PURWOKERTO.SUARA.COM, PURBALINGGA - Ratusan suporter sepakbola di Purbalingga menggelar kegiatan doa bersama bagi para korban tragedi Kanjuruhan, Malang, di Pendapa Dipokusumo Purbalingga, Kamis (6/20/2022) malam.
Kegiatan doa bersama dipimpin oleh Wakapolres Purbalingga Kompol Pujiono. Kegiatan yang semula akan dilaksanakan di alun-alun, namun karena hujan turun dipindahkan di Pendapa Kabupaten Purbalingga.
Kegiatan dihadiri oleh sejumlah pejabat polres, para tokoh agama, perwakilan dari PSSI PurbaIingga, personel TNI, Satuan Polisi Pamong Praja dan Dinas Perhubungan.
Wakapolres Purbalingga Kompol Pujiono mengatakan bahwa adanya tragedi di Stadion Kanjuruhan Malang menjadi keprihatinan kita semua. Oleh sebab itu, kami bersama suporter sepakbola di Purbalingga menggelar doa bersama bagi para korban.
"Kami mendoakan korban yang meninggal dunia baik suporter maupun anggota kepolisian. Semoga arwahnya diterima di sisi Tuhan dan diampuni dosa-dosanya. Serta yang masih dalam perawatan dapat segera diberikan kesembuhan," kata Wakapolres.
Ketua Harian Askab PSSI Purbalingga Mugi Ari Purwono menyampaikan doa bersama yang digelar sebagai bentuk solidaritas sesama suporter sepakbola. Walaupun berbeda club yang didukung namun semangat untuk bersatu, mendoakan korban tragedi di Kanjuruhan Malang.
"Kami turut berduka cita atas tragedi yang terjadi di Malang. Semoga peristiwa tersebut tidak terulang kembali dalam persepakbolaan Indonesia," ucapnya.
Dari pantauan kegiatan, selain doa bersama, dilakukan penyalaan lilin oleh para suporter sepakbola yang hadir. Sebagian suporter juga membawa tulisan berbunyi "Tidak Ada Sepakbola Yang Sebanding Dengan Nyawa!!!".
Baca Juga: Jasra Putra : Anak Korban Tragedi Kanjuruhan Butuh Sosok Pengganti Orang Tua