Tetangga Belum Ikhlas, Banyak Pencak Silat saat Indonesia Bangun Industri Baterai Kendaraan Listrik

Liberty Jemadu Suara.Com
Rabu, 08 Juni 2022 | 22:04 WIB
Tetangga Belum Ikhlas, Banyak Pencak Silat saat Indonesia Bangun Industri Baterai Kendaraan Listrik
Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal, Bahlil Lahadalia, saat peluncuran layanan 5G Indosat Ooredo di Hotel Sheraton by Four Points Jumat, 19 November 2021. Foto : Istimewa

Suara.com - Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengakui banyak adu pencak silat di tengah upaya keras Indonesia untuk menjadi produsen baterai kendaraan listrik global.

"Baterai ini, godaannya banyak. Kelihatannya negara-negara tetangga kita sebagian belum ikhlas kalau Indonesia jadi negara industrialis baterai mobil karena banyak sekali pencak silatnya," katanya dalam Seremoni Implementasi Rencana Tahap Kedua Industri Baterai Listrik Terintegrasi di KIT Batang, yang dipantau secara daring di Jakarta, Rabu (8/6/2022).

Namun, menurut Bahlil, pemerintah telah dan terus melakukan upaya komprehensif untuk bisa menggaet industri baterai kendaraan listrik masuk ke dalam negeri.

Upaya tersebut dimulai sejak 2019 di mana kala itu pemerintah Indonesia berhasil meyakinkan Hyundai, perusahaan otomotif asal Korea Selatan, untuk membangun pabrik mobil listrik di tanah air.

"Sejak perintah Bapak Presiden kepada kami di akhir 2019, untuk bagaimana membangun ekosistem EV battery, maka langkah komprehensif dan terukur telah kita lakukan," katanya.

Setelah Hyundai berhasil membangun dan memproduksi mobil listrik, Konsorsium LG yang bekerja sama dengan sejumlah BUMN juga tengah membangun ekosistem baterai listrik di Indonesia dengan rencana investasi mencapai total 9,8 miliar dolar AS (setara Rp142 triliun).

Hingga pada Rabu (8/6/2022), Konsorsium LG resmi mengimplementasikan rencana tahap kedua pengembangan industri baterai listrik terintegrasi di KIT Batang, Jawa Tengah.

"Pemerintah Korea di bawah Kementerian Perdagangan, Industri dan Energi (MOTIE) dan LG telah sepakat sejak 2020 untuk membangun ekosistem baterai listrik di Indonesia. Dan hari ini, sudah kita lakukan tahap kedua, di mana (total) investasi tadi disampaikan 9,8 miliar dolar AS," katanya.

Bahlil juga menekankan kesepakatan bisnis yang dilakukan dengan pihak Korea Selatan sangatlah transparan.

Baca Juga: Wow! Konsorsium LG di Batang akan Produksi 3,5 Juta Unit Baterai Kendaraan Listrik

Ia juga menyebut dari total rencana investasi sebesar 9,8 miliar dolar AS, akan tercipta dampak ekonomi hingga mencapai 5,6 miliar dolar AS per tahun dengan total penyerapan tenaga kerja hingga 20 ribu orang.

"Dampak ekonominya setiap tahun sebesar 5,6 miliar dolar AS dari total investasi 9,8 miliar dolar AS dengan total lapangan pekerjaan kurang lebih 20.000 lapangan kerja khusus untuk pabrik baterai mobil, bukan untuk kawasan ini," katanya.

Di sisi lain, kolaborasi Konsorsium LG dengan UMKM dan pengusaha daerah juga terjalin dengan baik. [Antara]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI