- Harga Mercedes-Maybach S-Class tunggangan Prabowo di Paris setara 80 ekor sapi Limosin super.
- Mobil mewah ini bermesin V8 4.000 cc yang mampu menghasilkan 503 tenaga kuda.
- Kendaraan ultramewah ini mendukung wibawa diplomasi Presiden Prabowo selama kunjungan kenegaraan di Prancis.
Suara.com - Momen Hari Raya Idul Adha biasanya dipenuhi dengan perbincangan hangat seputar bobot dan harga hewan kurban. Di pasar-pasar ternak tanah air, sapi jenis Limosin berukuran jumbo sering kali menjadi primadona dengan harga yang menembus angka Rp 100 juta per ekor.
Namun, jika kita menengok perjalanan dinas Presiden Prabowo Subianto ke Paris, Prancis baru-baru ini, ada sebuah "tunggangan" mewah yang nilainya sanggup membuat panitia kurban tercengang.
Ya, untuk mobilitas diplomatiknya di Eropa, Presiden Prabowo dijemput oleh sebuah Mercedes-Maybach S-Class berkelir putih yang nilainya setara dengan lebih dari 80 ekor sapi Limosin super!
Berdasarkan laman Sekretariat Presiden, Prabowo tiba di Bandara Orly, Paris, untuk memulai rangkaian kunjungan resmi (state visit). Begitu mendarat, sebuah mobil ultramewah dengan bendera Merah Putih sudah bersiap menyambut sang Presiden.
Lantas, seperti apa spesifikasi mobil seharga ratusan ekor sapi ini hingga dipilih untuk mengawal orang nomor satu di Indonesia?
Mahakarya yang Dirakit oleh 400 Tangan
Mercedes-Maybach bukanlah lini mobil biasa. Ini adalah kasta tertinggi dari keluarga Mercedes-Benz yang berfokus pada kemewahan absolut dan kenyamanan paripurna.
- Sentuhan Manusia (Handcrafted): Berbeda dengan mobil massal yang dominan dirakit robot, Mercedes-Maybach S-Class adalah sebuah karya seni yang dirakit secara presisi oleh lebih dari 400 tangan terampil di pabrik khusus mereka.
- Desain Eksterior yang Berwibawa: Ciri khas paling mencolok dari Maybach terbaru ini terlihat pada grille radiator depan dengan garis-garis krom vertikal yang megah, serta sirip krom di sepanjang kap mesin.
- Kustomisasi Tanpa Batas: Pemilik mobil ini bisa memesan interior dan eksterior sesuai selera, mulai dari motif jahitan pada jok kulit premium, trim kayu langka, setir, hingga desain velg dan kunci mobil.
"Tunggangan" dengan 503 Tenaga Kuda

Jika di tanah air masyarakat sibuk mencari sapi dengan bobot terbaik, Mercedes-Maybach yang dinaiki Presiden Prabowo ini dibekali dengan "otot" yang luar biasa di balik kap mesinnya.
Mobil ini dipersenjatai dengan mesin V8 berkapasitas 4.000 cc (4.0 Liter) yang dilengkapi teknologi twin-turbo. Mesin buas ini mampu memuntahkan tenaga hingga 503 tenaga kuda (hp) dan torsi badak mencapai 700 Nm.
Meski memiliki bodi yang panjang dan berat demi kenyamanan penumpang di belakang, mobil ini sanggup melesat dari posisi diam ke 100 km/jam hanya dalam waktu 4,8 detik saja.
Jika dikonversikan setara dengan kecepatan sports car. Sementara kecepatan puncaknya dibatasi secara elektronik pada 250 km/jam.
Setara 80 Sapi Limosin Super
Di Indonesia, Mercedes-Benz memasarkan varian ini melalui model Mercedes-Maybach S 580 4Matic+.
Harganya tidak main-main, yakni mencapai Rp 8,28 miliar dengan status off the road (belum termasuk pajak jalan).
Jika sudah legal di jalanan Indonesia, nilainya tentu jauh lebih tinggi.
Jika satu ekor sapi Limosin kualitas super berbobot hampir 1 ton dihargai sekitar Rp 100 juta, maka harga satu unit Mercedes-Maybach tunggangan Prabowo ini setara dengan 82 ekor sapi Limosin.
Jika dikonversikan ke sapi standar seharga Rp 25 juta, mobil ini bisa ditukar dengan lebih dari 330 ekor sapi, cukup untuk memenuhi kebutuhan kurban satu kecamatan.
Diplomasi Kelas Atas di Paris
Penggunaan Mercedes-Maybach dalam kunjungan luar negeri sebenarnya bukan hal baru bagi Prabowo.
Meski saat KTT ASEAN di Cebu, Filipina, ia sempat memboyong Maung MV3 Garuda Limousine buatan Pindad, untuk wilayah Eropa pilihan jatuh pada Maybach demi standarisasi kenyamanan dan keamanan diplomatik internasional.
Kunjungan resmi ke Prancis ini sengaja diagendakan untuk memperkuat hubungan super strategis antara Jakarta dan Paris.
Dan tentu saja, kehadiran Presiden RI yang keluar dari kabin Mercedes-Maybach putih memberikan sinyal wibawa dan posisi tawar Indonesia yang semakin diperhitungkan di kancah Eropa.