Mercedes-Benz Umumkan Rencana Masa Depan, Kapan Beralih ke Mobil Listrik Sepenuhnya

RR Ukirsari Manggalani, Manuel Jeghesta Nainggolan

Selasa, 27 Juli 2021 | 12:50 WIB
Mercedes-Benz Umumkan Rencana Masa Depan, Kapan Beralih ke Mobil Listrik Sepenuhnya
Mercedes EQS, produk mobil listrik kenamaan Mercedes-Benz yang tengah disimak driver F1 Lewis Hamilton dari tim Mercedes. Sebagai ilustrasi (Twitter/@MercedesBenzUSA)

Suara.com - Mercedes-Benz mengumumkan untuk beralih ke produksi kendaraan elektrifikasi penuh di akhir dekade, dengan kondisi pasar memungkinkan.

Pada 2022, Mercedes-Benz akan memiliki kendaraan listrik baterai (BEV) untuk seluruh segmen bisnisnya. Dimulai pada 2025 dan seterusnya, seluruh arsitektur kendaraan yang baru diluncurkan ini menggunakan elektrifikasi penuh dan para pelanggan bisa memilih tipe all-electric pada setiap model produksi perusahaan ini

"Pergeseran kendaraan listrik (EV) semakin cepat, khususnya di segmen luxury yang dimiliki Mercedes-Benz. Titik kritisnya semakin dekat dan kami akan siap karena pasar beralih ke elektrifikasi penuh pada akhir dekade ini," ungkap Ola Källenius, CEO Daimler AG dan Mercedes-Benz AG, dalam keterangannya.

Kabin New Mercedes EQB, dengan style compact di sektor interior, namun lapang di kabin dan wheelbase panjang [Mercedes-EQ via ANTARA].
Kabin New Mercedes EQB, dengan style compact di sektor interior, namun lapang di kabin dan wheelbase panjang. Sebagai ilustrasi mobil listrik Mercedes-Benz [Mercedes-EQ via ANTARA].

Untuk memfasilitasi peralihan, Mercedes-Benz saat ini sedang mempersiapkan rencana komprehensif yang mencakup percepatan R&D secara siginifikan. Secara total, investasi ke dalam baterai kendaraan listrik antara 2022 dan 2030 akan berjumlah lebih 40 miliar euro.

Perencanaan produksi

  • Mercedes-Benz saat ini sedang mempersiapkan jaringan produksi globalnya untuk output electric-only dengan kecepatan peningkatan yang dirancang untuk mengikuti permintaan pasar.
  • Berkat investasi awal ke dalam manufaktur fleksibel, dan sistem produksi MO360 yang canggih, Mercedes-Benz dapat memproduksi BEV secara massal saat ini. Waktu yang paling cepat yakni kemungkinan di tahun depan, di mana delapan kendaraan listrik Mercedes-Benz akan diproduksi di tujuh lokasi di tiga benua.
  • Selain itu, semua lokasi perakitan mobil penumpang dan baterai yang dijalankan oleh Mercedes-Benz AG akan beralih ke produksi netral karbon pada 2022.
  • Untuk meningkatkan efisiensi manufaktur, Mercedes-Benz bekerja sama dengan GROB, pemimpin global Jerman dalam produksi baterai dan sistem otomasi yang sangat inovatif, memperkuat kapasitas dan pengetahuan produksi baterainya.
  • Kerja sama itu berfokus pada perakitan modul baterai serta perakitan paket. Mercedes-Benz juga berencana untuk mempersiapkan pabrik daur ulang baterai baru di Kuppenheim, Jerman, untuk mengembangkan dan mengamankan kapasitas dan pengetahuan daur ulang. Operasi akan dimulai pada 2023, tergantung pada hasil diskusi dengan otoritas.
Tampilan eksterior New Mercedes EQB, terlihat campact namun lapang di dalam [Mercedes-EQ via ANTARA].
Tampilan eksterior New Mercedes EQB, terlihat campact namun lapang di dalam. Sebagai ilustrasi produk Mercedes-EQ [Mercedes-EQ via ANTARA].

Perencanaan keuangan

  • Mercedes-Benz tetap berkomitmen pada target margin 2020. Target tahun lalu didasarkan pada asumsi penjualan 25 persen kendaraan hybrid dan kendaraan listrik 2025.
  • Sedangkan yang sekarang didasarkan pada asumsi pangsa mobil listrik mencapai 50 persen pada 2025 dan skenario pasar untuk penjualan mobil baru yang pada dasarnya telah beralih ke listrik penuh pada akhir dekade.
  • Hal yang terpenting adalah meningkatkan pendapatan bersih per unit dengan meningkatkan proporsi kendaraan listrik kelas atas seperti model Mercedes-Maybach dan Mercedes-AMG, serta mengendalikan harga dan penjualan.
  • Meningkatnya pendapatan dari layanan digital akan semakin mendukung hasil. Mercedes juga bekerja untuk lebih mengurangi biaya variabel dan biaya tetap dan memotong bagian belanja modal investasi.
  • Platform baterai umum dan arsitektur listrik terukur yang dikombinasikan dengan kemajuan teknologi baterai, akan membawa tingkat standarisasi yang lebih tinggi dan biaya yang lebih rendah.
  • Proporsi biaya baterai di dalam kendaraan diperkirakan akan turun secara signifikan. Alokasi modal bergerak dari EV-first ke EV-only.
  • Investasi ke mesin pembakaran dan teknologi plug-in hybrid akan turun 80 persen menuju 2026. Atas dasar ini, Mercedes-Benz memproyeksikan margin perusahaan di dunia mobil listrik tenaga baterai.


"Tugas utama kami dalam transformasi ini adalah meyakinkan pelanggan untuk beralih ke produk yang menarik. Bagi Mercedes-Benz, hadirnya mobil listrik kami, Mercedes EQS hanyalah awal dari era baru Mercedes EQ," tutup Källenius.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Intip Strategi Emiten Alat Berat INTA Jaga Bisnis Jangka Panjang

Intip Strategi Emiten Alat Berat INTA Jaga Bisnis Jangka Panjang

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 09:26 WIB

Era Mobil Bensin Terancam Usai: Mobil Pembakaran Internal Perlahan Sirna di China

Era Mobil Bensin Terancam Usai: Mobil Pembakaran Internal Perlahan Sirna di China

Otomotif | Selasa, 15 September 2026 | 15:40 WIB

Studi Ungkap Mobil Listrik Bikin Mabuk Perjalanan

Studi Ungkap Mobil Listrik Bikin Mabuk Perjalanan

Otomotif | Selasa, 15 September 2026 | 08:45 WIB

Tesla Bangun Anak Perusahaan di Vietnam, Modal Awal Rp 52,9 Miliar

Tesla Bangun Anak Perusahaan di Vietnam, Modal Awal Rp 52,9 Miliar

News | Senin, 14 September 2026 | 15:20 WIB

Penjualan Kendaraan Elektrifikasi Toyota Meningkat, Veloz Hybrid Tuai Respon Positif

Penjualan Kendaraan Elektrifikasi Toyota Meningkat, Veloz Hybrid Tuai Respon Positif

Otomotif | Senin, 14 September 2026 | 14:12 WIB

Deretan Mobil Listrik Termahal di Indonesia

Deretan Mobil Listrik Termahal di Indonesia

Otomotif | Senin, 14 September 2026 | 11:36 WIB

Geely Panda Mini Dijual Rp115 Juta, Harga Mobil Listrik Seken Bisa Ambruk

Geely Panda Mini Dijual Rp115 Juta, Harga Mobil Listrik Seken Bisa Ambruk

Otomotif | Minggu, 13 September 2026 | 21:00 WIB

eK Cross EV: Mobil Listrik Murah Mitsubishi yang Harganya Mirip Wuling Air EV, Jarak Tempuh?

eK Cross EV: Mobil Listrik Murah Mitsubishi yang Harganya Mirip Wuling Air EV, Jarak Tempuh?

Otomotif | Minggu, 13 September 2026 | 20:39 WIB

Nissan Pixo EV: Mobil Listrik Murah Terbaru Calon Rival BYD Dolphin

Nissan Pixo EV: Mobil Listrik Murah Terbaru Calon Rival BYD Dolphin

Otomotif | Minggu, 13 September 2026 | 14:38 WIB

Genjot Investasi Lokal, Thailand Mulai Naikkan Pajak Impor Mobil Listrik

Genjot Investasi Lokal, Thailand Mulai Naikkan Pajak Impor Mobil Listrik

Otomotif | Sabtu, 12 September 2026 | 10:50 WIB

Terkini

The Walk Hadir di Serpong, Satukan Kuliner dan Beauty dalam Satu Destinasi Lifestyle

The Walk Hadir di Serpong, Satukan Kuliner dan Beauty dalam Satu Destinasi Lifestyle

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 02:04 WIB

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 23:24 WIB

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

×