Suara.com - Sederet perusahaan kondang asal Amerika Serikat telah mengurangi operasional mereka untuk pasar Rusia serta bersiap meninggalkan potensi bisnis negara itu, menyusul invasi atas Ukraina yang belum berhenti hingga sekarang. Beberapa industri otomotif yang ikut serta merespon aksi militer ini adalah Harley-Davidson dan Ford Motor Company
Dikutip kantor berita Antara dari Reuters, selain dua nama tadi, termasuk dalam daftar antara lain Exxon Mobil, Apple Incorporation, Google, serta Boeing.
Ford Motor Company dengan tiga pabrik patungan di Negeri Beruang Merah mengatakan kepada mitra manufaktur Rusia bahwa mereka menangguhkan operasi di negara itu. Sedangkan, produsen sepeda motor Harley-Davidson Incorporation menangguhkan pengiriman sepeda motornya.
![CEO Ford Motor Company, Mark Field. [AFP]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2017/05/22/58509-ceo-ford-motor-company-mark-field.jpg)
"Ford sangat prihatin dengan invasi ke Ukraina serta ancaman terhadap perdamaian dan stabilitas. Situasi ini telah memaksa kami untuk menilai kembali operasi kami di Rusia," demikian diungkapkan petinggi Ford Motor Company.
Sementara Exxon Mobil Corporation menyatakan siap menghentikan operasi di Rusia dan mengambil langkah untuk keluar dari kilang Sakhalin-1, seperti dilakukan British Petroleuam (BP), raksasa energi Britania Raya, serta Shell Plc sebagai investor asing terbesar Rusia.
"Kami menyesalkan tindakan militer Rusia yang melanggar integritas wilayah Ukraina dan membahayakan rakyatnya," jelas petinggi Exxon Mobil.
Juga ditambahkan bahwa pihaknya tidak akan berinvestasi dalam perkembangan baru di Rusia.
Sementara perusahaan dirgantara Boeing menangguhkan layanan suku cadang, perawatan, dan dukungan teknis untuk maskapai Rusia.
Sebagaimana dicuitkan reporter Politico di laman media sosial Twitter, Boeing menangguhkan operasional besar di Moskow, serta akan menutup sementara kantor di Kyiv, ibu kota Ukraina. Dan hingga berita diturunkan, Boeing belum menanggapi permintaan komentar.
Apple Inc juga mengatakan telah menghentikan penjualan iPhone dan produk lainnya di Rusia, dan membuat perubahan pada aplikasi Maps untuk melindungi warga sipil di Ukraina.
"Kami sangat prihatin dengan invasi Rusia ke Ukraina dan mendukung semua orang yang menderita akibat kekerasan itu," jelas Apple dalam sebuah pernyataan sebagaimana dikutip Reuters.
Sedangkan perusahaan teknologi Google Alphabet Inc. menghapus negara Rusia dari penerbit berita mereka.