- Prabowo menantang Pindad membuat mobil kepresidenan berkaca luas agar mudah menyapa masyarakat langsung.
- Ide ini muncul karena Prabowo kelelahan berdiri dan tangannya sakit disalami warga Jawa Timur.
- Pindad harus memutar otak memadukan kaca transparan dengan standar keamanan antipeluru VVIP tingkat tinggi.
Bobot super berat itu sangat wajar karena material bodinya berlapis composite armor kelas wahid. Baju zirah ini sanggup menahan tembakan amunisi kaliber tajam standar NATO.
Bahkan, area kaca yang terpasang saat ini sudah mengantongi sertifikasi antipeluru level B5/B6. Sektor kaki-kaki pun disiapkan matang untuk menghadapi skenario penyerangan terburuk.
Pindad menyematkan pelek 21 inci dengan ban tipe Run Flat Tyre (RFT). Mobil raksasa ini diklaim tetap bisa melaju aman meski ban tertembus peluru tajam.
Dapur Pacu dan Batas Kecepatan
Beralih ke sektor mesin, Garuda Limousine ternyata menyimpan performa yang cukup buas. Di balik kap mesinnya, mobil ini menggendong tenaga berkekuatan 199 dk.
Tenaga besar itu disalurkan halus melalui transmisi otomatis dengan delapan percepatan. Namun, kecepatan puncaknya sengaja dibatasi hanya sampai kisaran 100 km/jam.
Pembatasan laju ini dilakukan murni demi alasan keamanan sang kepala negara. Faktor kenyamanan bermanuver di tengah keramaian juga menjadi pertimbangan utamanya.
Kini, publik patut menunggu kejutan baru dari Profesor Sigit dan tim insinyur andal Pindad. Mampukah mereka mengeksekusi mobil "kaca" ini tanpa mengurangi ketangguhan sasis MV3 yang sudah teruji?