Tragedi KRL vs VinFast: Fitur Canggih Mobil Listrik yang Bikin Roda Terkunci Otomatis?

Nur Khotimah, Gagah Radhitya Widiaseno

Selasa, 28 April 2026 | 18:15 WIB
Tragedi KRL vs VinFast: Fitur Canggih Mobil Listrik yang Bikin Roda Terkunci Otomatis?
Ilustrasi kecelakaan mobil listrik Vinfast vs KRL di Bekasi (Instagram)
baca 10 detik
  • Mobil listrik mogok mendadak di rel sering disebabkan oleh gangguan pada baterai 12 volt. 
  • Kerusakan sistem ICCU memutus aliran listrik, membuat setir otomatis mengunci dan mobil mati total.
  • Sistem BMS bekerja memutus tenaga untuk mencegah korsleting demi keselamatan, bukan sebuah cacat pabrik. 

Suara.com - Insiden horor terjadi saat kereta menyambar mobil listrik jenis VinFast di sebuah perlintasan Bekasi Timur.

Tragedi kecelakaan pada Senin (27/4/2026) malam ini membuka fakta baru soal roda kendaraan yang tiba-tiba mengunci.

Banyak orang menyalahkan kendaraan masa depan ini karena dianggap rawan mati total di tengah jalan.

Padahal, fitur keamanan canggih pada kendaraan baterai justru bisa menjadi bumerang saat berada di atas rel besi.

Sistem manajemen baterai sejatinya didesain agar mobil memutus arus otomatis saat mendeteksi anomali listrik.

Sayangnya, perlindungan sistem ini berubah menjadi petaka ketika posisi mobil sedang melintang di perlintasan sebidang.

Kesaksian Sopir Taksi Hijau

Taksi Green SM asal Vietnam itu mendadak mogok dan sama sekali tidak bisa didorong menjauh. Sang sopir yang berhasil lolos dari maut membagikan kisah menegangkan tersebut sesaat setelah kejadian.

Melansir video viral TikTok @siapasiidia, pria tersebut langsung diamankan oleh warga setempat.

baca juga

Evakuasi darurat itu terjadi tepat sebelum KRL Jakarta-Cikarang dan KA Argo Bromo menghancurkan kendaraannya.

Sopir tersebut menjelaskan secara gamblang kondisinya saat terjebak di tengah perlintasan. Ia menyebut kemudi mendadak kaku dan mobil benar-benar kehilangan tenaga tarik.

"Ada stering nah ini ngunci langsung jadi kita mau jalanin enggak bisa karena tadi pas posisi udah kelewat langsung mati sendiri," ujarnya.

Misteri Baterai 12 Volt dan ICCU

Taksi listrik Green SM atau Xanh SM disebut-sebut menjadi pemicu awal kecelakaan beruntun antara kereta Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek di kawasan Stasiun Bekasi Timur, Senin, 27 April 2026 malam. [Istimewa]
Taksi listrik Green SM atau Xanh SM disebut-sebut menjadi pemicu awal kecelakaan beruntun antara kereta Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek di kawasan Stasiun Bekasi Timur, Senin, 27 April 2026 malam. [Istimewa]

Kasus ini menyoroti kelemahan teknis kendaraan setrum yang belum banyak dipahami publik luas. Analisis otomotif menyebut penyebab roda mengunci sering kali berasal dari masalah baterai 12 volt.

Baterai kecil ini berfungsi mengaktifkan sistem elektronik, termasuk menyambungkan daya utama ke motor penggerak. Jika komponen ini bermasalah, mobil seketika mati total dan setir langsung terkunci rapat.

Faktor kedua adalah potensi kerusakan pada sistem Integrated Charging Control Unit atau ICCU. Komponen krusial ini bertugas mengatur aliran daya dari baterai utama ke baterai 12 volt.

Bila ICCU rusak, pasokan listrik terhenti seketika secara otomatis. Akibatnya, kendaraan berubah layaknya batu seberat ratusan kilogram yang mustahil digeser oleh tenaga manusia.

Otak Pintar Bernama BMS

Meski terlihat seperti produk gagal, pakar otomotif memiliki pandangan teknis yang jauh berbeda. Insiden ini berkaitan erat dengan cara kerja Battery Management System (BMS).

Pakar otomotif Arief Hidayat menegaskan bahwa sistem pelindung tersebut justru bekerja sebagaimana mestinya.

"Mobil EV justru lebih aman. Sistemnya otomatis mencegah kerusakan lebih jauh demi keselamatan pengemudi," jelasnya dilansir dari Instagram Wealthyotomotif..

BMS berfungsi sebagai otak yang memantau tegangan, suhu, dan keseimbangan antar sel baterai.

Sistem cerdas ini akan langsung mematikan suplai tenaga jika terdeteksi potensi korsleting atau panas berlebih.

Tanpa proteksi canggih ini, baterai justru berisiko tinggi mengalami gagal fungsi hingga meledak. Jadi, mesin yang mendadak mati adalah bentuk perlindungan aktif dari kerusakan fatal.

Edukasi Darurat di Perlintasan

Pengguna kendaraan berbasis baterai wajib memahami indikator peringatan di layar dasbor. Peringatan suhu panas atau baterai tidak mengisi biasanya muncul sebelum sistem memutus tenaga secara paksa.

Kejadian di Bekasi Timur ini menjadi teguran keras bagi semua pihak terkait. Evaluasi standar operasional penanganan darurat di perlintasan sebidang kini sangat mendesak untuk dilakukan.

Solusi evakuasi cepat bagi kendaraan berat yang mengunci otomatis harus segera dicarikan jalan keluarnya.

Sembari menunggu perbaikan sistem, kepastian penyebab pasti kecelakaan ini tetap bergantung pada hasil investigasi resmi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sopir Taksi Green SM Diperiksa Polisi Terkait Kecelakaan KRL di Bekasi Timur!

Sopir Taksi Green SM Diperiksa Polisi Terkait Kecelakaan KRL di Bekasi Timur!

News | Selasa, 28 April 2026 | 17:06 WIB

Pemprov DKI Sampaikan Duka, Guru SDN Pulogebang 11 Jadi Korban Tabrakan KRL

Pemprov DKI Sampaikan Duka, Guru SDN Pulogebang 11 Jadi Korban Tabrakan KRL

News | Selasa, 28 April 2026 | 17:00 WIB

Proses Identifikasi Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi Terus Dilakukan, RS Polri Ungkap Kendalanya

Proses Identifikasi Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi Terus Dilakukan, RS Polri Ungkap Kendalanya

News | Selasa, 28 April 2026 | 16:57 WIB

Terkini

Ribuan Ijazah SMA-SMK Negeri di Riau Belum Diambil, Dinas Pendidikan: Gratis!

Ribuan Ijazah SMA-SMK Negeri di Riau Belum Diambil, Dinas Pendidikan: Gratis!

Riau | Selasa, 28 Juli 2026 | 19:49 WIB

Pakai Rompi Oranye, Anggota DPRD Jatim Fraksi Gerindra Mahrus Ali Resmi Ditahan KPK

Pakai Rompi Oranye, Anggota DPRD Jatim Fraksi Gerindra Mahrus Ali Resmi Ditahan KPK

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 19:47 WIB

Pengembangan Minyak Jelantah Jadi Avtur Tersendat, Emiten ESSA Stop Proyek SAF

Pengembangan Minyak Jelantah Jadi Avtur Tersendat, Emiten ESSA Stop Proyek SAF

Bisnis | Selasa, 28 Juli 2026 | 19:41 WIB

WNA Selandia Baru Tersangka Eksploitasi Seksual di NTB Dialihkan Jadi Tahanan Rumah, Ini Alasannya

WNA Selandia Baru Tersangka Eksploitasi Seksual di NTB Dialihkan Jadi Tahanan Rumah, Ini Alasannya

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 19:40 WIB

5 Rekomendasi Sunscreen Water Based Terbaik sesuai Review dan Harga

5 Rekomendasi Sunscreen Water Based Terbaik sesuai Review dan Harga

Lifestyle | Selasa, 28 Juli 2026 | 19:40 WIB

Teka-teki Reshuffle Kabinet, AHY Akui Demokrat Belum 'Disenggol' Prabowo

Teka-teki Reshuffle Kabinet, AHY Akui Demokrat Belum 'Disenggol' Prabowo

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 19:38 WIB

Purbaya soal Rumor Jadi Calon Gubernur BI Pengganti Perry Warjiyo: Saya Mah Isu Abadi

Purbaya soal Rumor Jadi Calon Gubernur BI Pengganti Perry Warjiyo: Saya Mah Isu Abadi

Bisnis | Selasa, 28 Juli 2026 | 19:37 WIB

Investor Ritel Kini Punya Akses Beli IPO Obligasi Korporasi Secara Digital

Investor Ritel Kini Punya Akses Beli IPO Obligasi Korporasi Secara Digital

Bisnis | Selasa, 28 Juli 2026 | 19:36 WIB

4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap

4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap

Lifestyle | Selasa, 28 Juli 2026 | 19:36 WIB

Ekspor Mobil Utuh Toyota Tumbuh 10,7 Persen di Semester I 2026

Ekspor Mobil Utuh Toyota Tumbuh 10,7 Persen di Semester I 2026

Otomotif | Selasa, 28 Juli 2026 | 19:35 WIB

×