Polri Persiapkan Mobil Listrik Sebagai Kendaraan Dinas di KTT G20 dan IKN

Jum'at, 16 September 2022 | 23:20 WIB
Polri Persiapkan Mobil Listrik Sebagai Kendaraan Dinas di KTT G20 dan IKN
Presiden Joko Widodo mengamati mobil listrik Hyundai IONIQ 5 di Pabrik Hyundai Motor Manufacturing Indonesia di Bekasi, Jawa Barat, Rabu (16/3/2022). Sebagai ilustrasi mobil listrik sebagai kendaraan dinas [Antara/Setpres]

Suara.com - Penyelenggaraan Konferensi Tingkat Tinggi atau KTT G20 menjadi titik awal bagi Kepolisian Republik Indonesia dalam mengoperasikan mobil listrik sebagai kendaraan dinas.

Dikutip dari kantor berita Antara, Kepolisian RI akan menjalankan fungsi dalam kegiatan pengamanan dan pengawalan selama berlangsungnya KTT G20 pada 15-16 November di Denpasar, Bali.

"Polri sudah menyiapkan rencana untuk pengadaan kendaraan listrik, baik untuk pengamanan dan pengawalan di G20," jelas Inspektur Jenderal Polisi Dedi Prasetyo, Kepala Divisi Humas Polri pada Jumat (16/9/2022).

Selain itu, produk elektrifikasi juga akan digunakan Polri untuk Ibu Kota Negara (IKN), Nusantara, di Kalimantan Timur.

Perlu dicatat bahwa jumlah kendaraan listrik yang akan dipakai Polsisi masih dalam tahap perhitungan.

"Jumlahnya masih dihitung ulang kembali, disesuaikan dengan anggaran yang tersedia," ujar Inspektur Jenderal Polisi Dedi Prasetyo.

Dalam tahap awal penggunaan kendaraan listrik sebagai operasional dalam KTT G20, ia memperkirakan sekitar 50 persen kendaraan operasional Polri untuk pengamanan dan pengawalan tamu resmi dan delegasi bakal menggunakan kendaraan listrik.

"Kemudian untuk anggaran 2023 secara bertahap akan dianggarkan pengadaan kendaraan listrik di tingkat Polda, namun untuk jumlahnya masih dalam perhitungan," imbuhnya.

"Di Polda-Polda akan diupayakan sudah membeli kendaraan listrik, cuma jumlahnya, kemudian standarisasinya masih dihitung ulang kembali oleh asrena dan aslog," tambah Inspektur Jenderal Polisi Dedi Prasetyo.

Selain pengadaan kendaraan operasional berbahan bakar listrik, yang terpenting adalah menyiapkan infrastrukturnya. Yaitu di setiap Polda, dan Polres, utamanya Polres tipe kota besar.

Infrastruktur salah satunya adalah stasiun pengisian bahan bakar listrik karena untuk dapat mengisi daya listrik satu mobil listrik membutuhkan catu daya berkekuatan 7.000 Watt listrik.

Baca Juga: Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo: Pengembangan Prototipe Kendaraan Listrik Sudah Mulai 2010



"Kalau misalnya Polri memiliki lebih dari satu kendaraan, maka bisa dihitung, untuk stasiun pengisian bahan bakar elektroniknya harus disiapkan terlebih dahulu," katanya.

Kesiapan kendaraan listrik dan infrastrukturnya ini dilakukan secara pararel atau bersamaan. Untuk tahap awal, kendaraan listrik untuk operasional Polri didahulukan untuk pejabat utama Polri baik tingkat Polda maupun Mabes, dan kendaraan patroli lalu lintas serta kendaraan patroli Sabhara.

"Tetap (pengadaan) bertahap," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI