- Biodiesel dari minyak nabati menjadi solusi utama pengurangan emisi karbon mesin diesel.
- Program B40 mencampur 40 Persen biodiesel untuk menghemat devisa negara Indonesia.
- Renewable Diesel mampu kurangi emisi karbon hingga 80 Persen tanpa modifikasi mesin.
Suara.com - Ketergantungan pada bahan bakar fosil, khususnya solar (diesel), kini mulai menjadi tantangan besar.
Selain harganya yang fluktuatif dan cenderung naik, emisi gas buang dari mesin diesel konvensional juga menjadi penyumbang polusi udara yang signifikan.
Namun dilansir dari laman resmi Shell, saat ini sudah tersedia berbagai energi alternatif yang jauh lebih ramah lingkungan dan bisa menjadi pengganti solar.
Bahkan, beberapa di antaranya diproduksi dari bahan-bahan yang ada di sekitar kita, seperti minyak sawit hingga limbah kotoran ternak.
Berikut, 4 sumber energi alternatif utama pengganti solar yang perlu Anda ketahui ketika harga solar melejit.
![Biodiesel B40 yang diproduksi oleh Pertamina Kilang Plaju [dok]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/01/15/25304-biodiesel-b40-yang-diproduksi-oleh-pertamina-kilang-plaju.jpg)
1. Biodiesel
Biodiesel adalah primadona dalam daftar energi alternatif mesin diesel.
Bahan bakar ini terbuat dari minyak nabati seperti minyak kelapa sawit (Crude Palm Oil), minyak jarak, hingga minyak goreng bekas.
Sifat fisik biodiesel ini juga hampir sama dengan minyak solar, sehingga bisa langsung digunakan pada mesin diesel tanpa perlu modifikasi besar.
Selain itu, biodiesel lebih ramah lingkungan karena emisi karbonnya jauh lebih rendah dibandingkan solar murni.
2. Biosolar (B30/B40)
Anda mungkin sering melihat stiker B30 atau B40 di SPBU.
Stiker B30 atau B40 adalah Biosolar, yakni campuran antara biodiesel (minyak sawit) dengan solar konvensional dari minyak bumi.
- B30: Terdiri dari 30% biodiesel dan 70% solar.
- B40: Program terbaru dengan komposisi 40% biodiesel dan 60% solar.
Program ini bukan cuma soal gaya-gayaan, tapi bertujuan untuk mengurangi impor bahan bakar fosil, menghemat devisa negara, dan pastinya menurunkan emisi karbon secara nasional.
3. Diesel Terbarukan (Renewable Diesel)
Berbeda dengan biodiesel biasa, Renewable Diesel diproduksi melalui proses hidrogenasi (hydrotreated).
Hasilnya adalah bahan bakar yang secara kimiawi setara dengan diesel bumi, tapi jauh lebih bersih.
Selain itu, berikut ini beberapa keunggulan Diesel Terbarukan:
- Tanpa Modifikasi: Bisa langsung dituang ke tangki mesin diesel apa pun (drop-in fuel).
- Performa Juara: Memiliki angka setana (cetane number) yang jauh lebih tinggi, sehingga pembakaran lebih sempurna.
- Tahan Dingin: Tetap bekerja dengan baik di suhu dingin karena titik kabutnya (cloud point) yang lebih rendah dibandingkan diesel fosil.
- Emisi Rendah: Mampu mengurangi emisi karbon hingga 80 persen.
4. Biogas
Kotoran ternak, limbah makanan, dan sampah pertanian juga bisa menjadi sumber energi alternatif untuk menggerakkan mesin.
Melalui proses fermentasi bakteri anaerob (tanpa oksigen), limbah-limbah ini menghasilkan gas metana yang disebut Biogas.
Selain bisa digunakan sebagai bahan bakar mesin dan pembangkit listrik, sisa pengolahan biogas (bioslurry) bisa dimanfaatkan menjadi pupuk organik yang kaya nutrisi.
Hal ini adalah solusi cerdas untuk mengolah limbah menjadi energi mandiri di pedesaan maupun industri.