Terkendala Pasokan Chip Semikonduktor, Honda Scoopy Stop Produksi Sementara

Sabtu, 21 Mei 2022 | 17:03 WIB
Terkendala Pasokan Chip Semikonduktor, Honda Scoopy Stop Produksi Sementara
New Honda Scoopy Fashion Black. Sebagai ilustrasi [PT AHM].

Suara.com - Masalah chip semikonduktor yang melanda sejumlah pabrikan otomotif dunia juga berdampak terhadap produksi sepeda motor di Indonesia.

Berdasarkan informasi yang diterima Suara.com, PT Astra Honda Motor dikabarkan menghentikan produksi sementara untuk model Honda Scoopy.

"Untuk Scoopy sudah sehabis Lebaran belum produksi lagi," ujar seorang sumber anonim.

Honda Scoopy PT AHM yang dirilis untuk memperingati Hari Kemerdekaan KNRI, diberi label Rp19.193.000 [Dok. PT Astra Honda Motor].
Honda Scoopy PT AHM yang dirilis untuk memperingati Hari Kemerdekaan KNRI, diberi label Rp 19.193.000. Gambar diabadikan jauh sebelum masa pandemi COVID-19 [Dok. PT Astra Honda Motor].

Menurutnya, masalah pasokan chip semikonduktor menjadi faktor utama mengapa produksi skutik bergaya retro tersebut harus dihentikan sementara.

"Jadi memang chip sudah tidak ada dan ini berdampak pada bagian speedometer," terang sumber.

Ilustrasi chip. [Bru-nO/Pixabay]
Ilustrasi chip semikonduktor [Bru-nO/Pixabay]

Saat coba dikonfirmasi ke salah seorang tenaga penjual, unit Honda Scoopy saat memang sedang sulit. Bahkan untuk mendapatkannya harus inden selama satu bulan.

"Kalau berminat paling inden. Tapi tidak bisa janji juga bakal tepat waktu. Pokoknya kalau unitnya ada, pasti langsung kami kirim," ungkap tenaga penjual.

Sebelumnya, Direktur Pemasaran PT Astra Honda Motor, Thomas Wijaya menyatakan pula bahwa krisis chip semikonduktor menerpa industri otomotif di Tanah Air.

Baca Juga: xEV Center Toyota Milik PT TMMIN Resmi Jadi Lokasi Pengembangan Teknologi Kendaraan Terelektrifikasi

Ia menjelaskan bila chip semikonduktor erat kaitannya dengan pembuatan komponen pada motor, termasuk salah satunya bagian speedometer.

Pentingnya chip semikonduktor ini terasakan di dunia otomotif, setelah sebelumnya kekurangannya melanda pabrikan elektronik.

"Selain demand chip semikonduktor dan penggunaannya tidak saja di sektor otomotif namun bidang elektronik juga, serta situasi geopolitik invasi Rusia ke Ukraina, dampaknya kini terasa bagi dunia industri roda dua, di mana pembuatan chip mengalami shortage," papar Thomas Wijaya saat itu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in, Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Jenis Motor Favorit untuk Tahu Gaya Pertemanan Kamu di Jalanan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 9 SMP dan Kunci Jawaban Aljabar-Geometri
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Lelah Mental? Cek Seberapa Tingkat Stresmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu SpongeBob, Patrick, Squidward, Mr. Krabs, atau Plankton?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Nge-fans Kamu dengan Lisa BLACKPINK?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Maarten Paes? Kiper Timnas Indonesia yang Direkrut Ajax Amsterdam
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tes Seberapa Tahu Kamu tentang Layvin Kurzawa? Pemain Baru Persib Bandung Eks PSG
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI