Impor Kendaraan India Koperasi Merah Putih Mengancam Nasib Ribuan Buruh Industri Otomotif

Manuel Jeghesta Nainggolan

Senin, 23 Februari 2026 | 11:10 WIB
Impor Kendaraan India Koperasi Merah Putih Mengancam Nasib Ribuan Buruh Industri Otomotif
Mahindra Scorpio (Instagram)
baca 10 detik
  • Rencana impor kendaraan operasional oleh PT Agrinas Pangan Nusantara menuai protes karena kontradiktif dengan dorongan kemandirian otomotif nasional.
  • PIKKO menyatakan impor mengancam keberlangsungan manufaktur lokal serta potensi hilangnya Rp 27 triliun nilai tambah ekonomi domestik.
  • Industri komponen lokal yang utilisasinya masih 60-70% meminta Kemenperin membatasi impor dan mengutamakan pasokan dari produksi dalam negeri.

Suara.com - Langkah PT Agrinas Pangan Nusantara yang berencana mengimpor kendaraan operasional untuk Koperasi  Merah Putih memicu gelombang kekecewaan. Kebijakan ini dinilai kontradiktif dengan upaya pemerintah yang tengah gencar memacu kemandirian industri otomotif nasional melalui penguatan produk dalam negeri.

Asosiasi Perkumpulan Industri Kecil dan Menengah Komponen Otomotif (PIKKO) secara resmi menyatakan keberatan atas rencana tersebut. Saat ini tingkat utilisasi produksi industri komponen dalam negeri masih berada di kisaran 60 hingga 70 persen saja. Jika impor kendaraan utuh dilakukan maka dampaknya akan sangat fatal bagi keberlangsungan ekosistem manufaktur tanah air.

PIKKO menekankan bahwa langkah importasi ini tidak hanya merugikan pabrikan besar namun juga mengancam penghidupan sekitar 6.000 tenaga kerja yang bergantung pada rantai pasok komponen otomotif. Sektor industri kecil dan menengah atau IKM selama ini telah membuktikan kemampuannya sebagai pemasok tier dua dan tiga bagi kendaraan roda dua maupun roda empat di Indonesia.

Potensi ekonomi yang hilang akibat kebijakan impor ini tergolong sangat besar. Berdasarkan data Kementerian Perindustrian jika kebutuhan 70.000 unit kendaraan pick up dipenuhi oleh industri domestik maka akan tercipta dampak ekonomi positif atau "backward linkage" senilai kurang lebih Rp 27 triliun. Nilai tambah tersebut mencakup berbagai subsektor mulai dari industri ban, kaca, baterai, logam, hingga elektronik.

Ketua PIKKO Rosalina Faried menegaskan bahwa pihaknya sangat memahami kebutuhan mendesak akan kendaraan operasional tersebut. Namun ia meminta agar pengadaan tetap mengutamakan produksi dalam negeri karena kemampuan industri lokal sudah sangat mumpuni.

"Rencana impor ini akan memberikan dampak ekonomi yang buruk terhadap ekosistem otomotif nasional yang saat ini kondisinya masih lesu," kata Rosaliana, Senin (23/2/2026).

Industri lokal berharap ada langkah tegas dari Kementerian Perindustrian untuk membatasi jumlah kendaraan yang diimpor dari India. Memberikan kesempatan bagi produsen kendaraan bermotor lokal untuk menjadi pemasok utama KDKMP dianggap sebagai solusi paling tepat guna menjaga stabilitas ekonomi dan penyerapan tenaga kerja di kota-kota besar hingga pelosok daerah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mengapa Harus Impor CBU dari India Saat Kapasitas Manufaktur Lokal Masih Melimpah

Mengapa Harus Impor CBU dari India Saat Kapasitas Manufaktur Lokal Masih Melimpah

Otomotif | Jum'at, 20 Februari 2026 | 15:48 WIB

Impor Mobil India Rp 24 Triliun Berpotensi Lumpuhkan Manufaktur Nasional

Impor Mobil India Rp 24 Triliun Berpotensi Lumpuhkan Manufaktur Nasional

Otomotif | Jum'at, 20 Februari 2026 | 10:48 WIB

Pemerintah Rencanakan Impor Kendaraan Komersial dari India, GAIKINDO Tegaskan Mampu Produksi Pick Up

Pemerintah Rencanakan Impor Kendaraan Komersial dari India, GAIKINDO Tegaskan Mampu Produksi Pick Up

Otomotif | Jum'at, 20 Februari 2026 | 11:15 WIB

Terkini

Harga Selisih Jauh, Motor Listrik Yamaha Aerox E vs Aerox 155 Lebih Kencang Mana?

Harga Selisih Jauh, Motor Listrik Yamaha Aerox E vs Aerox 155 Lebih Kencang Mana?

Otomotif | Kamis, 09 Juli 2026 | 16:02 WIB

Yamaha Dua Kali Naikan Harga Oli Yamalube Dalam Dua Bulan

Yamaha Dua Kali Naikan Harga Oli Yamalube Dalam Dua Bulan

Otomotif | Kamis, 09 Juli 2026 | 15:50 WIB

Tunda Nyicil PCX: Intip 5 Mobil Hatchback Termurah dan Irit Bensin Rekomendasi Pakar

Tunda Nyicil PCX: Intip 5 Mobil Hatchback Termurah dan Irit Bensin Rekomendasi Pakar

Otomotif | Kamis, 09 Juli 2026 | 14:47 WIB

Chery Indonesia Bongkar Penyebab Tiggo Cross Terbakar di Bandung

Chery Indonesia Bongkar Penyebab Tiggo Cross Terbakar di Bandung

Otomotif | Kamis, 09 Juli 2026 | 14:28 WIB

Risiko Mesin Jebol Mengintai Pemilik Mobil Saat Libur Sekolah Jika Abaikan Hal Ini

Risiko Mesin Jebol Mengintai Pemilik Mobil Saat Libur Sekolah Jika Abaikan Hal Ini

Otomotif | Kamis, 09 Juli 2026 | 12:45 WIB

Motor Listrik Yamaha Aerox Resmi Mengaspal: Jarak Tempuh Setara Jakarta-Cirebon, Intip Harganya

Motor Listrik Yamaha Aerox Resmi Mengaspal: Jarak Tempuh Setara Jakarta-Cirebon, Intip Harganya

Otomotif | Kamis, 09 Juli 2026 | 12:06 WIB

Strategi Agresif Changan Deepal S05 Tantang Pasar SUV Listrik Indonesia Lewat Teknologi REEV

Strategi Agresif Changan Deepal S05 Tantang Pasar SUV Listrik Indonesia Lewat Teknologi REEV

Otomotif | Kamis, 09 Juli 2026 | 11:52 WIB

Harga Beda tapi Mesin Mirip, Mending Honda Vario Evo 160 atau ADV160?

Harga Beda tapi Mesin Mirip, Mending Honda Vario Evo 160 atau ADV160?

Otomotif | Kamis, 09 Juli 2026 | 06:30 WIB

Dobrak Tradisi Moge Hitam, Honda Rebel 1100 Tampil Premium dengan Fitur Sekelas Gadget Canggih

Dobrak Tradisi Moge Hitam, Honda Rebel 1100 Tampil Premium dengan Fitur Sekelas Gadget Canggih

Otomotif | Rabu, 08 Juli 2026 | 20:35 WIB

Toyota Ungkap Alasan Belum Tertarik Rilis Hilux PHEV Meski Pesaing Mulai Bermunculan

Toyota Ungkap Alasan Belum Tertarik Rilis Hilux PHEV Meski Pesaing Mulai Bermunculan

Otomotif | Rabu, 08 Juli 2026 | 19:02 WIB

×