- Harga VinFast VF 8 turun drastis menjadi Rp620 jutaan demi bersaing di pasar mobil listrik.
- Dimensi bodi dan jarak sumbu roda dipangkas agar mobil lebih kompak dan lincah bermanuver.
- Tenaga mesin disunat menjadi 228 daya kuda dan banyak tombol fisik kabin dihilangkan.
Suara.com - Di industri otomotif, peluncuran generasi terbaru dari sebuah lini mobil umumnya identik dengan penambahan dimensi yang lebih bongsor, tenaga mesin yang makin buas, dan fitur yang kian melimpah. Namun, pabrikan asal Vietnam, VinFast, justru mengambil langkah anomali pada generasi terbaru SUV listrik andalan mereka, VinFast VF 8.
Menariknya, alih-alih menaikkan harga jual, VinFast justru membanting harga VF 8 secara signifikan.
Di pasar asalnya, SUV ramah lingkungan ini kini dibanderol mulai 999 juta Dong Vietnam atau setara dengan Rp620 jutaan.
Harga ini terjun bebas dibandingkan model lamanya yang dijual mulai 1,019 miliar Dong Vietnam.
Pertanyaannya, dengan penurunan harga yang cukup masif tersebut, fitur dan spesifikasi krusial apa saja yang 'disunat' oleh VinFast?
Dimensi Bodi dan Sasis yang Dipangkas
Ubahan paling terasa ada pada sektor fisik. VinFast tidak mempertahankan gaya SUV bongsor khas generasi pertamanya.
Melansir dari Carscoops, bodi VF 8 terbaru kini memiliki panjang 4.701 milimeter. Angka ini lebih pendek secara signifikan dibandingkan pendahulunya.
idak hanya panjang keseluruhan, jarak sumbu roda (wheelbase) juga ikut dipangkas.
Pengorbanan pada dimensi ini memang membuat ruang kabin mungkin tidak seluas versi lawasnya, namun di sisi lain, memberikan keuntungan berupa karakter handling mobil yang lebih kompak, lincah, dan cocok untuk manuver di jalanan urban yang padat.
Tenaga dan Kapasitas Baterai 'Disunat' Separuh

Penurunan harga ke angka Rp620 jutaan rupanya menuntut kompromi besar di sektor dapur pacu.
Jika generasi terdahulu VinFast VF 8 sempat mengejutkan pasar dengan tenaga buas yang menembus 400 daya kuda (horsepower), model terbarunya kini harus puas dengan tenaga 228 daya kuda saja yang disalurkan melalui motor listrik tunggal penggerak roda depan.
Selain tenaga mesin yang dipangkas hampir separuhnya, suplai energi juga disesuaikan.
SUV listrik ini kini menggendong baterai berkapasitas 60,13 kWh, lebih kecil dari model sebelumnya.
Meski mengalami 'downgrade' kapasitas, VinFast mengklaim racikan baru ini mampu membawa VF 8 menempuh jarak hingga 500 kilometer dalam sekali pengisian penuh (berdasarkan pengujian NEDC), berkat dukungan revisi desain aerodinamika di bagian fascia depan.
Tinggalkan Tombol Fisik, Kabin Ekstra Minimalis
Efisiensi produksi juga terlihat jelas saat memasuki area kabin. VinFast menerapkan pendekatan desain yang sangat minimalis dengan menghilangkan sebagian besar tombol fisik di dasbor dan konsol tengah.
Sebagai gantinya, hampir seluruh kontrol kendaraan, mulai dari pengaturan AC hingga hiburan, kini dipusatkan pada satu layar sentuh berukuran 12,9 inci.
Layar besar ini dipadukan dengan panel instrumen digital ringkas di hadapan pengemudi.
Strategi 'menyunat' tenaga, dimensi, dan fitur kabin demi mencapai banderol Rp620 jutaan ini tampaknya menjadi cara realistis VinFast untuk bertahan di tengah gempuran perang harga EV global, terutama dari pabrikan Tiongkok.
Meskipun spesifikasinya turun kelas, keseimbangan baru antara harga yang rasional dan fungsionalitas harian dinilai bisa menarik minat konsumen yang lebih luas.