Indonesia Jadi Pusat Produksi Ban Dunia Lewat Peresmian Pabrik Baru Sailun Group di Demak

Senin, 19 Januari 2026 | 18:45 WIB
Indonesia Jadi Pusat Produksi Ban Dunia Lewat Peresmian Pabrik Baru Sailun Group di Demak
Sailun Group investasikan 251,44 juta dolar untuk bangun pabrik ban di Indonesia. (Foto: Sailun Group)
Baca 10 detik
  • Sailun Group meresmikan pabrik ban di Demak, Jawa Tengah, pada 18 Januari 2026, menelan investasi $251,44 juta.
  • Fasilitas baru ini akan memproduksi ban radial untuk berbagai jenis kendaraan dengan target kapasitas awal signifikan.
  • Operasional pabrik bertujuan membangun ekosistem produk terintegrasi dan meningkatkan layanan responsif bagi pasar Asia Tenggara.

Suara.com - Sailun Group memperkuat cengkeramannya di pasar otomotif Asia Tenggara dengan meresmikan fasilitas pabrik ban di Demak, Jawa Tengah. Langkah strategis ini menempatkan Indonesia sebagai pusat produksi dan distribusi ban utama untuk kawasan Asia Pasifik.

Peresmian yang berlangsung pada Minggu 18 Januari 2026 ini dihadiri oleh jajaran direksi Sailun Group serta perwakilan pemerintah Indonesia. Sailun Group  menggelontorkan investasi senilai 251,44 juta dolar Amerika Serikat ini dikelola oleh PT Sailun Manufacturing Indonesia.

Pabrik tersebut akan memproduksi berbagai jenis ban radial mulai dari kendaraan penumpang, bus dan truk, hingga ban untuk alat berat. Pada tahap awal, kapasitas produksi tahunan ditargetkan mencapai 3,6 juta ban untuk kendaraan penumpang dan 600 ribu ban untuk bus serta truk.

Kehadiran pabrik di Demak bukan hanya soal angka produksi saja. Fasilitas ini dirancang untuk membangun ekosistem produk dan layanan purna jual yang terintegrasi di seluruh wilayah Indonesia.

“Dengan beroperasinya basis manufaktur Sailun di Indonesia, kami membangun ekosistem produk dan layanan yang lengkap, mulai dari PCR, TBR, OTR, hingga TUBE dan FLAP, yang berakar pada semangat Made in Indonesia,” ungkap Eko Supriyatin selaku Direktur Sales dan Marketing PT Sailun Tire Indonesia, dikutip Senin (19/1/2025).

Lebih lanjut, Eko menambahkan bahwa operasional pabrik ini akan meningkatkan daya saing dalam memberikan layanan yang lebih cepat kepada para mitra bisnis dan konsumen.

Sailun Group investasikan 251,44 juta dolar untuk bangun pabrik ban di Indonesia. (Foto: Sailun Group)
Sailun Group investasikan 251,44 juta dolar untuk bangun pabrik ban di Indonesia. (Foto: Sailun Group)

“Ini bukan hanya perluasan kapasitas produksi, tetapi juga peningkatan kemampuan kami dalam menyediakan produk dan layanan yang lebih lokal, responsif, dan terintegrasi bagi para mitra,” ungkapnya.

Pertumbuhan pesat Sailun terlihat dari lonjakan penjualan global mereka yang menyentuh angka 3 miliar dolar Amerika Serikat pada tahun 2022. Melalui pabrik baru di Indonesia, Sailun Group optimistis dapat memberikan kontribusi nyata bagi industri nasional, menciptakan lapangan kerja, serta memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok otomotif global.

Baca Juga: Tantangan Pajak Opsen Bayangi Pasar Sepeda Motor 2026

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI