Jalur Rempah dan Keraton, Paket Wisata yang Mulai Dihidupkan Kembali

Ferry Noviandi Suara.Com
Sabtu, 31 Agustus 2019 | 00:25 WIB
Jalur Rempah dan Keraton, Paket Wisata yang Mulai Dihidupkan Kembali
Diskusi Pesona Keraton Keagungan Warisan Sejarah di Gedung BPPT, Jakarta. [istimewa]

Suara.com - Sejak ratusan tahun lalu, Indonesia dikenal memiliki jalur rempah yang telah memasok komoditas penting ke sejumlah negara di dunia. Jalur tersebut kini kembali dihidupkan untuk keperluan wisata.

Tema tersebut menjadi bahan perbincangan dalam diskusi yang digelar Penggiat Startup Turism Indonesia (Pasti) bekerjasama dengan Kementerian Maritim Bidang Sosio Antropologi Indonesia, dan Masyarakat Adat Kerajaan Nusantara (MAKN) serta Forum Komunikasi Informasi Keraton Nusantara (FKIKN).

"Kami membutuhkan inventori atau paket perjalanan pariwisata. Sebelumnya secara umum kami ada paket jalan-jalan ke keraton di permukaaan saja, akses terbatas. Tapi kami ingin masuk lebih dalam ke keraton, sejarah dan kehidupannya, bagaimana sih kehidupan di keraton, bagaimana komunikasi di keraton," kata Kusuma Widya, DP, Sekretaris Jenderal Penggiat Startup Turism Indonesia (Pasti), seperti dalam rilis yang diterima Suara.com.

"Kami memiliki pelaku pariwisata, kami mencoba memberi pemahaman baru adanya periwisata berbasis kebudayaan untuk mengakses keraton lebih dari orang lain, ini benefitnya," sambung Kusuma.

Menurut Tukul Rameyo Adi, Staf ahli Bidang Sosio Antropologi Kemenko Maritim, jalur rempah kini akan menjadi bagian dari pemajuan budaya Indonesia. Dari 10 destinasi wisata, terlebih dahulu akan dikembangkan di Belitong, Bali dan Ternate.

"Bangsa maritim adalah bangsa pedagang, yang diperdagangkan sejak dulu adalah rempah ke seluruh dunia, Mesir, India dan Eropa khususnya," kata Tukur Rameyo Adi.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Masyarakat Adat Kerajaan Nusantara (MAKN) RA Yani WSS Kuswodidjojo mengatakan Peran budaya juga ada di keraton, UUD No 5 Tahun 2017 tentang Kemajuan Kebudayaan, 10 objek kemajuaan kebudayaan, peran keraton sebagai pusat pengetahuan budaya

"Misal dari keraton Sumenep, akar dari batik Madura Astatinggi diukir menjadi batik, juga buku rempah ditulis dengan tulisan tangan arab gundul ada di Sumenep, ditulis di atas kertasnya dari semacam daun tapi tidak rusak. Itu baru di Sumenep bagaimana dengan kerajaan lain, pasti ada banyak budayanya," kata Yani.

Kemenko Maritim pada tahun 2019 ini akan memulai pilot project Spice Road Connection sebagai kegiatan inisiatif mencoba revitalisasi jalur rempah untuk mendukung pariwisata

Baca Juga: Indah Tak Bercela, Taman di Banyuwangi Ini Berisi Seribu Patung Penari

"Jadi kita akan coba jalur rempah, budaya keraton dan museum serta geopark. Kemenko Maritim yang akan mengkordinir melalui program Budaya Bahari didalam RPJM," ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI