alexametrics

Apa Fungsi Fitur S-AWC pada Mitsubishi Outlander PHEV?

RR Ukirsari Manggalani | Manuel Jeghesta Nainggolan
Apa Fungsi Fitur S-AWC pada Mitsubishi Outlander PHEV?
Mitsubishi Outlander Hybrid peragakan proses recharging battery di sebuah pameran otomotif di Turki, 2018. Sebagai ilustrasi produk (Shutterstock).

Simak serunya fitur yang disematkan pada Mitsubishi Outlander PHEV.

Suara.com - Mitsubishi Motors terus bersemangat menciptakan beragam fitur terkini untuk mobil-mobil produksinya. Contoh salah satu teknologi kekinian adalah Super All Wheel Control (S-AWC), dan diaplikasikan pada model Mitsubishi Outlander PHEV.

Mengutip laman Mitsubishi, S-AWC berfungsi sebagai asisten pengendali kegiatan berkendara. Kemampuan yang dimiliki adalah mampu memberikan prediksi cara mengatasi medan, dan menghadirkan performa maksimal saat tunggangan melaju dalam kecepatan tinggi.

Teknologi S-AWC adalah pengembangan dari teknologi sebelumnya yaitu AWC. Versi ini adalah penyempurnaan pada sistem penggerak yang memiliki fitur Integrated Vehicle Dynamics Control System.

Mitsubishi Outlander PHEV memiliki dapur pacu berupa: mesin listrik berdaya maksimal 70 kW (94 daya kuda) di bagian belakang dan 60 kW (80,5 daya kuda) di depan, serta satu buah mesin bensin berkapasitas 2.4L DOHC MIVEC [Suara.com/Manuel Jeghesta Nainggolan].
Mitsubishi Outlander PHEV saat diajak melahap trek menanjak dalam uji ketahanan di Bali. Sebagai ilustrasi [Suara.com/Manuel Jeghesta Nainggolan].

Lewat sistem pengendali, tenaga mobil dan pengereman dari keempat roda berfungsi secara otomatis mengenali perilaku mobil. Sehingga bisa membantu mengendalikan kendaraan di berbagai permukaan jalan. Dengan teknologi ini maka pengemudi mobil akan merasa aman dan nyaman saat berkendara dan harus melakukan pengendalian manuver mobil di berbagai kondisi jalan.

Baca Juga: Agar Harga Jual Kembali Tetap Tinggi, Ini Tips dari Mitsubishi

Dalam pengoperasiannya, teknologi canggih S-AWC terintegrasi dengan semua sensor di mobil, seperti ABS (Anti-lock Braking System), AYC (Active Yaw Control), dan Active Stability Control (ASC) dilengkapi Traction Control (TC).

Mitsubishi Outlander PHEV dibekali mesin bensin 2.4 liter yang dipadukan dua motor listrik atau Twin Motor 4WD. Masing-masing tertanam di setiap sisi roda bagian depan dan belakang. Teknologi S-AWC pada Outlander PHEV memiliki fungsi untuk mengontrol Twin Motor 4WD dan AYC secara terintegrasi.

S-AWC juga mengontrol distribusi tenaga mesin dari keempat roda Mitsubishi Outlander PHEV secara individu, antara depan dan belakang serta kanan dan kiri. Sehingga masing - masing roda dapat dikendalikan di semua kondisi jalan tanpa khawatir salah satunya kehilangan traksi. Selain itu, S-AWC juga mengontrol distribusi pembagian tenaga pada baterai secara baik.

Sebagai contoh, saat Mitsubishi Outlander PHEV menikung, roda kiri dan roda kanan pasti membutuhkan tenaga yang berbeda. Sistem ini memberikan tenaga potensial pada baterai yang dikontrol oleh EMCU (Electric Motor Control Unit) di bagian belakang, dan front PDU (Power Drive Unit) di bagian depan.

Motor listrik Outlander PHEV akan mengontrol torsi mesin, juga torsi pengereman regeneratif antara motor listrik yang ada di depan dan belakang secara terpisah. Sehingga fungsi ABS dan ASC mendapat kontrol optimal.

Baca Juga: Jadi Komponen Krusial, Baterai Mobil Listrik Sebaiknya Tidak Habis Total

Semua fungsi dari S-AWC ini akan membuat Mitsubishi Outlander PHEV jauh dari gejala ketidaknyamanan berkendara seperti understeer atau oversteer.

Komentar