alexametrics

Terjadi Lonjakan Covid-19, Pabrik Mobil Hyundai Dipastikan Rampung Sesuai Target

RR Ukirsari Manggalani | Manuel Jeghesta Nainggolan
Terjadi Lonjakan Covid-19, Pabrik Mobil Hyundai Dipastikan Rampung Sesuai Target
Hyundai New Santa Fe. Sebagai ilustrasi salah satu andalan Hyundai di pasar Indonesia. [Antara/Hyundai Motor Indonesia]

Dengan protokol ketat penggarapan pabrik Hyundai di Deltamas berlangsung.

Suara.com - PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) menyampaikan bahwa proses perkembangan pembangunan pabrik Hyundai di Kota Deltamas, Cikarang, Kabupaten Bekasi, hingga saat ini berjalan sesuai target.

"Untuk persiapan perampungan pabrik tetap masih berjalan, tentunya sesuai dengan ketentuan-ketentuan dari Pemerintah terkait situasi terkini," ujar Astrid A. Wijana, GM Marketing Department PT HMID, saat dihubungi Suara.com.

Situasi saat ini, Pemerintah melakukan pembatasan mobilitas masyarakat atau PPKM Darurat karena melonjaknya kasus Covid-19.

Namun demikian, Astrid A. Wijana mengatakan proses pembangunan masih berlangsung sesuai prosedur.

Baca Juga: Hyundai Kona EV dan Toyota Prius Jadi Transportasi Online di Singapura

Ilustrasi Hyundai. [Shutterstock/FotograFFF]
Ilustrasi logo Hyundai. [Shutterstock]

"Semoga tidak ada aral melintang, produksi akan tetap berlangsung di akhir tahun ini," ungkapnya.

Pabrik Hyundai di Cikarang mulai dibangun Desember 2019 di wilayah Deltamas dan diharapkan akan memulai produksi komersial pada paruh kedua 2021. Dengan kapasitas tahunan sekitar 150.000 unit, diharap mampu memproduksi hingga 250.000 unit setiap tahunnya.

Hyundai berencana untuk memproduksi kendaraan SUV kompak, MPV kompak, dan model sedan yang dirancang khusus untuk pelanggan di pasar Asia Tenggara di pabrik baru Indonesia ini. Di pabrik ini tersedia fasilitas untuk stamping, pengelasan, pengecatan dan perakitan.

Di pabrik manufaktur yang canggih dengan luas 8,35 juta kaki persegi (77,6 hektar) itu Hyundai akan memasok produksinya ke berbagai kawasan ASEAN. Seperti Vietnam, Thailand, Malaysia dan Filipina guna mendongkrak penjualan kendaraan yang saat ini sedang lesu.

Hyundai berencana mengekspor 59.000 unit kendaraan Completely Knocked Down (CKD) per tahun, serta mempertimbangkan untuk mengekspor produknya ke Australia dan Timur Tengah.

Baca Juga: Hyundai Staria Siap Rilis di Thailand, Indonesia Menyusul

Hyundai memperkirakan pabrik baru itu dapat memberikan kontribusi ekonomi senilai lebih dari 20 miliar dolar Amerika Serikat (AS) selama satu dekade pertama sejak pabrik ini didirikan dan akan membuka sekitar 23.000 lapangan pekerjaan.

Komentar