Pemerrintah China Awasi Baterai Kendaraan Listrik Lewat Sistem Digital

Manuel Jeghesta Nainggolan, Michele Alessandra Amabelle

Kamis, 02 April 2026 | 17:03 WIB
Pemerrintah China Awasi Baterai Kendaraan Listrik Lewat Sistem Digital
Ilustrasi kendaraan listrik. [Ist]
baca 10 detik
  • Pemerintah China melalui MIIT meluncurkan platform nasional untuk memantau siklus hidup baterai kendaraan listrik secara real time.
  • Seluruh pelaku industri otomotif wajib melaporkan data produksi, distribusi, hingga daur ulang baterai melalui identitas digital unik.
  • Sistem pengawasan terintegrasi ini bertujuan meningkatkan keselamatan, transparansi data, serta mencegah pengelolaan limbah baterai melalui jalur ilegal.

Suara.com - Pemerintah China melalui Ministry of Industry and Information Technology (MIIT) resmi meluncurkan platform pemantauan baterai kendaraan listrik berskala nasional.

Langkah ini bertujuan memperketat pengawasan terhadap komponen paling krusial dalam industri otomotif masa depan tersebut guna memastikan transparansi penuh.

Melalui platform ini setiap baterai kendaraan listrik akan memiliki identitas digital unik yang memungkinkan pergerakannya dipantau secara real time sepanjang siklus hidupnya. 

Mengutip laporan Carnewschina, pemantauan tersebut mencakup berbagai tahap mulai dari produksi penjualan perawatan penggantian pembongkaran hingga penggunaan kembali.

Sistem pengawasan digital ini tidak hanya menyasar produsen besar. Platform ini juga berlaku untuk berbagai pelaku industri mulai dari produsen baterai produsen kendaraan energi baru importir bengkel perawatan operator penukaran baterai hingga perusahaan daur ulang. 

Kebijakan ini mewajibkan transparansi data yang sangat ketat bagi seluruh ekosistem otomotif di Negeri Tirai Bambu.

Setiap perusahaan diwajibkan mengunggah data terkait proses produksi pemasangan penjualan pembongkaran daur ulang hingga pemanfaatan kembali baterai. 

Struktur pelaporan ini akhirnya akan membentuk mekanisme pengawasan tertutup untuk seluruh siklus hidup baterai. Pemerintah menyebut platform ini dirancang untuk memantau aliran baterai secara berkelanjutan dan mendeteksi potensi penyimpangan dalam proses penanganan.

Para ahli menilai langkah ini menjadi solusi konkret untuk mencegah baterai yang sudah tidak terpakai masuk ke jalur informal atau tidak resmi. 

baca juga

Selain itu sistem ini dianggap mampu menjawab beragam masalah sebelumnya seperti data yang terfragmentasi pembagian tanggung jawab yang tidak jelas serta lambatnya respons regulasi.

Integrasi sistem ini juga diprediksi dapat meningkatkan aspek keselamatan penggunaan kendaraan listrik secara signifikan. Dengan pemantauan yang ketat pemerintah dapat memastikan setiap baterai dikelola dengan benar demi kelestarian lingkungan serta keamanan konsumen secara global.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Toyota Ladeni 'Perang Harga' Demi Bersaing dengan Kendaraan Listrik China

Toyota Ladeni 'Perang Harga' Demi Bersaing dengan Kendaraan Listrik China

Otomotif | Selasa, 31 Maret 2026 | 20:45 WIB

Pemerintah Jepang Pangkas Subsidi BYD Hingga Setengah Harga Demi Lindungi Produk Lokal

Pemerintah Jepang Pangkas Subsidi BYD Hingga Setengah Harga Demi Lindungi Produk Lokal

Otomotif | Selasa, 31 Maret 2026 | 19:30 WIB

Ambisi BYD Targetkan Ekspor 1,5 Juta Unit Kendaraan saat Pasar Domestik Melandai

Ambisi BYD Targetkan Ekspor 1,5 Juta Unit Kendaraan saat Pasar Domestik Melandai

Otomotif | Selasa, 31 Maret 2026 | 17:45 WIB

Terkini

Pilot Malaysia Penyelundup Ekstasi Diduga Beraksi di Banyak Negara Sejak 2024

Pilot Malaysia Penyelundup Ekstasi Diduga Beraksi di Banyak Negara Sejak 2024

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 13:32 WIB

Ulasan Metamorfosis Franz Kafka: Ketika Manusia Dinilai dari Kegunaannya

Ulasan Metamorfosis Franz Kafka: Ketika Manusia Dinilai dari Kegunaannya

Your Say | Senin, 17 Agustus 2026 | 13:30 WIB

81 Tahun Indonesia Merdeka, Kilang Plaju Konsisten Jaga Jejak Panjang Energi Negeri

81 Tahun Indonesia Merdeka, Kilang Plaju Konsisten Jaga Jejak Panjang Energi Negeri

Sumsel | Senin, 17 Agustus 2026 | 13:28 WIB

Mantan Istri Soekarno Hadir Upacara HUT ke-81 RI, Kaget Kondisi Istana Sudah Berganti

Mantan Istri Soekarno Hadir Upacara HUT ke-81 RI, Kaget Kondisi Istana Sudah Berganti

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 13:26 WIB

Megawati Sentil Kemenkes Soal BPJS: Saya yang Bikin, Kenapa Sekarang Dikutik-kutik?

Megawati Sentil Kemenkes Soal BPJS: Saya yang Bikin, Kenapa Sekarang Dikutik-kutik?

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 13:26 WIB

Loud Budgeting: Dompet Selamat, tapi Pertemanan Lenyap?

Loud Budgeting: Dompet Selamat, tapi Pertemanan Lenyap?

Your Say | Senin, 17 Agustus 2026 | 13:25 WIB

81 Tahun Indonesia Merdeka, Tapi Kemerdekaan Belum Utuh bagi Penyandang Disabilitas Mental

81 Tahun Indonesia Merdeka, Tapi Kemerdekaan Belum Utuh bagi Penyandang Disabilitas Mental

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 13:24 WIB

Heboh Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu, Begini Update Harga Bawang Merah di Indonesia

Heboh Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu, Begini Update Harga Bawang Merah di Indonesia

Bekaci | Senin, 17 Agustus 2026 | 13:22 WIB

Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah

Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah

Jabar | Senin, 17 Agustus 2026 | 13:21 WIB

7 Tanaman Penyerap Energi Negatif Menurut Feng Shui, Bisa Bawa Hoki

7 Tanaman Penyerap Energi Negatif Menurut Feng Shui, Bisa Bawa Hoki

Lifestyle | Senin, 17 Agustus 2026 | 13:20 WIB

×