Pakai Google Maps di Motor: Bikin Cepat Sampai atau Cepat Celaka? Ini 5 Tips Aman dari Ahlinya

Cesar Uji Tawakal, Gagah Radhitya Widiaseno

Selasa, 26 Agustus 2025 | 14:15 WIB
Pakai Google Maps di Motor: Bikin Cepat Sampai atau Cepat Celaka? Ini 5 Tips Aman dari Ahlinya
Ilustrasi pemotor menggunakan Google Maps untuk navigasi (Gemini AI)
Baca 10 Detik
  • Navigasi di motor bisa membantu atau justru membahayakan keselamatan.
  • Selalu cek peta saat berhenti, atur kecepatan, jaga jarak.
  • Tujuan utama berkendara adalah selamat, bukan sekadar cepat sampai.

Suara.com - Pakai Google Maps di motor itu berada di antara dua kemungkinan: bikin cepat sampai tujuan atau malah mempercepat celaka.

Biar perjalananmu tetap aman dan nggak jadi korban salah fokus di jalan, simak 5 tips jitu dari pakar safety riding ini.

Aplikasi navigasi seperti Google Maps dan Waze memang sudah seperti dewa penolong bagi para bikers.

Terutama saat ingin menjelajah rute baru atau touring ke lokasi yang belum pernah dijamah.

Namun, penggunaan yang tidak tepat justru bisa menjadi pemicu utama hilangnya konsentrasi saat berkendara.

Menjawab keresahan ini, Community Development & Safety Riding Supervisor Astra Motor Yogyakarta, Muhammad Ali Iqbal, membagikan tips #Cari_Aman ala Honda Istimewa yang wajib kamu tahu.

Ilustrasi pemotor menggunakan Google Maps untuk navigasi (Dok. Asmo)
Ilustrasi pemotor menggunakan Google Maps untuk navigasi (Dok. Asmo)

Berikut adalah cara cerdas menggunakan aplikasi navigasi agar kamu tetap selamat sampai tujuan.

1. Cek Peta Hanya Saat Berhenti: Jangan Jadi Rider Akrobat!

Ini aturan paling dasar tapi sering dilanggar.

baca juga

Berhenti dan Menepi: Cara paling aman adalah memilih tempat yang aman untuk berhenti saat perlu melihat peta.

Hindari Cek Sambil Jalan: Jangan pernah mencoba membuka aplikasi navigasi dengan satu tangan sementara motor masih melaju, ini resep pasti untuk kecelakaan.

2. Pasang Smartphone Holder di Posisi Strategis

Jika kamu butuh melihat peta secara terus-menerus, smartphone holder adalah aksesori wajib.

Pasang holder di area setang yang lurus dan sejajar dengan speedometer motor.

Tujuannya agar posisi ini membuatmu bisa melirik informasi navigasi dengan cepat tanpa harus menunduk atau memalingkan wajah terlalu jauh, sehingga konsentrasi tetap terjaga.

3. Turunkan Kecepatan: Fokus Peta, Bukan Ngebut

Saat menjadikan aplikasi navigasi sebagai pemandu utama, lupakan sejenak hasrat untuk memacu kecepatan.

Ingat batas aman. Jaga kecepatan konstan di bawah 40 km/jam.

Kamu tidak hanya perlu fokus pada jalan, tapi juga sesekali melihat layar navigasi, ditambah lagi kamu belum tentu mengenal medan jalan yang akan dilewati.

Ilustrasi Google Maps. [Unsplash/henry perks]
Ilustrasi Google Maps. [Unsplash/henry perks]

4. Jaga Jarak Aman, Bukan Cuma Sama Mantan

Jarak aman adalah bantalan keselamatanmu di jalan.

Saat melaju dengan kecepatan 40 km/jam, pastikan jarak dengan kendaraan di depan minimal 30 meter.

Hindari berkendara sejajar persis di belakang kendaraan lain. Geser sedikit posisi motormu ke kiri atau kanan untuk mendapatkan visibilitas lebih baik dan ruang untuk menghindar dari bahaya mendadak.

5. Percaya Warga Lokal: Google Maps Nggak Selalu Benar

Teknologi secanggih apapun pasti punya kelemahan.

Aplikasi seringkali mengarahkan ke jalur tercepat tanpa mempertimbangkan kondisi jalan, seperti gang sempit, jalan rusak, atau bahkan portal tertutup.

Jika merasa ragu dengan rute yang ditunjukkan, jangan sungkan untuk berhenti dan bertanya kepada warga sekitar. Mereka adalah "database" paling akurat untuk kondisi jalanan lokal.

Iqbal menekankan bahwa fokus adalah kunci utama dalam berkendara.

“Aplikasi navigasi memang sangat membantu kita saat touring atau bepergian jauh menjelajahi lokasi-lokasi baru. Namun demikian setiap penggunanya harus tetap fokus saat berkendara. Karena tujuan utama kita berkendara adalah untuk selamat sampai tujuan,” pungkas Community Development & Safety Riding Supervisor Muhammad Ali Iqbal.

Jadi, manfaatkan teknologi dengan bijak tanpa membuatmu lengah.

Ingat, tujuan utamamu di jalan adalah pulang dengan selamat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Nasib Subsidi Motor Listrik Belum Jelas, Konsumen dan Produsen Dibuat Menanti

Nasib Subsidi Motor Listrik Belum Jelas, Konsumen dan Produsen Dibuat Menanti

Otomotif | Selasa, 26 Agustus 2025 | 13:48 WIB

5 Rekomendasi Motor Bekas Suzuki Bandel dan Jarang Rusak, Mesin Awet Cuma Rp 5 Jutaan

5 Rekomendasi Motor Bekas Suzuki Bandel dan Jarang Rusak, Mesin Awet Cuma Rp 5 Jutaan

Otomotif | Selasa, 26 Agustus 2025 | 11:09 WIB

Masih Pelajari Motor RS-GP, Jorge Martin Langsung Finis P4 di Balaton Park

Masih Pelajari Motor RS-GP, Jorge Martin Langsung Finis P4 di Balaton Park

Your Say | Selasa, 26 Agustus 2025 | 10:25 WIB

Terkini

Torsi Honda New Vario Evo 160 Naik, Kok Suspensi Belakang Dibiarkan Keras?

Torsi Honda New Vario Evo 160 Naik, Kok Suspensi Belakang Dibiarkan Keras?

Otomotif | Sabtu, 11 Juli 2026 | 19:45 WIB

Dinamika Penjualan Kendaraan Batam Menggeliat Lewat Pameran Otomotif

Dinamika Penjualan Kendaraan Batam Menggeliat Lewat Pameran Otomotif

Otomotif | Sabtu, 11 Juli 2026 | 15:41 WIB

5 Pilihan Motor Anti Low Back Pain, Cocok Buat Touring di Akhir Pekan

5 Pilihan Motor Anti Low Back Pain, Cocok Buat Touring di Akhir Pekan

Otomotif | Sabtu, 11 Juli 2026 | 10:15 WIB

Mengenal Bahaya Kerak Karbon pada Motor, Jangan Sampai Tunggu Mesin Jebol

Mengenal Bahaya Kerak Karbon pada Motor, Jangan Sampai Tunggu Mesin Jebol

Otomotif | Jum'at, 10 Juli 2026 | 18:25 WIB

BYD Hentikan Produksi Sealion 7 untuk Pasar Domestik

BYD Hentikan Produksi Sealion 7 untuk Pasar Domestik

Otomotif | Jum'at, 10 Juli 2026 | 18:15 WIB

Indonesia Resmi Terapkan Mandatori Biodiesel B50 Ditengah Tantangan Standar Mesin Otomotif Nasional

Indonesia Resmi Terapkan Mandatori Biodiesel B50 Ditengah Tantangan Standar Mesin Otomotif Nasional

Otomotif | Jum'at, 10 Juli 2026 | 16:55 WIB

Baskara Mahendra Bongkar Alasan Yamaha Grand Filano Hybrid Jadi Pilihan Skutik Stylish di Bali

Baskara Mahendra Bongkar Alasan Yamaha Grand Filano Hybrid Jadi Pilihan Skutik Stylish di Bali

Otomotif | Jum'at, 10 Juli 2026 | 15:18 WIB

Dihujat Karena Plagiat Porsche Taycan Paksa MG Hentikan Peluncuran MG 07

Dihujat Karena Plagiat Porsche Taycan Paksa MG Hentikan Peluncuran MG 07

Otomotif | Jum'at, 10 Juli 2026 | 14:50 WIB

Pasar Mobil Listrik China Melemah di Tengah Ancaman Kebangkrutan Massal Produsen Lokal

Pasar Mobil Listrik China Melemah di Tengah Ancaman Kebangkrutan Massal Produsen Lokal

Otomotif | Jum'at, 10 Juli 2026 | 13:57 WIB

Rahasia Menjaga Kebersihan Interior Mobil dengan Balutan Karpet Premium

Rahasia Menjaga Kebersihan Interior Mobil dengan Balutan Karpet Premium

Otomotif | Jum'at, 10 Juli 2026 | 10:52 WIB

×