facebook

Takut Ditinggal Investor, Elon Musk Tegaskan Tesla Incorporation Tetap Menjadi Prioritasnya

RR Ukirsari Manggalani | Manuel Jeghesta Nainggolan
Takut Ditinggal Investor, Elon Musk Tegaskan Tesla Incorporation Tetap Menjadi Prioritasnya
CEO Tesla dan SpaceX Elon Musk (kiri) saat mengajak keliling Presiden Joko Widodo (kanan) di Boca Chica, Amerika Serikat, Sabtu (14/5/2022). [Biro Pers Sekretariat Presiden]

Elon Musk menyatakan 24/7 nama perusahaan mobil listriknya, Tesla, selalu berada dalam benaknya.

Suara.com - Chief Executive Officer  (CEO) Tesla, Elon Musk berusaha meyakinkan para investor agar tidak khawatir akan nasib Tesla Incorporation. Yaitu perusahaan mobil listrik yang terkadang ditinggalnya untuk mengurusi perusahaan dirgantara SpaceX serta media sosial Twitter.

Dalam cuitan yang dilakukannya baru-baru ini, Elon Musk menegaskan bila perusahaan mobil listrik Tesla selalu ada dalam pikirannya, 24 jam setiap hari dalam setiap minggunya.

"Kemarin adalah Giga Texas, hari ini adalah Starbase. Tesla ada di pikiran saya 24/7," tulis Elon Musk, dikutip dari Indiana Express.

Baca Juga: Peretas Berhasil Bobol Mobil Listrik Tesla dari Jarak Jauh

Tesla tahun ini membuka pabrik mobil barunya di Texas dan perusahaan roket SpaceX yang dikenal sebagai Starbase di Boca Chica, Texas.

Namun muncul keraguan dari para investor Tesla terhadap perusahaan mobil listrik asal Amerika Serikat ini. Pasalnya saham Tesla sempat anjlok saat Elon Musk mengumumkan kepemilikannya di Twitter pada awal April.

Salah satu orang terkaya di dunia itu menjual saham Tesla senilai 8,5 miliar dolar Amerika Serikat (AS) yang diduga untuk membantu membiayai kesepakatan proses akuisisi Twitter senilai 44 miliar dolar AS.

Tesla Gigafactory 2 di Buffalo, New York, Amerika Serikat, diabadikan 13 Februari 2022 [ANTARA/REUTERS/Carlo Allegri].
Tesla Gigafactory 2 di Buffalo, New York, Amerika Serikat, diabadikan 13 Februari 2022 [REUTERS/Carlo Allegri via ANTARA].

Selain itu, merosotnya saham Tesla juga disebabkan oleh keputusan China untuk melakukan lockdown. Hal ini membuat produksi Tesla di negara yang memiliki pasar otomotif terbesar dunia itu melambat.

Seorang analis di Wedbush, Daniel Ives baru-baru ini memperingatkan bila ada risiko besar terhadap Tesla dari kesepakatan Elon Musk dengan Twitter.

Baca Juga: Tom Cruise Menunggang Kawasaki Ninja di Top Gun: Maverick, Berikan Dukungan Kepada Para Pegawai Bioskop

Sementara itu, Leo KoGuan salah satu investor utama di Tesla, meminta pembuat mobil listrik itu untuk membeli kembali saham yang telah dijual.

Komentar