Kembangkan Bahan Bakar dan Mesin Ramah Lingkungan, Hyundai Jalin Kemitraan dengan Saudi Aramco

Kamis, 31 Maret 2022 | 14:00 WIB
Kembangkan Bahan Bakar dan Mesin Ramah Lingkungan, Hyundai Jalin Kemitraan dengan Saudi Aramco
Hyundai Nexo sebagai contoh produk Hyundai yang menggunakan bahan bakar sel hidrogen sehingga ramah lingkungan [Shutterstock].

Suara.com - Hyundai Motor Group, Saudi Aramco, serta Universitas Sains dan Teknologi King Abdullah (KAUST) berencana mengembangkan sederet inovasi teknologi terkait lingkungan hidup.

Dikutip kantor berita Antara dari kantor berita Korea Selatan, Yonhap dan dikutip Kamis (31/3/2022), materi yang akan dikembangkan tiga belah pihak adalah bahan bakar canggih untuk mesin pembakaran ultra-lean, dan mesin penyalaan percikan untuk menurunkan emisi karbon dioksida kendaraan secara keseluruhan.

Proyek bersama dua tahun ini bertujuan untuk melakukan verifikasi seberapa banyak emisi gas rumah kaca bisa dikurangi ketika bahan bakar elektronik digunakan dalam kendaraan listrik hybrid, dibandingkan penggunaan bahan bahan bakar konvensional.

Hyundai Kona elektrik yang beredar di Indonesia [Pt Hyundai Motors Indonesia].
Hyundai Kona elektrik yang beredar di Indonesia, sebagai ilustrasi produk ramah lingkungan dari Hyundai [PT Hyundai Motors Indonesia].

"Saat mobil listrik hybrid (atau Hybrid Electric Vehicle, HEV) diluncurkan, tantangan sebenarnya terletak pada langkah pembuatan bahan bakar yang optimal dan sistem pembakaran," jelas Ahmad Al-Khowaiter, Chief Technology Officer Aramco dalam pernyataannya.

"Tim Aramco menyediakan desain bahan bakar dan memadukan pengetahuan untuk meningkatkan kinerja pembakaran mesin Hyundai Motor Group dan hasilnya dapat mengarah pada aplikasi bahan bakar elektronik sintetis," imbuhnya.

Hyundai berencana untuk mengurangi emisi karbon yang dihasilkan produknya setara perolehan pada 2019 ke arah 75 persen menuju 2040. Juga memasukkan target untuk mencapai netralitas karbon, atau emisi karbon dioksida net-zero, pada 2045.

Netralitas karbon dapat dicapai dengan menyeimbangkan emisi karbon dengan penghilangan karbon atau dengan memotong emisi karbon seluruhnya.

Untuk mencapai tujuan ini, Hyundai berencana meningkatkan rasio kendaraan listrik menjadi 30 persen pada 2030 dan 80 persen pada 2040 dalam penjualan global, dari 1,5 persen saat ini.

Baca Juga: Volkswagen Bermitra dengan SEAT, Dirikan Pabrik Baterai Mobil Listrik

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI