alexametrics

PaxelRecycle Hadirkan Solusi Pengelolaan Sampah Ecommerce

Vania Rossa
PaxelRecycle Hadirkan Solusi Pengelolaan Sampah Ecommerce
Ilustrasi sampah ecommerce dari belanja online. (pixabay.com)

PaxelRecycle melayani penjemputan sampah jenis kardus, bubble wrap, botol plastik, dan botol kaca bekas kemasan dari belanja di ecommerce.

Suara.com - Pertumbuhan fenomenal belanja online selama 10 tahun terakhir memberikan dampak negatif pada lingkungan, di mana sampah packaging dari ecommerce yang kebanyakan plastik dan kardus menggunung di setiap rumah tangga di Indonesia. Ada lebih dari 6 juta paket ecommerce yang setara dengan 9.000 ton sampah yang dikirim setiap harinya di Indonesia, di luar food delivery.

Sebagai startup ecommerce logistik, Paxel ikut bertanggung jawab untuk memberikan solusi. Bekerjasama dengan startup lingkungan Waste4Change, Paxel meluncurkan servis PaxelRecycle untuk membantu Indonesia memenuhi rekomendasi dari COP26 dan SDG, selain mengatasi dampak negatif dari pertumbuhan e-commerce terhadap lingkungan.

Ecommerce termasuk dari industri yang diprediksi akan meningkat 40% produksi sampahnya hingga 2030, menurut M Bijaksana Junerosano Managing Director Waste4Change.

“Salah satu dampak yang mulai kita rasakan adalah berkurangnya kemampuan TPA untuk menampung sehingga kita perlu segera mencari lokasi baru untuk pembangunan TPA. Dengan kolaborasi bersama Paxel, kita dapat meningkatkan jumlah sampah yang terdaur ulang, mengurangi beban TPA dan menumbuhkan lapangan pekerjaan baru di sektor ramah lingkungan atau biasa kita sebut ‘green jobs’,” ujar Sano, dalam konferensi pers secara daring, Kamis (25/11/2021).

Diluncurkan bertepatan dengan ulang tahunnya yang ke-4 sekaligus memperingati Hari Menanam Pohon Indonesia di 28 November, PaxelRecycle, dapat diakses di aplikasi Paxel dari mobile phone. Hero (kurir) Paxel akan menjemput waste packaging e-commerce dari rumah dan mengantar langsung ke bank sampah yang dikelola oleh Waste4Change untuk di reuse atau recycle.

Sesuai hasil keputusan COP26 lalu di mana penekanan emisi karbon harus menjadi target setiap negara, Zaldy Ilham Masita, Co-founder Paxel, menyebut bahwa penerapan zero waste living adalah langkah awal yang bisa diambil oleh individu.

“Paxel akan membantu setiap konsumen e-commerce untuk bisa tetap belanja online dan juga menjaga lingkungan melalui PaxelRecyle. Mari kita menjadi konsumen e-commerce yang peduli bumi dan menciptakan circular economy untuk e-commerce," katanya.

Tahap awal, PaxelRecycle melayani penjemputan sampah jenis kardus, bubble wrap, botol plastik, botol kaca (selain bekas cat, pembasmi nyamuk dan yang beracun lainnya) di area Jabodetabek dan TangSel. Karung sampah yang ramah lingkungan bisa didapatkan di aplikasi Paxel untuk memulai PaxelRecycle.