrik dan diabadikan jauh sebelum pandemi Covid-19 [Suara.com/Arya Manggala]

Meskipun biasanya tidak terlalu menjadi masalah, lonjakan permintaan menyebabkan harga lebih tinggi. Yaitu naik menjadi lebih dari 9.000 dolar AS per megawatt jam. Ini adalah peningkatan yang mengejutkan, karena besarannya mencapai 17.900 persen dari rata-rata musiman 50 dolar AS per megawatt jam.

Dampaknya, segala sesuatu yang menggunakan listrik menjadi jauh lebih mahal dari biasanya. Bila dihitung 9.000 dolar AS per jam megawatt adalah 9 dolar AS per kilowatt jam (kWh).

Jadi bila diambil contoh, Nissan LEAF memiliki baterai 40 kWh, pemiliknya akan dikenakan biaya 360 dolar AS atau sekitar Rp5 juta untuk mengisi ulang baterai mobil hingga kondisi penuh.

Komentar