Hasil Studi BMW Group Asia: 8 dari 10 Pengemudi Indonesia Pilih Mobil Listrik

RR Ukirsari Manggalani, Manuel Jeghesta Nainggolan

Rabu, 23 Maret 2022 | 22:43 WIB
Hasil Studi BMW Group Asia: 8 dari 10 Pengemudi Indonesia Pilih Mobil Listrik
Mobil listrik BMW i4 akan diboyong ke Indonesia pada 2022. [Dok BMW Indonesia]

Suara.com - Sebuah survei yang dilakukan oleh BMW Group Asia mengungkapkan bahwa 83 persen pengemudi di Indonesia menginginkan lebih banyak kendaraan listrik (EV) di jalan raya agar konsep sadar lingkungan semakin terealisasi.

Namun, kurang dari setengah (37 persen) pengemudi di Indonesia mengatakan mereka akan mempertimbangkan untuk membeli mobil listrik hybrid atau mobil listrik murni bila membeli kendaraan.

Fakta ini tidak terlalu mengejutkan, mengingat hanya satu dari empat pengemudi yang pernah mengendarai mobil listrik hybrid atau mobil listrik penuh (EV) di Indonesia.

Hampir setengah dari pengemudi Indonesia (40 persen) mengira bahwa mobil listrik (EV) hanya dapat menempuh jarak hingga 100 km sebelum diisi ulang.

Mobil listrik BMW i3 dipamerkan di arena GIIAS 2017 di Serpong, Banten, Kamis (10/8). [Suara.com/Liberty Jemadu]
Mobil listrik BMW i3 dipamerkan di arena GIIAS. Sebagai ilustrasi mobil listrik BMW [Suara.com/Liberty Jemadu]

Hasil ini tentunya menegaskan perlunya pendidikan dan kesadaran yang lebih besar tentang mobil listrik (EV).

Survei online yang diikuti oleh 4.000 pengemudi dari Singapura, Indonesia, Malaysia, dan Thailand dan menargetkan setidaknya 2.800 responden adalah pemegang Surat Izin Mengemudi (SIM), bertujuan untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik mengenai mobil listrik (EV) dan mendekatkan serta meningkatkan preferensi pengemudi di Asia Tenggara terkait mobil listrik (EV).

Topik lain yang dieksplorasi termasuk dampak penggunaan mobil listrik (EV) terhadap lingkungan dan faktor yang akan memotivasi pengemudi untuk membeli sebuah mobil listrik (EV).

Terlepas dari kesalahpahaman yang terjadi, pengemudi Indonesia melihat manfaat positif memiliki mobil listrik (EV), 84 persen pengemudi Indonesia tertarik membeli mobil baru dalam lima tahun ke depan, dengan tiga dari empat di antaranya menunjukkan pengetahuan seputar mobil listrik (EV).

Meskipun tingkat pengetahuan menunjukkan hasil yang tinggi, kesalahpahaman masih ada di antara responden.

baca juga

Paling umum adalah pemikiran bahwa mobil listrik (EV) tidak memiliki jangkauan yang cukup jauh (40 persen), mobil listrik (EV) memiliki biaya perawatan yang lebih mahal dalam jangka waktu lebih dari 10 tahun daripada mobil berbahan bakar bensin (28 persen), dan pengisian daya untuk mobil listrik (EV) itu rumit (27 persen).

Terlepas dari berbagai kesalahpahaman ini, kelompok yang sama mengakui manfaat memiliki kendaraan listrik (EV).

Hasil survei yang menjanjikan adalah persepsi seputar keamanan mobil listrik (EV). Yaitu hanya 6 persen responden yang menunjukkan kekhawatiran atas keamanan kendaraan listrik.

Untuk 59 persen responden, manfaat utama dari memiliki mobil listrik (EV) adalah mengurangi emisi karbon.

Manfaat lainnya adalah penghematan biaya dari penggunaan listrik daripada bensin (41 persen) dan pengalaman berkendara yang lebih baik (37 persen).

"Hasil studi yang menunjukkan pengemudi Indonesia semakin sadar dengan keuntungan memiliki mobil listrik (EV) dan menilai mobil listrik (EV) menjadi pintu gerbang menuju pengalaman berkendara yang lebih premium, semakin meningkatkan semangat BMW Group Indonesia," ujar Ramesh Divyanathan, President Director BMW Group Indonesia.

"Survei menunjukkan bahwa pengemudi Indonesia sadar mengenai proses menuju go-green tetapi masih ada kebimbangan bagaimana hal ini akan berdampak pada kehidupan sehari-hari, serta bagaimana memastikan kendaraan tetap pada tingkat performa puncak selama bertahun-tahun. BMW Group Indonesia bertujuan untuk mengatasi kembimbangan dan ketidakpastian ini melalui kampanye dan komunikasi kami terkait dengan kendaraan listrik," imbuhnya.

Infrastruktur dan pendidikan akan menjadi kunci untuk membantu pengemudi Indonesia beralih ke mobil listrik (EV).

BMW i Hydrogen Next yang akan siap tahun depan [Press BMW via ANTARA].
BMW i Hydrogen Next yang akan siap tahun depan. Sebagai ilustrai BMW berbahan bakar alternatif non-minyak bumi [Press BMW via ANTARA].

Mengingat bahwa 37 persen pengemudi Indonesia melihat mobil listrik penuh (EV) atau sebagian sebagai kendaraan yang akan mereka beli pada penggantian mobil berikutnya, maka masa depan untuk pengurangan karbon tampak menjanjikan.

Namun, kunci keberhasilan peralihan adalah seberapa besar tingkat dukungan yang diperoleh pengemudi, baik dari brand kendaraan listrik (EV) maupun pemerintah dalam bentuk insentif keuangan. Sebanyak 93 persen pengembangan pengemudi menunjukkan bahwa pusat layanan purna jual sangat penting bagi mereka.

Sementara itu, 27 persen mengidentifikasi masa garansi minimal 10 tahun pada baterai dan mobil listrik (EV) itu sendiri menjadi motivasi penting dalam keputusan membeli kendaraan listrik (EV).

Faktor pendorong lainnya adalah tingkat ketersediaan infrastruktur yang dapat diakses.

Sebanyak 26 persen pengemudi Indonesia menyebutkan stasiun pengisian daya yang dapat diakses secara luas sebagai motivasi penting untuk mempertimbangkan membeli mobil listrik (EV).

"Kesadaran yang lebih luas mengenai kemampuan mobil listrik (EV) untuk mengisi daya secara cepat serta jangkauannya akan memainkan peran penting dalam membuat pengemudi Indonesia merasa nyaman untuk beralih ke kendaraan listrik dalam beberapa tahun ke depan," ungkap Ramesh Divyanathan.

"Sebagai produsen otomotif premium terdepan di Indonesia, kami berkomitmen untuk terus meningkatkan layanan brand BMW, menghadirkan beragam inovasi dan fokus pada Sustainability. Hal inilah yang membedakan BMW dengan brand premium lainnya," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Daihatsu Akui Daya Beli Masih Jadi Tantangan Pembeli Mobil Pertama

Daihatsu Akui Daya Beli Masih Jadi Tantangan Pembeli Mobil Pertama

Otomotif | Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:05 WIB

Kenapa Mobil Listrik Tidak Bisa Didorong Saat Mogok? Ini Penyebab Teknis dan Bahayanya

Kenapa Mobil Listrik Tidak Bisa Didorong Saat Mogok? Ini Penyebab Teknis dan Bahayanya

Otomotif | Selasa, 27 Oktober 2026 | 15:08 WIB

Penyebab Utama Mobil Listrik China Jauh Lebih Murah Ketimbang Buatan Eropa

Penyebab Utama Mobil Listrik China Jauh Lebih Murah Ketimbang Buatan Eropa

Otomotif | Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:10 WIB

Rahasia Mobil Listrik China Jauh Lebih Murah Dibanding Buatan Eropa

Rahasia Mobil Listrik China Jauh Lebih Murah Dibanding Buatan Eropa

Otomotif | Selasa, 27 Oktober 2026 | 15:30 WIB

Menperin Sarmuji Minta Toyota Ekspansi Mobil Listrik Murni dan Pabrik Baterai

Menperin Sarmuji Minta Toyota Ekspansi Mobil Listrik Murni dan Pabrik Baterai

Otomotif | Selasa, 27 Oktober 2026 | 13:30 WIB

Polisi Selidiki Kecelakaan BYD Lindas Ojol di Panglima Polim, Sopir Diduga Mengantuk dan Panik

Polisi Selidiki Kecelakaan BYD Lindas Ojol di Panglima Polim, Sopir Diduga Mengantuk dan Panik

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 15:11 WIB

Deepal S07 Siap Bertarung di Segmen SUV Listrik Medium

Deepal S07 Siap Bertarung di Segmen SUV Listrik Medium

Otomotif | Senin, 26 Oktober 2026 | 14:45 WIB

Pasar Otomotif Eropa Diserbu Mobil Listrik Bekas Asal China

Pasar Otomotif Eropa Diserbu Mobil Listrik Bekas Asal China

Otomotif | Senin, 26 Oktober 2026 | 15:15 WIB

Tak Disangka! Belanja dan Kumpulkan Kupon, Hadiahnya Mobil Listrik

Tak Disangka! Belanja dan Kumpulkan Kupon, Hadiahnya Mobil Listrik

Bisnis | Minggu, 25 Oktober 2026 | 06:50 WIB

Sopir Mobil Listrik BYD Jadi Tersangka Usai Tabrak dan Lindas Ojol di Kawasan Blok M

Sopir Mobil Listrik BYD Jadi Tersangka Usai Tabrak dan Lindas Ojol di Kawasan Blok M

News | Minggu, 25 Oktober 2026 | 18:15 WIB

Terkini

QRIS BRI Permudah Transaksi UMKM, Pemilik Depot Yamie di Kutoarjo Ini Rasakan Manfaatnya

QRIS BRI Permudah Transaksi UMKM, Pemilik Depot Yamie di Kutoarjo Ini Rasakan Manfaatnya

Bri | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 05:17 WIB

Hybrid Fitness Race Khusus Perempuan Hadir di Indonesia

Hybrid Fitness Race Khusus Perempuan Hadir di Indonesia

Sport | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:45 WIB

Sumsel United Tak Terkalahkan 4 Laga, Tegar Hening Absen Jelang Derby Sumatera

Sumsel United Tak Terkalahkan 4 Laga, Tegar Hening Absen Jelang Derby Sumatera

Sumsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:42 WIB

Laba PTBA Tembus Rp4,41 Triliun, Pendapatan Naik 12 Persen hingga Kuartal III 2026

Laba PTBA Tembus Rp4,41 Triliun, Pendapatan Naik 12 Persen hingga Kuartal III 2026

Sumsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:31 WIB

Nugroho Herucahyono Dorong Talenta Indonesia Berani Bangun Teknologi untuk Dunia

Nugroho Herucahyono Dorong Talenta Indonesia Berani Bangun Teknologi untuk Dunia

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:17 WIB

35 Tahun Yugoslavia Bubar, Siapa Paling Untung di Sepak Bola? Kroasia dan Serbia Menonjol

35 Tahun Yugoslavia Bubar, Siapa Paling Untung di Sepak Bola? Kroasia dan Serbia Menonjol

Bola | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:10 WIB

Gibran Kalahkan Prabowo di Puncak Elektabilitas, Begini Respon Santai Jokowi

Gibran Kalahkan Prabowo di Puncak Elektabilitas, Begini Respon Santai Jokowi

Surakarta | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:06 WIB

Dari Urusan Kerja hingga Menyusui, Teknologi Makin Dekat dengan Rutinitas Harian Perempuan

Dari Urusan Kerja hingga Menyusui, Teknologi Makin Dekat dengan Rutinitas Harian Perempuan

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:57 WIB

Indosat Perkuat 5G di Semarang, Cakupan Capai 96 Persen, UMKM hingga Pengguna AI Jadi Sasaran

Indosat Perkuat 5G di Semarang, Cakupan Capai 96 Persen, UMKM hingga Pengguna AI Jadi Sasaran

Jawa Tengah | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Hashim Klaim Indonesia Negara Super Kaya, Sebut Mampu Biayai MBG & Kopdes Merah Putih

Hashim Klaim Indonesia Negara Super Kaya, Sebut Mampu Biayai MBG & Kopdes Merah Putih

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:43 WIB

×