Suara.com - Beberapa tahun ke belakang, tren penggunaan mobil listrik mulai meningkat. Perkembangan teknologi yang semakin canggih serta meningkatnya kesadaran akan isu lingkungan membuat masyarakat mulai beralih dari mobil konvensional ke mobil electric vehicle (EV).
Akan tetapi, peralihan dari mobil konvensional ke mobil listrik ini tidaklah semudah yanh dibayangkan. Terdapat berbagai faktor yang harus dipertimbangkan dan direncanakan dengan matang.
Untuk beralih ke kendaraan listrik, kita memiliki dua pilihan cara yang paling populer dan umum di tengah masyarakat. Pertama, konversi kendaraan dengan bahan bakar bensin menjadi listrik. Kedua, beli kendaraan listrik baru.
Lantas konversi mobil bensin ke listrik vs beli mobil listrik baru, mana lebih worth it? Apakah konversi mobil bensin ke listrik benar-benar lebih unggul? Atau beli mobil listrik baru lebih relevan untuk kondisi ekonomi saat ini?
Nah, artikel kali ini akan membahas terkait perbandingan lengkap antara korversi mobil bensin ke mobil listrik (Electric Vehicle/EV) atau beli mobil listrik baru. Yuk simak hingga akhir agar kamu bisa menentukan pilihan terbaik buat kebutuhan jangka panjangmu!
Kelebihan dan Kekurangan Konversi Kendaraan Bensin Menjadi Listrik
Terdapat kelebihan dan kekurangan saat kita memutuskan untuk konversi kendaraan bensin ke listrik. Ini dia uraiannya:
Kelebihan, konversi mobil bensin menjadi listrik yaitu modal yang dikeluarkan cemderung lebih kecil daripada beli mobil listrik baru, meskipun jika dihitung selisihnya tidak terlalu jauh. Biaya konversi kendaraan konvensional ke listrik paling terasa adalah harga baterainya yang setara 60 persen dari total biaya konversi mobol bensin ke listrik.
Kekurangan, secara logika kita cenderung akan merasakan jika harus mengeluarkan modal yang amat besar untuk sekadar mengonversi mobil bensin jadi listrik. Padahal, jika dihitung hanya menambah beberapa rupiah lagi sudah memperoleh produk baru. Belum lagi, kalau muncul efek negatif lanjutan usai dikonversi.
Kelebihan dan Kekurangan Membeli Kendaraan Listrik Baru
Sama seperti konversi, ada pula kelebihan dan kekurangan jika kita membeli kendaraan listrik baru. Simak uraiannya berikut ini:
Kelebihan, jika kita membeli kendaraan listrik baru jelas akan mendapatkan produk baru sehingga otomatis akan mendapatkan garansi. Dengan selisih yang tidak jauh beda dengan konversi kendaraan bennsin menjadi listrik, maka secara nominal memang lebih worth it kita membeli produk baru.
Kekurangan, membeli mobil listrik baru perlu dipertimbangkan terutama dengan faktor seberapa butuh kamu harus memiliki kendaraan listrik. Sebab, salah satu kelemahan kendaraan listrik yaitu daya tempuh yang terbatas dan stasiun pengisian listrik juga masih terbatas. Misal pun ada, pengisian daya membutuhkan waktu yang tidaklah sebentar.
Pajak Mobil Bensin dan Listrik
Selain biaya operasional dan perawatan, salah satu pengeluaran ketika kita sudah memiliki kendaraan pribadi adalah pajak tahunan. Jika dibandingkan, lebih murah pajak kendaraan bensin atau kendaraan listrik ya?
Rumus umum dari biaya pajak tahunan kendaraan yakni 2 persen dari nilai jual kendaraan bermotor. Apabila harga kendaraan senilai Rp400 juta, itu artinya biaya pajak tahunnya sekitar Rp8 juta per tahun. Tarif pajak sebesar Rp8 juta per tahun ini berlaku untuk kendaraan konvensional.
Berbeda dengan kendaraan listrik yang masih mendapatkan insentif pajak dari pemerintah. Berdasarkan peraturan, pajak tahunan yang wajib dibayarkan untuk kendaraan listrik hanya senilai 10 persen dari total biaya normalnya.
Itu artinya, apabila harga kendaraan listrik sebesar Rp200 juta, berarti tarif pajak normalnya sekitar Rp4 juta. Setelah mendapat insensif, maka tarif pajak mobil listrik cukup membayar Rp400.000.