Orang Desa Tak Pakai Dolar tapi Buruh Pabrik Kendaraan Terdampak, Akankah Harga Mobil Naik?

Cesar Uji Tawakal | Suara.com

Senin, 18 Mei 2026 | 16:44 WIB
Orang Desa Tak Pakai Dolar tapi Buruh Pabrik Kendaraan Terdampak, Akankah Harga Mobil Naik?
Ilustrasi pekerja sedang merakit mobil di sebuah pabrik otomotif. [Antara]
  • Nilai tukar rupiah melemah hingga Rp17.658 per dolar AS pada Senin, 18 Mei 2026, level terendah sejak krisis 1997.
  • Pelemahan rupiah memicu kenaikan biaya impor pangan dan bahan baku industri, sehingga mendorong inflasi harga barang di seluruh Indonesia.
  • Produsen otomotif berupaya menahan kenaikan harga jual unit mobil di tengah pembengkakan biaya produksi akibat fluktuasi nilai tukar dolar.

Suara.com - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) belakangan ini sedang tidak baik-baik saja. Per Senin, 18 Mei 2026, rupiah terpantau merosot hingga menyentuh level Rp17.658 per dolar AS.

Angka ini jelas bikin banyak pihak ketar-ketir, apalagi ini merupakan level terlemah sejak krisis moneter tahun 1997-1998 silam.

Di tengah situasi yang memanas ini, pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut bahwa masyarakat di desa tidak menggunakan dolar karena bertransaksi dengan rupiah memicu diskusi panjang di ruang publik.

Banyak pihak menilai pernyataan tersebut terlalu menyederhanakan masalah. Meski benar warga desa tidak membayar kopi atau pupuk dengan mata uang dolar, realitanya mereka tetap terkena dampak "getah" dari melemahnya rupiah.

Indonesia masih sangat bergantung pada impor untuk bahan pangan strategis seperti kedelai, gandum, hingga bahan baku pupuk. Ketika dolar naik, biaya impor bahan-bahan ini membengkak, yang ujung-ujungnya memicu inflasi dan kenaikan harga barang di pasar-pasar desa.

Dampak ini tidak berhenti di sektor pangan saja, tapi juga merembet kencang ke sektor industri, terutama otomotif. Di koridor pabrik-pabrik besar, para buruh dan manajemen mulai merasakan tekanan.

Meskipun banyak mobil saat ini memiliki Tingkat Kandungan Lokal (TKDN) yang tinggi, industri otomotif kita masih sangat bergantung pada komponen impor, teknologi, dan bahan baku dari luar negeri yang transaksinya menggunakan dolar.

Begitu dolar menguat "ugal-ugalan", biaya produksi otomatis membengkak.

Pabrikan mobil diprediksi terdampak

Toyota akan naik harga?

Direktur Marketing PT Toyota Astra Motor (TAM), Bansar Maduma, mengakui pada awak media bahwa pelemahan rupiah ini berdampak besar bagi industri.

Saat ini, Toyota dan jaringannya tengah berupaya keras menjaga agar harga jual mobil tidak langsung melonjak tajam.

Mereka sedang "putar otak" berkoordinasi dengan seluruh ekosistem produksi, mulai dari supplier hingga prinsipal global, agar kenaikan biaya produksi tidak seluruhnya dibebankan ke kantong konsumen.

Strategi menahan harga ini dianggap realistis agar konsumen tidak kabur ke merek lain.

“Kita akan semaksimal mungkin, untuk bisa mengurangi impact yang terjadi di customer. Sehingga customer juga lebih trust kepada merek Toyota, dan tidak akan meninggalkan mereka,” kata Bansar.

Ilustrasi alphard. [Istimewa]
Ilustrasi alphard. [Istimewa]

Kia dan Hyundai mulai waspada

Hal serupa juga dilakukan oleh produsen asal Korea seperti Kia dan Hyundai. Head of Marketing Kia Sales Indonesia, Rendy Pratama, menjelaskan bahwa struktur biaya di industri otomotif tidak berubah secara instan mengikuti fluktuasi harian karena adanya strategi perencanaan jangka panjang dan hedging (lindung nilai).

Namun, mereka tetap memonitor dinamika rupiah secara berkala karena potensi dampak terhadap bisnis tetap ada.

Sumber artikel cek disini
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Toyota GR Car Meet 2026 Jadi Festival Komunitas Otomotif Toyota Pertama di Indonesia

Toyota GR Car Meet 2026 Jadi Festival Komunitas Otomotif Toyota Pertama di Indonesia

Otomotif | Senin, 18 Mei 2026 | 12:25 WIB

Hyundai Disebut Diuntungkan Kebijakan Insentif EV Berbaterai Nikel, HMID Buka Suara

Hyundai Disebut Diuntungkan Kebijakan Insentif EV Berbaterai Nikel, HMID Buka Suara

Otomotif | Rabu, 13 Mei 2026 | 19:03 WIB

Berkat Subsidi, Penjualan Mobil Listrik Toyota Kalahkan BYD

Berkat Subsidi, Penjualan Mobil Listrik Toyota Kalahkan BYD

Otomotif | Senin, 11 Mei 2026 | 20:08 WIB

Kia Sonet Hadir dengan Harga Baru: Honda HR-V, WR-V hingga Toyota Raize Kena Hantam Telak

Kia Sonet Hadir dengan Harga Baru: Honda HR-V, WR-V hingga Toyota Raize Kena Hantam Telak

Otomotif | Senin, 11 Mei 2026 | 08:38 WIB

Terkini

BYD M6 Kini Punya Varian Plug In Hybrid, Sanggup Tempuh 1.800 Kilometer Sekali Isi Bensin

BYD M6 Kini Punya Varian Plug In Hybrid, Sanggup Tempuh 1.800 Kilometer Sekali Isi Bensin

Otomotif | Senin, 18 Mei 2026 | 16:27 WIB

BYD Atto 1 Minggir Dulu, Ini Mobil Listrik Paling Diminati di Indonesia

BYD Atto 1 Minggir Dulu, Ini Mobil Listrik Paling Diminati di Indonesia

Otomotif | Senin, 18 Mei 2026 | 16:05 WIB

Kesaksian Horor Bagnaia usai Crash Zarco di MotoGP Catalunya: Kakinya Hancur, Nyangkut di Motor

Kesaksian Horor Bagnaia usai Crash Zarco di MotoGP Catalunya: Kakinya Hancur, Nyangkut di Motor

Otomotif | Senin, 18 Mei 2026 | 15:50 WIB

Penjualan Global Chery Meroket Ditopang Mobil Listrik dan Hybrid

Penjualan Global Chery Meroket Ditopang Mobil Listrik dan Hybrid

Otomotif | Senin, 18 Mei 2026 | 15:05 WIB

Senjata Yamaha dan Suzuki untuk Tandingi Honda CB150X, Mana yang Lebih Bertaji?

Senjata Yamaha dan Suzuki untuk Tandingi Honda CB150X, Mana yang Lebih Bertaji?

Otomotif | Senin, 18 Mei 2026 | 14:23 WIB

Apa Penyebab Motor Pedro Acosta Lumpuh? Mesin Hidup tapi Hilang Tenaga dan Bikin Alex Marquez Crash

Apa Penyebab Motor Pedro Acosta Lumpuh? Mesin Hidup tapi Hilang Tenaga dan Bikin Alex Marquez Crash

Otomotif | Senin, 18 Mei 2026 | 13:37 WIB

Lebih Canggih dari PCX 160, Fitur Overkill Apa Saja yang Disembunyikan Suzuki Burgman 15 Terbaru?

Lebih Canggih dari PCX 160, Fitur Overkill Apa Saja yang Disembunyikan Suzuki Burgman 15 Terbaru?

Otomotif | Senin, 18 Mei 2026 | 13:05 WIB

Yamaha dan JMC Eksplor Lampung Lewat Touring MAXI Tour Boemi Nusantara

Yamaha dan JMC Eksplor Lampung Lewat Touring MAXI Tour Boemi Nusantara

Otomotif | Senin, 18 Mei 2026 | 12:40 WIB

Toyota GR Car Meet 2026 Jadi Festival Komunitas Otomotif Toyota Pertama di Indonesia

Toyota GR Car Meet 2026 Jadi Festival Komunitas Otomotif Toyota Pertama di Indonesia

Otomotif | Senin, 18 Mei 2026 | 12:25 WIB

Misteri Setup Motor Veda Ega: Mengapa Melempem di Kualifikasi, Tapi Ganas saat Race Catalunya?

Misteri Setup Motor Veda Ega: Mengapa Melempem di Kualifikasi, Tapi Ganas saat Race Catalunya?

Otomotif | Senin, 18 Mei 2026 | 12:08 WIB