Kejutan Agrinas Bawa Tata Yodha: Adu Mekanik Lawan Esemka Bima, Siapa Menang?

Agatha Vidya Nariswari, Gagah Radhitya Widiaseno

Kamis, 26 Februari 2026 | 13:02 WIB
Kejutan Agrinas Bawa Tata Yodha: Adu Mekanik Lawan Esemka Bima, Siapa Menang?
Tata Yodha vs Esemka Bima (Tata Motors, Esemka)
baca 10 detik
  • PT Agrinas memborong puluhan ribu Tata Yodha untuk operasional Koperasi Merah Putih di Indonesia. 
  • Tata Yodha unggul di medan berat berkat sasis kuat, mesin diesel, dan penggerak 4x4. 
  • Esemka Bima tawarkan kepraktisan logistik perkotaan dengan bak kargo luas dan harga sangat kompetitif. 

Suara.com - Kabar mengejutkan datang dari manuver PT Agrinas Pangan Nusantara yang memborong 105.000 unit kendaraan niaga asal India untuk kebutuhan Koperasi Merah Putih. Dari puluhan ribu armada tersebut, nama Tata Yodha Pick Up (sebanyak 35.000 unit) sukses menyita perhatian publik. Pasalnya, mobil ini dibekali spesifikasi "badak" berpenggerak 4x4 namun dikabarkan memiliki banderol harga miring di kisaran Rp150 jutaan saja.

Namun tunggu dulu! Di rentang harga yang sama, Indonesia sebenarnya memiliki "kuda beban" kebanggaan lokal yang diproduksi di Boyolali, Jawa Tengah, yakni Esemka Bima.

Kendaraan niaga andalan UMKM ini juga tak kalah menarik secara fungsionalitas.

Jika disandingkan sebagai armada bisnis dengan budget setara, mana yang sebaiknya dipilih? Mari kita bedah komparasi ekstrem antara Tata Yodha dan Esemka Bima!

1. Adu Jantung Pacu: Mesin Diesel Torsi Raksasa vs Bensin Lincah

Tata Yodha Pick up (Tata Motors)
Tata Yodha Pick up (Tata Motors)

Di atas kertas, kedua pikap ini lahir dengan filosofi mesin yang sangat berbeda.

Tata Yodha dibekali mesin diesel berkapasitas 2.2 liter Direct Injection (DI) yang menghasilkan tenaga 100 dk.

Senjata utama Yodha dari Tata Motors ini ada pada torsi puncaknya yang mencapai 250 Nm dan sudah meledak di putaran bawah (1.000–2.500 rpm).

Karakter mesin ini sangat digemari untuk merayap di tanjakan curam sambil membawa beban overload.

baca juga

Sementara itu, Esemka Bima (khususnya varian 1.3) menggendong mesin bensin 1.3 liter DOHC 16-katup yang memuntahkan tenaga 84 dk.

Meski torsinya tidak sebesar Yodha, mesin bensin Bima sangat lincah, halus, minim getaran, dan efisien untuk pemakaian stop-and-go di kontur jalan perkotaan.

2. Sasis dan Habitat Tempur: Medan Ekstrem vs Logistik Perkotaan

Mobil Esemka Bima (Instagram)
Mobil Esemka Bima (Instagram)

Tata Yodha dirancang khusus untuk kondisi jalan tak terduga. Sasisnya tebal dengan suspensi per daun (leaf spring) kaku, serta hadir dengan opsi sistem penggerak 4x4.

Hal ini membuat Yodha nyaris tanpa celah jika disiksa di jalur lumpur perkebunan, area pertanian, hingga pelosok desa.

Di sisi lain, Esemka Bima menganut penggerak roda belakang (RWD) 4x2 yang sangat stabil di aspal.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pantas Agrinas Kepincut Impor, Harga Pikap India Ini Lebih Murah dari LCGC

Pantas Agrinas Kepincut Impor, Harga Pikap India Ini Lebih Murah dari LCGC

Otomotif | Kamis, 26 Februari 2026 | 12:26 WIB

Bos Agrinas Pangan Akui Sekitar 1.000 Unit Pikap Asal India Tiba di RI

Bos Agrinas Pangan Akui Sekitar 1.000 Unit Pikap Asal India Tiba di RI

Bisnis | Kamis, 26 Februari 2026 | 09:21 WIB

Terpopuler: Mobil Murah dengan Opsen yang Nggak Bikin Perih, Pikap Agrinas Tuai Kritik

Terpopuler: Mobil Murah dengan Opsen yang Nggak Bikin Perih, Pikap Agrinas Tuai Kritik

Otomotif | Rabu, 25 Februari 2026 | 19:39 WIB

Terkini

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:22 WIB

KPK Endus Keterlibatan Swasta Lain di Kasus Suap Layanan Pertanahan ATR/BPN

KPK Endus Keterlibatan Swasta Lain di Kasus Suap Layanan Pertanahan ATR/BPN

Bogor | Rabu, 16 September 2026 | 22:21 WIB

×