PURWOKERTO.SUARA.COM, GORONTALO-- Wakil Ketua DPR RI Rachmat Gobel menyebut kejahatan pinjaman online (pinjol) , robot trading, dan forex bukan hanya mengeruk uang masyarakat. Dalam skala lebih luas, kejahatan itu juga merusak dan melemahkan ekonomi Indonesia.
“Kita harus waspada dan awas terhadap situasi ini. Ini melemahkan sendi-sendi kekuatan nasional dengan menghancurkan ekonomi rakyat,” kata Rachmat Gobel dalam keterangannya di Jakarta, Minggu, dikutip dari suara.com
Gobel mengaku telah 20 kali menyosialisasikan bahaya “pinjol”, termasuk di Kabupaten Gorontalo.
Di Gorontalo sendiri sudah banyak korban berjatuhan akibat kejahatan “pinjol”, robot trading, dan investasi “foreign exchange”.
Menurut Gobel, banyak faktor yang memicu maraknya “pinjol” ilegal, misal masalah ekonomi, kondisi kemiskinan yang tinggi di masyarakat. Juga ada indikasi oknum yang memang ingin memperparah kondisi ekonomi dan sosial Indonesia.
“Semuanya cuma mau bikin susah, masyarakat jangan sampai terjebak. Memang mereka selalu mengiming-imingi dengan berbagai cara seperti hadiah maupun keuntungan hingga 200 persen. Untung 100 persen saja tidak ada, jadi pasti itu bohong,” ujarnya.
Masyarakat yang ingin berhasil harusnya dengan bekerja keras. Gobel bahkan melakukan investasi di Gorontalo senilai Rp1,4 triliun untuk membantu warga mendapatkan pekerjaan.
Melalui investasi di industri pangan, menurutnya, akan tercipta lapangan pekerjaan hingga 300 ribu, termasuk di sektor pendukungnya yaitu di pertanian dan kelautan.
Gobel berharap investasi yang dilakukannya, akan membawa banyak perubahan di Gorontalo, ekonomi akan bergerak lebih cepat, lapangan pekerjaan akan banyak tercipta, dan persaingan akan lebih ketat.
Baca Juga: Hukum Wanita Minum Obat Penunda Haid Selama Ramadhan? Buya Yahya Sebut Hal Ini