Jadi Penyumbang Devisa Negara, Industri Otomotif Menduduki Peringkat Terbesar Kelima

Jum'at, 11 Juni 2021 | 07:27 WIB
Jadi Penyumbang Devisa Negara, Industri Otomotif Menduduki Peringkat Terbesar Kelima
Mobil yang siap diekspor di IPC Car Terminal, PT Indonesia Kendaraan Terminal (PT IKT), Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. Sebagai ilustrasi ekspor [ANTARA].

Suara.com - Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyatakan bahwa industri otomotif adalah sektor yang cukup memberikan kontribusi ekspor ke luar negeri. Demikian dikutip dari kantor berita Antara.

"Industri otomotif merupakan industri yang cukup memberikan kontribusi signifikan di bidang ekspor," jelas Plt. Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri, Indrasari Wisnu Wardhana dalam webinar "Sektor Otomotif Nasional: Mengubah Tantangan Menjadi Peluang", Kamis (11/6/2021).

Disebutkannya bahwa sektor otomotif adalah faktor penting sebagai sektor yang menyumbangkan devisa ekspor. Yaitu kelima terbesar dari Indonesia, setelah besi baja, mesin, serta perlengkapan elektronik.

Indrasari Wisnu Wardhana menjelaskan, sektor otomotif menempati peringkat ke-6 terbesar ekspor non migas pada periode Januari-April 2021 sebesar 3,13 miliar dolar Amerika Serikat (AS).

Aktivitas perakitan mobil di sektor otomotif Tanah Air [Kemenperin via ANTARA].
Aktivitas perakitan mobil di sektor otomotif Tanah Air [Kemenperin via ANTARA].

Adapun pertumbuhan ekspor sektor otomotif Indonesia mengalami kenaikan 35,67 persen pada periode Januari-April 2021, dibandingkan periode yang sama di 2020.

Hal ini menunjukkan bahwa ekspor sudah bertransformasi dari yang berbasis komoditi menjadi berbasis manufaktur.

"Kita sudah bertransformasi dari yang berbasis komoditi menjadi manufaktur, karena di antara lima besar itu, tiga di antaranya industri manufaktur," tambah Indrasari Wisnu Wardhana.

Menurut data Kemendag, lima besar negara tujuan ekspor otomotif Indonesia, di antaranya Filipina, Vietnam, Thailand, Jepang dan Saudi Arabia.

Ekspor Indonesia ke negara-negara itu menunjukkan peningkatan yang cukup baik dibandingkan periode yang sama 2020, yaitu masing-masing pada kuartal pertama 2021 mencapai:

Baca Juga: Industri Otomotif Sangat Butuh Chip Semikonduktor, Bosch Buka Pabrik Baru

  • Filipina: 41,27 persen
  • Vietnam: 42,98 persen
  • Thailand: 22,01 persen
  • Jepang: 34,25 persen
  • Saudi Arabia: 8,64 persen

Indrasari Wisnu Wardhana menambahkan, peluang di sektor otomotif dalam negeri juga cukup besar. Ia menyebut, rasio kepemilikan mobil di Indonesia dinilai masih relatif rendah, hanya mencapai 99 unit per 1.000 orang, sehingga diproyeksikan industri otomotif dalam negeri masih bisa tumbuh lebih tinggi ke depannya.

Ia juga meminta pelaku industri otomotif dalam negeri untuk serius menggarap sektor ini, mengingat terbukanya peluang pasar akibat masih rendahnya rasio kepemilikan mobil.

"Jadi, kita lihat peluang potensial untuk meningkatkan sektor otomotif di Indonesia cukup besar," tutup Indrasari Wisnu Wardhana.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Apa Merk HP yang Sesuai Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jika Hidupmu adalah Film, Kamu si Tokoh Antagonis, Protagonis atau Cuman Figuran?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mie Apa yang Kamu Banget? Temukan Karakter Aslimu
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Benar-benar Asli Orang Jogja atau Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Warna Helm Motor Favorit Ungkap Karakter Pasangan Ideal, Tipe Mana Idamanmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kim Seon-ho atau Cha Eun-woo? Cari Tahu Aktor Korea yang Paling Cocok Jadi Pasanganmu!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tes Kepintaran GTA Kamu Sebelum Grand Theft Auto 6 Rilis!
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Kamu Tipe Red Flag, Green Flag, Yellow Flag atau Beige Flag?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apa Kabar Kamu Hari Ini? Cek Pesan Drakor untuk Hatimu
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI