alexametrics

Bengkel Konversi Targetkan 100 Unit Sepeda Motor untuk Lingkungan Kementerian ESDM

RR Ukirsari Manggalani
Bengkel Konversi Targetkan 100 Unit Sepeda Motor untuk Lingkungan Kementerian ESDM
Motor sport Yamaha dikonversi menjadi motor listrik. Sebagai ilustrasi (Youtube-Technical Partha)

Bengkel konversi P3TKEBTKE telah menyelesaikan 10 unit sepeda motor yang kini melaju dengan pasokan tenaga listrik.

Suara.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif hari ini, Rabu (18/8/2021) meresmikan pilot project konversi sepeda motor Bahan Bakar Minyak atau BBM menjadi bertenaga listrik, dan berlaku di lingkungan kementeriannya.

Adapun tujuannya adalah percepatan penerapan program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) untuk transportasi jalan, serta sebagai rencana aksi transisi energi menuju energi bersih.

Pelaksanaan program konversi sepeda motor BBM atau konvensional menjadi bertenaga listrik akan dilakukan paruh Agustus 2021 secara bertahap hingga akhir November 2021.

Menhub Budi Karya Sumadi menjajal motor listri di Lapangan Stasiun Bekasi Timur [Antara]
Menhub Budi Karya Sumadi menjajal motor listrik hasil konversi di Lapangan Stasiun Bekasi Timur. Sebagai ilustrasi [Antara]

Dikutip dari kantor berita Antara, sebagai tahap awal target yang dipasang untuk konversi ini adalah 100 unit sepeda motor. Berlaku di seluruh satuan kerja Kementerian ESDM wilayah Jabodetabek.

Baca Juga: Seru, Alumni Universitas Budi Luhur Tes Motor Listrik Nasional BL-SEV01

Sampai kemarin, Selasa (17/8/2021), 17 unit sepeda motor telah diserahkan ke bengkel konversi untuk diubah menjadi produk bertenaga listrik. Lokasinya di Komplek Perkantoran P3TKEBTKE, Jalan Pendidikan Nomor 1 Pengasinan, Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

P3TKEBTKE adalah singkatan dari Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan, Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi.

Plt Kepala Badan Litbang ESDM Kementerian ESDM Dadan Kusdiana (kiri) dan Kepala P3TKEBTKE Kementerian ESDM Hariyanto (kanan) melakukan uji coba sepeda motor listrik hasil modifikasi Honda Vario di Jakarta, akhir Februari lalu. [Antara/ESDM]
Plt Kepala Badan Litbang ESDM Kementerian ESDM Dadan Kusdiana (kiri) dan Kepala P3TKEBTKE Kementerian ESDM Hariyanto (kanan) melakukan uji coba sepeda motor listrik hasil konversi Honda Vario di Jakarta, akhir pada Februari [Antara/ESDM]

Adapun pelaksana jasa konversi atau modifikasi pelaksanaan program konversi adalah P3TKEBTKE Kementerian ESDM yang telah memperoleh sertifikat Bengkel Resmi Pemasangan, Perawatan dan Pemeriksaan Peralatan Instalasi Sistem Penggerak Motor Listrik pada Kendaraan Bermotor dari Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan pada 30 Juni 2021.

Bengkel konversi ini telah menghasilkan 10 unit sepeda motor yang sudah rampung dikonversi, dan menjadi penanda diluncurkannya proyek percontohan program konversi sepeda motor di lingkungan Kementerian ESDM.

Beberapa manfaat dari program konversi 100 unit sepeda motor itu adalah:

Baca Juga: Banyak Motor Konvensional Dikonversi Tenaga Listrik, Ini Komentar Honda

  • Penghematan BBM sebanyak 1L per hari per unit atau total per tahun mencapai 34 kiloliter per tahun.
  • Penurunan emisi karbon dioksida sebesar 0,72 ton per hari per unit atau total setahun sebesar 24,4 ribu ton karbon dioksida per tahun.
  • Penambahan konsumsi listrik 2 kWh per hari per unit atau total sebesar 72 MWh per tahun dan efek berganda dari transaksi belanja komponen converter kit di dalam negeri
  • Memberikan pelatihan ketrampilan baru bagi teknisi bengkel, siswa SMK, vokasi, dan bengkel UKM.

Komentar