JAKARTA – Mabes Polri baru saja melimpahkan berkas perkara pembunuhan Brigadir J dengan tersangka Irjen Ferdy Sambo ke Kejaksaan Agung (Kejagung). Namun di sisi lain, Polri juga rupanya segera memecat secara tidak hormat mantan Kadiv Propam tersebut.
Proses pemecetan suami dari Putri Candrawathi sebagai anggota Polri ini kini sedang diproses Divisi Profesi dan Pengamanan (Div Propam).
Inspektur Pengawasan Umum (Irsum) Polri, Komjen Agung Budi Maryoto memastikan pemecetan tidak dengan hormat Irjen Ferdy Sambo masih dalam proses pemberkasan di Divisi Propam Polri.
Menurutnya, pemecatan tidak dengan hormat anggota kepolisian sudah diatur dalam Peraturan Polisi (Perpol) Nomor 7 Tahun 2022 tentang Kode Etik Profesi dan Komisi Etik Kepolisian Negara Republik Indonesia yang telah ditetapkan pada 14 Juni 2022 dan diundangkan pada 15 Juni 2022.
Berdasarkan Pasal 111 berbunyi "Terhadap terduga pelanggar Kode Etik Profesi Polri (KEPP) yang diancam dengan sanksi PTDH diberikan kesempatan untuk mengajukan pengunduran diri dari dinas Polri atas dasar pertimbangan tertentu sebelum pelaksanaan Sidang KKEP"
"Insya Allah dalam waktu dekat juga akan dilakukan sidang kode etik, tapi belum bisa minggu ini, tapi paling tidak minggu berikutnya," ujar Agung.
Ferdy Sambo ditetapkan sebagai tersangka dugaan pembunuhan berencana terhadap Brigadir J bersama tiga tersangka lainnya, Bharada Richard Eliezer, Bripka Ricky Rizal, dan Kuat Ma’aruf.
Selain keempat tersangka, penyidik baru menetapkan Putri Candrawathi sebagai tersangka baru, yang sama-sama dijerat dengan Pasal 340 KUHP subsider Pasal 338 juncto Pasal 55 dan Pasal 56 KUHP.
Dalam kasus ini Ferdy memerintahkan Bharada E menembak Brigadir J. Dia juga mengaku menjadi otak dari pembunuhan berencana. (*)
Baca Juga: Pemerintah Ancang-ancang Naikan Harga BBM Bersubsidi, Mungkin Pekan Depan