Menparekraf: Integrasi Sistem Transportasi dan Destinasi Wisata bagi Layanan Berkelanjutan

RR Ukirsari Manggalani

Rabu, 30 Juni 2021 | 18:30 WIB
Menparekraf: Integrasi Sistem Transportasi dan Destinasi Wisata bagi Layanan Berkelanjutan
Peresmian Toyota EV Smart Mobility Project di Nusa Dua, Bali, Rabu (31/3/2021). Program ini mempromosikan wisata ramah lingkungan di Indonesia dengan mengedepankan pemanfaatan mobil listrik. Sebagai ilustrasi [Antara/Toyota Astra Motor]

Suara.com - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno menyebutkan setidaknya ada tiga hal penting dalam membangun industri pariwisata berkelanjutan yang terintegrasi dengan sistem transportasi. Demikian dikutip dari kantor berita Antara.

"Pertama, transportasi dan wisata ini harus terkoneksi dengan green economy (ekonomi ramah lingkungan)," jelas Sandiaga Uno dalam webinar yang diselenggarakan komunitas Intelligent Transport System (ITS) Indonesia, Rabu (30/6/2021).

Bali ditampilkan sebagai contoh, sebagai destinasi wisata yang telah menyediakan fitur pengantaran makanan dan transportasi ramah lingkungan dengan kendaraan listrik. Khususnya di kawasan Nusa Dua.

Dengan menghadirkan ekonomi yang ramah lingkungan lewat layanan transportasi yang berkelanjutan juga dapat mendukung tidak hanya dari sisi bisnis namun kelestarian lingkungan dari pengurangan emisi gas karbon.

Wisatawan menumpang kendaraan listrik ramah lingkungan di kawasan Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur, Magelang, Jawa Tengah (30/6/2020)[ANTARA FOTO/Anis Efizudin/hp]
Wisatawan menumpang kendaraan listrik ramah lingkungan di kawasan Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur, Magelang, Jawa Tengah (30/6/2020)[ANTARA FOTO/Anis Efizudin/hp]

Hal penting kedua adalah transportasi dan pariwisata harus bisa dijadikan bentuk digitalisasi. Artinya seluruh layanan hingga jasa harus berada dalam genggaman pengguna lewat perangkat elektronik mereka.

Pengadaan informasi dan fasilitas dalam bentuk mobile ini akan memudahkan proses, mulai pemesanan layanan hingga pembayaran tanpa harus bentuk fisik karena semua dilakukan lewat gawai. Termasuk di sektor transportasi.

Dan ketiga adalah longevity atau panjang usia. Yang menyangkut infrastrukur fisik hingga layanan bisa digunakan dalam jangka waktu lama.

Layanan yang diberikan pun harus mendukung faktor keamanan dan kebersihan seperti CHSE (Cleanliness, Health, Safety, dan Enviromental Sustainabilty) sehingga masyarakat pun bisa menjaga pola hidup sehat.

"Artinya layanan itu harus bisa mempromosikan pola hidup yang sehat, memberikan langkah preventif menghindari penyakit, dan tren terkait isu kesehatan ini tidak akan berakhir," ujar Menparekraf.

baca juga

Bila ketiga hal tadi bisa dipenuhi, maka bidang transportasi dan wisata bisa memberikan layanan yang berkelanjutan. Tiga hal itu dinilai membuat sektor pariwisata menghadirkan pengalaman baru yang menyenangkan dan belum pernah ada sebelumnya.

Dan terkait sistem pintar yang mengintegrasikan layanan transportasi dan wisata, President of ITS Indonesia, William Sabandar menyebutkan sistem itu harus mampu menjembatani kebutuhan wisatawan. Yaitu dalam menghitung biaya perjalanan tidak hanya dari akomadasi tempat tinggal, tapi bisa merinci biaya transportasi, mengenali jenis kendaraan yang digunakan, hingga mengetahui atraksi yang bisa dinikmati selama berwisata.

Oleh karena itu, ITS Indonesia menantikan kehadiran Intelligent Transport Tourism System bisa terintegrasi dengan mendorong penataan dan pemberian informasi seputar pariwisata dan transportasi secara komprehensif.

"Kita mendorong satu sistem terintegrasi yang memungkinkan adanya penataan dan pemberian informasi baik kepada penyedia layanan wisata hingga pengunjung wisata sehingga ada cara efisien untuk menunjukan bagaimana memanfaatkan transportasi saat berwisata mulai dari perencanaan hingga di saat kunjungan wisata dilakukan," tutur William Sabandar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

TOURISE Awards 2027 Buka Nominasi untuk Destinasi Wisata Terbaik Dunia

TOURISE Awards 2027 Buka Nominasi untuk Destinasi Wisata Terbaik Dunia

Lifestyle | Jum'at, 04 September 2026 | 11:58 WIB

Sah! Sandiaga Uno Jadi Presiden Komisaris MUTU

Sah! Sandiaga Uno Jadi Presiden Komisaris MUTU

Bisnis | Senin, 24 Agustus 2026 | 16:32 WIB

Nama Sandiaga Uno Kembali Tenar, Kini Masuk Daftar Usulan Komisaris MUTU

Nama Sandiaga Uno Kembali Tenar, Kini Masuk Daftar Usulan Komisaris MUTU

Bisnis | Senin, 24 Agustus 2026 | 11:57 WIB

Sejumlah Destinasi Wisata Flores Ditutup Sementara Pascagempa M7,7

Sejumlah Destinasi Wisata Flores Ditutup Sementara Pascagempa M7,7

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 14:11 WIB

Tak Melulu Malioboro, 5 Hidden Gem Jogja yang Wajib Masuk Wishlistmu

Tak Melulu Malioboro, 5 Hidden Gem Jogja yang Wajib Masuk Wishlistmu

Your Say | Rabu, 05 Agustus 2026 | 17:15 WIB

7 Destinasi Cantik di Australia Barat untuk Liburan Keluarga, dari Danau Pink hingga Pantai Kanguru

7 Destinasi Cantik di Australia Barat untuk Liburan Keluarga, dari Danau Pink hingga Pantai Kanguru

Lifestyle | Senin, 03 Agustus 2026 | 16:55 WIB

Warisan 1.300 Tahun di Tibet, Barkhor dan Potala Jadi Magnet Wisata Lhasa

Warisan 1.300 Tahun di Tibet, Barkhor dan Potala Jadi Magnet Wisata Lhasa

Foto | Kamis, 23 Juli 2026 | 12:00 WIB

Bukan di Area 51, Festival UFO Justru Digelar di Kulon Progo

Bukan di Area 51, Festival UFO Justru Digelar di Kulon Progo

Foto | Rabu, 22 Juli 2026 | 11:00 WIB

Mengintip Kehidupan Dua Negara dari Wisata Patok Perbatasan Sebatik

Mengintip Kehidupan Dua Negara dari Wisata Patok Perbatasan Sebatik

Foto | Senin, 20 Juli 2026 | 07:03 WIB

Menikmati Panorama Tiga Gunung dari Jembatan Kaca Seruni Point Bromo

Menikmati Panorama Tiga Gunung dari Jembatan Kaca Seruni Point Bromo

Foto | Senin, 29 Juni 2026 | 07:00 WIB

Terkini

Kisah di Balik Reshuffle Purbaya: Ditelepon Mensesneg Saat Rapat, Tak Kembali ke Ruang Sidang

Kisah di Balik Reshuffle Purbaya: Ditelepon Mensesneg Saat Rapat, Tak Kembali ke Ruang Sidang

News | Selasa, 15 September 2026 | 06:11 WIB

Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda Diperpanjang 3 Hari

Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda Diperpanjang 3 Hari

Foto | Selasa, 15 September 2026 | 06:00 WIB

20 Kardus dan Koper Berisi Uang Ratusan Miliar Diamankan KPK saat OTT Kasus HGB Bogor

20 Kardus dan Koper Berisi Uang Ratusan Miliar Diamankan KPK saat OTT Kasus HGB Bogor

News | Selasa, 15 September 2026 | 00:17 WIB

Titik Terang Kabar Pernikahan Andre Taulany dan Amanda Rigby, KUA: Surat Rekomendasi Sudah Masuk

Titik Terang Kabar Pernikahan Andre Taulany dan Amanda Rigby, KUA: Surat Rekomendasi Sudah Masuk

Entertainment | Selasa, 15 September 2026 | 00:04 WIB

KPK Tangkap 17 Orang saat OTT Kasus HGB Bogor! Ada Fahd A Rafiq hingga Arif Sugiyanto

KPK Tangkap 17 Orang saat OTT Kasus HGB Bogor! Ada Fahd A Rafiq hingga Arif Sugiyanto

News | Senin, 14 September 2026 | 23:56 WIB

Disulap 'Penyihir' Makassar, Toyota Alphard 2012 Ini Bisa 'Time Travel' ke Tahun 2026

Disulap 'Penyihir' Makassar, Toyota Alphard 2012 Ini Bisa 'Time Travel' ke Tahun 2026

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 23:54 WIB

Kepala BPN Kabupaten Bogor Diamankan KPK dalam OTT, 17 Orang Diperiksa

Kepala BPN Kabupaten Bogor Diamankan KPK dalam OTT, 17 Orang Diperiksa

Jabar | Senin, 14 September 2026 | 23:42 WIB

Di Balik Penembakan 3 ASN di Muliama: Mengapa Konflik Bersenjata Papua Tak Kunjung Reda?

Di Balik Penembakan 3 ASN di Muliama: Mengapa Konflik Bersenjata Papua Tak Kunjung Reda?

News | Senin, 14 September 2026 | 22:51 WIB

Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor

Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor

News | Senin, 14 September 2026 | 22:08 WIB

KPK Konfirmasi Penindakan Senyap, Pihak Kantor Pertanahan Terjaring OTT

KPK Konfirmasi Penindakan Senyap, Pihak Kantor Pertanahan Terjaring OTT

Bogor | Senin, 14 September 2026 | 22:05 WIB

×