- GAIKINDO menyatakan industri otomotif lokal mampu memproduksi kendaraan komersial, dengan kapasitas total 2,5 juta unit per tahun.
- Tujuh produsen besar di Indonesia memiliki kapasitas produksi pick up lebih dari 400.000 unit per tahun dengan TKDN tinggi.
- Industri Indonesia telah mengekspor lebih dari 518.000 unit ke 93 negara, membuktikan kualitas rakitan lokal yang diakui global.
Suara.com - Industri otomotif Indonesia saat ini tengah menjadi sorotan di tengah munculnya rencana impor kendaraan dari India.
Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia atau GAIKINDO menegaskan bahwa produsen lokal sebenarnya memiliki kapasitas yang sangat mumpuni untuk memenuhi kebutuhan kendaraan komersial di tanah air.
Saat ini GAIKINDO beranggotakan 61 perusahaan otomotif dengan total kapasitas produksi mencapai 2,5 juta unit kendaraan per tahun.
Khusus untuk segmen kendaraan komersial kelas menengah ke bawah atau pick up, terdapat tujuh produsen besar yang sudah berpengalaman.
Mereka adalah PT Suzuki Indomobil Motor, PT Isuzu Astra Motor Indonesia, PT Krama Yudha Tiga Berlian Motor, PT SGMW Motor Indonesia atau Wuling Motors, PT Sokonindo Automobile atau DFSK, PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia, serta PT Astra Daihatsu Motor.
Kapasitas produksi untuk jenis kendaraan pick up di Indonesia sendiri mencapai lebih dari 400.000 unit per tahun. Namun angka ini dinilai belum dimanfaatkan secara optimal oleh pasar.
Kendaraan yang diproduksi umumnya menggunakan penggerak 4x2 dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri atau TKDN yang cukup tinggi yaitu mencapai lebih dari 40 persen.
Meskipun pasar domestik sedang tertekan dengan angka penjualan di bawah 1 juta unit dalam setahun terakhir, industri otomotif nasional tetap menunjukkan taringnya di pasar global. Indonesia tercatat telah mengekspor lebih dari 518.000 unit kendaraan ke 93 negara. Hal ini menjadi bukti nyata bahwa kualitas rakitan lokal sudah diakui secara internasional.
Menanggapi rencana impor kendaraan dari India, Ketua Umum GAIKINDO Putu Juli Ardika memberikan pernyataannya.
Baca Juga: Dominasi BYD Berakhir Geely Ambil Alih Kepemimpinan Pasar Kendaraan Penumpang
"Sebenarnya anggota GAIKINDO dan juga industri-industri pendukungnya, diantaranya industri komponen otomotif yang tergabung dalam GIAMM mempunyai kapasitas produksi untuk memenuhi kebutuhan tersebut, namun memang diperlukan waktu yang memadai agar jumlah dan kriterianya dapat dipenuhi," ungkap Putu Juli, Jumat (20/2/2026).
Ia menambahkan bahwa jika diberikan waktu dan kesempatan, anggota GAIKINDO serta Gabungan Industri Alat-Alat Mobil dan Motor atau GIAMM bisa ikut berpartisipasi memenuhi kebutuhan kendaraan komersial tersebut.
Langkah ini sangat penting guna mengoptimalkan kapasitas produksi dalam negeri serta menghindari potensi pengurangan tenaga kerja. Saat ini ekosistem industri otomotif nasional sendiri menyerap sekitar 1,5 juta tenaga kerja yang keberlangsungannya harus tetap terjaga.