Suara.com - Mobil hybrid semakin diminati di Indonesia karena dianggap lebih hemat bahan bakar dan ramah lingkungan dibandingkan mobil konvensional.
Kombinasi mesin bensin dan motor listrik membuat konsumsi BBM lebih efisien, terutama untuk penggunaan harian di dalam kota.
Namun di balik keunggulan tersebut, mungkin masih banyak calon pengguna yang bertanya-tanya soal biaya perawatan jangka panjang, terutama mengenai penggantian baterai hybrid.
Salah satu pertanyaan paling sering muncul adalah, berapa biaya ganti baterai mobil hybrid setelah 5 tahun?
Secara umum, baterai mobil hybrid dirancang untuk memiliki usia pakai yang panjang. Mayoritas pabrikan menyebutkan umur baterai hybrid bisa mencapai 8 hingga 10 tahun, tergantung pola penggunaan, kondisi jalan, serta perawatan kendaraan.
Artinya, setelah 5 tahun pemakaian, baterai hybrid biasanya masih dalam kondisi layak pakai dan belum tentu harus diganti.
Beberapa merek bahkan memberikan garansi baterai yang cukup panjang. Misalnya, pada mobil hybrid dari Toyota, garansi baterai hybrid di Indonesia umumnya mencapai 8 tahun atau jarak tempuh tertentu.
Hal ini membuat pemilik mobil hybrid relatif lebih tenang dalam lima tahun pertama kepemilikan.

Kisaran Biaya Ganti Baterai Mobil Hybrid
Meski belum tentu perlu diganti setelah 5 tahun, penting bagi pemilik mobil hybrid untuk mengetahui kisaran biayanya. Di Indonesia, biaya penggantian baterai mobil hybrid berkisar antara Rp60 juta hingga Rp150 juta, tergantung merek dan model kendaraan.
Baca Juga: Beli BYD M6 atau Toyota Innova Zenix? Cek Komparasi Cicilan dan Operasionalnya
Sebagai gambaran, baterai hybrid untuk model populer seperti Toyota Corolla Cross Hybrid atau Toyota Camry Hybrid berada di kisaran Rp30 juta hingga Rp70 juta jika diganti secara penuh di bengkel resmi.
Sementara itu, beberapa model hybrid dari Honda juga memiliki kisaran biaya yang tidak jauh berbeda, tergantung kapasitas dan teknologi baterai yang digunakan.
Perlu dicatat, harga tersebut biasanya sudah termasuk komponen baterai utama, tetapi belum tentu mencakup biaya jasa tambahan atau komponen pendukung lainnya.
Kabar baiknya, dalam banyak kasus, baterai hybrid tidak selalu harus diganti secara keseluruhan. Baterai hybrid terdiri dari banyak sel atau modul.
Jika kerusakan hanya terjadi pada beberapa modul, bengkel resmi atau spesialis tertentu bisa melakukan penggantian parsial, yang tentu jauh lebih murah dibandingkan mengganti satu set baterai.
Biaya penggantian modul baterai bisa berada di kisaran Rp10 juta hingga Rp30 juta, tergantung jumlah modul yang bermasalah. Namun, opsi ini sangat bergantung pada kebijakan pabrikan dan hasil pemeriksaan kondisi baterai.
Ada beberapa faktor utama yang memengaruhi apakah baterai hybrid perlu diganti setelah 5 tahun dan berapa biayanya.
Pertama adalah pola penggunaan kendaraan. Mobil yang sering digunakan dalam kondisi macet dengan sistem hybrid aktif justru cenderung lebih “ramah” terhadap baterai karena sistemnya bekerja sesuai desain.
Faktor kedua adalah perawatan rutin. Servis berkala di bengkel resmi membantu memantau kondisi baterai dan sistem kelistrikan, sehingga potensi kerusakan bisa dideteksi lebih awal. Ketiga, kondisi lingkungan seperti suhu ekstrem dan kelembapan juga dapat memengaruhi usia baterai dalam jangka panjang.
Apakah Mobil Hybrid Tetap Worth It?
Jika melihat biaya baterai yang relatif tinggi, sebagian orang mungkin ragu untuk membeli mobil hybrid.
Namun perlu diingat, selama lima tahun pertama, pemilik mobil hybrid umumnya sudah menikmati penghematan BBM yang signifikan dibandingkan mobil bensin konvensional.
Selain itu, risiko penggantian baterai dalam 5 tahun pertama relatif kecil, apalagi jika masih dalam masa garansi.
Banyak pemilik mobil hybrid juga melaporkan bahwa hingga tahun kelima atau keenam, performa baterai masih sangat baik dan belum menunjukkan penurunan drastis.
Biaya ganti baterai mobil hybrid setelah 5 tahun sebenarnya belum tentu harus dikeluarkan, karena usia pakai baterai umumnya lebih panjang dan sering kali masih dilindungi garansi pabrikan.
Jika pun diperlukan, biayanya berada di kisaran puluhan hingga ratusan juta rupiah, tergantung merek, model, dan jenis perbaikan yang dilakukan.
Dengan perawatan yang tepat dan pemakaian yang wajar, mobil hybrid tetap menjadi pilihan yang masuk akal bagi mereka yang mencari efisiensi dan teknologi ramah lingkungan dalam jangka panjang.
Kontributor : Nadia Lutfiana Mawarni